Selamatan Bumi dan Pesta Rakyat Desa Sukagalih 2026 Berlangsung Meriah, Perkuat Tradisi, Kebersamaan, dan Rasa Syukur Warga
Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa Sukagalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, sukses menggelar kegiatan Selamatan Bumi dan Pesta Rakyat Tahun 2026 dengan penuh khidmat, meriah, dan sarat nuansa kebersamaan. Kegiatan tahunan yang dipusatkan di halaman Kantor Desa Sukagalih pada Senin–Selasa (18–19/05/2026) tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat sekaligus bentuk nyata pelestarian adat dan budaya warisan leluhur.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukagalih Aja Waridin bersama jajaran perangkat desa, Camat Jonggol Andri Rahman, S.STP., M.Si., unsur Forkopimcam Jonggol, Ketua BPD, Ketua MUI, Ketua LPM, Ketua PP Sukagalih Ricky, BUMDes, pelaku UMKM, TP PKK, para Kepala Desa se-Kecamatan Jonggol, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Linmas, para Kepala Dusun, RT/RW, tokoh masyarakat, tamu undangan, hingga ratusan warga Desa Sukagalih yang memadati lokasi acara dengan penuh antusias.
Rangkaian kegiatan diawali pada malam hari ba’da Isya dengan pengajian dan shalawat bersama yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan religius tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI Desa Sukagalih, Ust. Saepuloh, S.Pd.I., yang menyampaikan tausiyah keagamaan sekaligus memimpin doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat, kesehatan, hasil bumi, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Sukagalih.

Dalam suasana penuh kekhidmatan tersebut, masyarakat juga memanjatkan doa agar Pemerintah Desa Sukagalih dan seluruh warga senantiasa diberikan perlindungan, dijauhkan dari segala musibah, serta diberikan keberkahan dan kemajuan dalam membangun desa.
Keesokan harinya, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, rangkaian Selamatan Bumi dan Pesta Rakyat berlangsung semakin semarak dengan berbagai kegiatan budaya dan hiburan rakyat yang disambut antusias masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukagalih Aja Waridin menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.
“Alhamdulillah, tradisi Selamatan Bumi ini kembali dapat kita laksanakan bersama. Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya warisan leluhur,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Selamatan Bumi merupakan bentuk syukur masyarakat atas limpahan hasil panen dan keberkahan alam yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga, mulai dari padi, sayuran, hingga hasil bumi lainnya.
Sementara itu, Camat Jonggol Andri Rahman, S.STP., M.Si. memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Sukagalih dan seluruh masyarakat atas komitmennya menjaga tradisi budaya yang dinilai mampu memperkuat nilai persatuan dan gotong royong masyarakat.
“Saya berharap tradisi Selamatan Bumi seperti ini terus dilestarikan karena bukan hanya menjaga adat dan budaya, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta menjadi energi positif bagi kemajuan desa,” ujar Camat Jonggol.
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian masyarakat adalah Pawai Dongdang, tradisi budaya yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi masyarakat. Dongdang yang dihias penuh kreativitas oleh warga dari berbagai wilayah desa menambah kemeriahan acara sekaligus menunjukkan kekompakan masyarakat Sukagalih.
Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan pelayanan PBB, partisipasi aktif BUMDes dan UMKM lokal, serta hiburan seni Jaipong yang berlangsung meriah dan menghibur masyarakat. Momen hiburan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Milad Waringin Jaya ke-2 yang berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan.

Dalam semangat gotong royong, kegiatan ini juga mendapat dukungan dan kontribusi dari para Kepala Dusun 1, 2, 3, dan 4 yang turut berpartisipasi demi suksesnya pelaksanaan Selamatan Bumi dan Pesta Rakyat Tahun 2026.
Menambah kemegahan acara, panitia menghadirkan panggung utama pesta rakyat yang menjadi pusat hiburan dan pertunjukan budaya masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, aman, tertib, dan penuh keberkahan. Keberhasilan acara ini menjadi bukti kuat sinergi antara Pemerintah Desa, unsur Forkopimcam, aparat keamanan, lembaga desa, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dalam menjaga tradisi dan membangun kebersamaan.
Dengan mengusung tema “Dengan Rasa Syukur dan Kebersamaan, Kita Lestarikan Adat dan Budaya”, Pemerintah Desa Sukagalih menegaskan komitmennya untuk terus menjaga warisan budaya lokal sekaligus memperkuat persatuan demi mewujudkan Desa Sukagalih yang religius, harmonis, aman, dan semakin maju.
(Aminah)


























