Gus Syarif Bawa Keluarga Besar Ponpes Sabilul Hasanah Ikuti Dzikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal

satu news 01

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:26 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilul Hasanah, Banyuasin, Sumatera Selatan, yang juga merupakan Keluarga Besar PW Jatma Aswaja Sumsel turut menghadiri dan mengikuti rangkaian Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang digelar oleh PB Jatma Aswaja di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (9/8/2026).

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan Ponpes Sabilul Hasanah yang berasal dari Jl. Raya Palembang–Jambi KM 24, Purwosari, Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, terdiri atas keluarga besar pondok pesantren, para pengurus pondok, Pengurus PW JATMA Aswaja, para ustaz, jamaah thariqah, jamaah pengajian, serta santri kelas akhir.

 

Kehadiran mereka menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat kecintaan terhadap bangsa sekaligus mengenang jasa para pendiri dan pejuang kemerdekaan Indonesia melalui kegiatan keagamaan dan kebangsaan.

 

Pimpinan dan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, yang juga sebagai Ketua PW Jatma Aswaja Sumatera Selatan KH. M. Syarif Chumas As-Syawaly, S.Th.I. (Gus Syarif), mengatakan keikutsertaan keluarga besar pesantren dan Jatma Aswaja Sumsel dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai cinta tanah air kepada generasi muda.

 

Menurut Gus Syarif, ; Sebagaimana mengutip apa yang telah disampaikan oleh Guru beliau Maulana AlHabib M. Luthfi Bin Yahya selaku Rois Am PB Jatma Aswaja ;, Bahwa semangat kebangsaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui simbol, tetapi harus tumbuh menjadi kesadaran dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

 

Guru Beliau mengatakan : “Dzikir Kebangsaan ini menjadi momentum untuk kembali mengingat jasa para pendahulu dan pejuang bangsa. Generasi yang akan datang jangan sampai melupakan sejarah perjuangan para ulama, tokoh agama, rakyat dan seluruh elemen bangsa yang bersama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujar Gus Syarif menambahkan.

 

Ia menilai, kegiatan seperti Dzikir Kebangsaan memiliki nilai penting karena kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya satu kelompok, agama maupun suku.

 

“Bangsa ini dibangun bersama. Karena itu, cinta tanah air juga menjadi tanggung jawab bersama. Kita harus menjaga persatuan, menghormati perbedaan dan meneruskan semangat para pendahulu kepada anak-anak kita,”

 

Gus Syarif juga mengajak generasi muda untuk memahami makna mendalam dari Merah Putih sebagai simbol kehormatan, harga diri dan jati diri bangsa. Karena ini yg selalu Guru beliau sampaikan berulang kali.

 

“Ketika kita melihat Merah Putih, seharusnya kita bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga bangsa ini? Jangan hanya mengibarkan bendera, tetapi harus ada tanggung jawab untuk menjaga persatuan, kedamaian dan keutuhan tanah air,” tutur Guru beliau.

 

Menurutnya, pesan kebangsaan tersebut semakin relevan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum kemerdekaan, kata dia, hendaknya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat karakter dan kesadaran kebangsaan.

 

“Pulang dari kegiatan ini, kita berharap membawa bekal yang lebih kuat untuk mencintai bangsa dan tanah air. Yang paling penting, kita ingin melahirkan generasi yang tidak melupakan sejarah dan tidak memalukan perjuangan para leluhur kita,” pungkas Gus Syarif. (Hari)

Berita Terkait

Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor
Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!
BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas
Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Kelas I Palembang Perkuat Patriotisme dan Integritas
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  
Lima Pegawai Lapas Kelas I Palembang Ikuti Uji Kompetensi Profiling ASN Tahap 2  

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru