Optimalkan Media Sosial Wilayah, Diskominfo Bandung Gelar Sinkronisasi di Bandung Kulon
BANDUNG – Guna memperkuat penyebaran informasi publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung bersama Kecamatan Bandung Kulon menyelenggarakan kegiatan Sinkronisasi Pengelolaan Media Sosial Kewilayahan pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kegiatan ini menyasar seluruh admin media sosial tingkat kecamatan dan kelurahan se-Bandung Kulon. Dalam forum tersebut para pengelola dibekali materi strategi konten, standar penulisan informasi, hingga alur diseminasi berita kewilayahan.
Sekretaris Kecamatan Bandung Kulon, Deni Setiabudi, menyebut peran media sosial saat ini sangat strategis sebagai jembatan komunikasi pemerintah dengan warga.
“Kami ingin memastikan setiap program dan informasi di Bandung Kulon tersampaikan dengan tepat sasaran. Dengan pengelolaan medsos yang lebih terarah, diharapkan pesan pemerintah bisa dipahami dan memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Senada, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Diskominfo Kota Bandung, Siti Rosmayani Heni, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas bagi para humas kewilayahan.
“Fokus kami membantu rekan-rekan di kewilayahan meramu informasi agar lebih komunikatif dan mudah dicerna publik. Tujuannya agar masyarakat tahu apa saja program pemerintah yang sudah berjalan, sedang proses, maupun yang akan datang,” ungkapnya.
Sementara itu Tanny Abadhi Rosyada selaku Ketua Tim Penyuluhan dan Pengendalian Informasi Diskominfo Kota Bandung menambahkan pentingnya penyelarasan persepsi.
“Standar publikasi harus sama. Mulai dari kualitas, akurasi data, sampai etika dalam menyampaikan informasi di media sosial kewilayahan,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat dua sesi utama. Sesi pertama mengenai pengelolaan medsos dan teknik pemberitaan disampaikan oleh Raihan Putri Adyanti dari Tim Penyuluhan dan Pengendalian Informasi. Sesi kedua praktik pembuatan konten dipandu oleh Raka Cendekia.
Agenda lain yang dibahas yaitu evaluasi akun medsos kecamatan dan kelurahan, penyamaan standar unggahan, penguatan koordinasi antara admin wilayah dengan tim Diskominfo, serta pemetaan kendala seperti belum rutinnya posting, keterbatasan SDM, dan kualitas visual konten.

Diskominfo juga mensosialisasikan kanal Bandung Saber Hoaks sebagai wadah pelaporan informasi tidak benar. Hal ini untuk mendukung literasi digital dan menjaga ruang informasi yang sehat.
Sebagai tindak lanjut, Diskominfo akan melakukan evaluasi hasil sinkronisasi satu bulan ke depan.
Diharapkan setelah kegiatan ini, pengelolaan media sosial di kewilayahan semakin profesional. Sehingga informasi terkait layanan, program, dan kegiatan Pemkot Bandung dapat sampai ke masyarakat dengan cepat, valid, dan bermanfaat.
(HMS/Red) *


























