Di Tengah Polemik Jalur Alternatif Jembatan Kedep, 320 Yatim, Lansia dan Warga Terima Santunan

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:21 WIB

5015 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Tengah Polemik Jalur Alternatif Jembatan Kedep, 320 Yatim, Lansia dan Warga Terima Santunan

Satunews.id, Bogor – Di tengah perbincangan mengenai penggunaan jalur alternatif Jembatan Kedep selama proses perbaikan Jalan Utama Kedep, kepedulian sosial justru ditunjukkan para pengelola dan relawan jalur tersebut.

Bukan hanya menjadi akses penghubung kendaraan, jalur alternatif yang berada di perbatasan Kampung Kedep dan Kampung Walahir, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menjadi ruang tumbuhnya kegiatan sosial yang menyentuh ratusan warga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Jumat, 7 Agustus 2026, pengelola dan pekerja sukarela jalur alternatif Jembatan Kedep menggelar kegiatan santunan bagi 320 penerima, terdiri atas anak yatim piatu, lanjut usia (lansia), serta para orang tua.

Masing-masing penerima mendapatkan santunan sebesar Rp50.000. Selain itu, panitia turut memberikan bantuan sosial masing-masing Rp1 juta untuk kegiatan Maulid Nabi di masjid-masjid Kampung Kedep, Rp1 juta untuk kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI, serta Rp1 juta kepada para asatidz sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jembatan Alternatif Kedep, RT 01 dan RT 02/RW 01, Dusun 1, Desa Nambo, tersebut dikoordinasikan oleh Acep Kusnadi, selaku Koordinator Jalur Alternatif sekaligus Koordinator Santunan.

Turut hadir Sekretaris Desa Nambo, Babinsa Desa Nambo Iwan Setiawan, Ketua LPM Tlajungudik Nurdin, tokoh masyarakat, para sepuh Desa Nambo dan Desa Tlajungudik, serta sejumlah unsur masyarakat.

Di tengah kegiatan sosial tersebut, Acep juga memberikan klarifikasi terkait informasi yang sebelumnya berkembang mengenai dugaan pungutan liar (pungli) maupun pemaksaan terhadap pengguna jalur alternatif.

Acep dengan tegas membantah adanya pungutan paksa ataupun penetapan nominal tertentu kepada pengguna jalan.

“Kami bekerja secara sukarela. Tidak ada pungutan paksa dan tidak ada nominal yang kami tentukan kepada pengendara. Pemberian dari pengguna kendaraan dilakukan secara ikhlas, kemudian kami salurkan kembali untuk kepentingan masyarakat, khususnya anak yatim piatu, lansia, dan orang tua,” tegas Acep.

Menurutnya, para relawan berjaga sejak pagi hingga malam untuk membantu mengatur arus kendaraan agar jalur alternatif tetap dapat digunakan secara aman dan tertib selama Jalan Utama Kedep dalam proses perbaikan.

Ia kembali menegaskan bahwa setiap pemberian dari pengguna kendaraan bersifat sukarela dan tidak mengandung unsur kewajiban.

“Kalau ada berita yang menyebut kami meminta secara paksa, melakukan pungli atau menentukan nominal, itu tidak benar. Kami hanya membantu mengatur kendaraan agar jalur alternatif bisa dilalui dengan aman, lancar, dan tertib,” ujarnya.

Selain membantu mobilitas masyarakat, keberadaan jalur alternatif tersebut juga disebut membuka peluang penghasilan bagi warga sekitar.

Sejumlah warga dilibatkan sebagai relawan pengatur lalu lintas secara bergiliran. Mereka membantu memastikan arus kendaraan tetap berjalan dengan aman selama proses perbaikan jalan utama berlangsung.

Acep mengatakan seluruh aktivitas pengelolaan jalur alternatif dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Desa Nambo, Pemerintah Desa Tlajungudik, serta aparat kepolisian.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan jalur alternatif berjalan tertib sekaligus mengutamakan keselamatan pengguna jalan.

Aspek keselamatan, kata Acep, menjadi perhatian utama. Apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dan kondisi jalur dinilai membahayakan, akses alternatif akan ditutup sementara.

“Keselamatan pengguna jalan adalah yang utama. Jangan sampai demi mengejar kelancaran lalu lintas justru membahayakan masyarakat,” katanya.

Di tengah proses pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial tersebut menjadi gambaran lain dari keberadaan jalur alternatif Jembatan Kedep.

Dana yang berasal dari pemberian sukarela pengguna jalan, menurut pengelola, tidak hanya berhenti sebagai penerimaan, tetapi disalurkan kembali kepada masyarakat melalui santunan, bantuan kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya.

Perbaikan Jalan Utama Kedep memang berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan mengubah pola perjalanan kendaraan. Namun di tengah kondisi tersebut, semangat gotong royong justru terlihat melalui keterlibatan warga dan kegiatan sosial yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Sebuah jalur alternatif bukan hanya soal membuka akses perjalanan, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuhnya kepedulian, kebersamaan, dan manfaat bagi masyarakat sekitar. (Aminah)

Berita Terkait

Pemdes Gunungsari Buka Realisasi APBDes Semester I 2026, Transparansi dan Pengawasan Publik Diperkuat
Videotron Disegel, Izin Dibekukan! Wali Kota Bandung Bongkar Dugaan Pelanggaran Tata Ruang hingga Telusuri Keterlibatan ASN
Jejak Sang Kepala Desa Teladan Diabadikan, Jalan H. M. Syurdi Rusuh Resmi Jadi Simbol Pengabdian dan Sejarah Jonggol
Desa Ciangsana Jadi Sorotan Internasional! Pakar Dunia dari China Agricultural University dan Dekan FISEMA IPB Perkuat Implementasi Data Desa Presisi
Menebar Cahaya Ilmu dan Memperkuat Ukhuwah, Pemdes Ciangsana Gelar Pengajian Rutin Bulanan Penuh Khidmat
Bupati Bogor Rudy Susmanto Resmikan Pasar Hewan Bogor di Jonggol, Ikon Baru Bogor Timur Siap Dongkrak Perekonomian Peternak
Zagky Drajat, S.H., : Pengembalian Temuan Bukan Akhir Penegakan Hukum
Kepedulian Nyata PT MBK Ventura Kembali Hadir di Pasirjambu, OJK Edukasi Literasi Keuangan Warga

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Sikat Kejahatan Jalanan di Jabar, 413 Pelaku Diciduk dan 1.016 Motor Disita ‎

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Kepedulian Nyata PT MBK Ventura Kembali Hadir di Pasirjambu, OJK Edukasi Literasi Keuangan Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Perangi Korupsi Lewat Aset, KDM Minta Seluruh Tanah Pemerintah Bersertifikat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Optimalkan Media Sosial Wilayah, Diskominfo Bandung Gelar Sinkronisasi di Bandung Kulon

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Dari Bandung untuk Jabar: Kang Andhy Daftar, Bawa Misi Besar untuk Wartawan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:36 WIB

Masjid IKM Tasikmalaya Dirancang Jadi Pusat Religi dan Pemberdayaan, Unsil Susun Dokumen Teknis

Senin, 27 Juli 2026 - 19:53 WIB

Komisi II DPRD Jabar Fokus Tingkatkan Layanan UPTD Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Agro

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:57 WIB

KPP DPRD Jawa Barat Peringati Hari Anak Nasional dengan Bakti Sosial dan Penguatan Komitmen Perlindungan Anak

Berita Terbaru