Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung (Satunews.id) — Banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas lahan sempadan sungai membuat Bupati Bandung Dadang Supriatna membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Bangunan Liar (bangli).

Selain itu, pembentukan tim pentahelix di 7 kecamatan rawan banjir juga diperlukan untuk percepatan penanggulangan banjir secara bertahap.

Bahkan Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) ini meminta kepada pemerintah pusat khususnya Presiden Prabowo untuk mengaktifkan lagi Satgas Citarum Harum.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

KDS menunjukkan contoh, keberadaan bangli di sempadan sungai tersebut membuat lebar badan sungai menjadi menyempit dan mengganggu kelancaran arus aliran air sungai saat terjadi hujan deras.

Penertiban bangli ini menurutnya juga diperlukan untuk melakukan normalisasi sungai baik berupa pengerukan sedimentasi maupun pelebaran sungainya.

“Untuk itu, kami akan membentuk Satgas Penertiban Bangli di sempadan sungai. Mohon pengertian dan kesadaran dari masyarakat yang mendirikan bangunan di sempadan sungai agar proses percepatan penanggulangan banjir ini bisa berjalan dengan lancar,” ucap KDS di sela peninjauan lokasi banjir akibat tanggul sungai jebol, di Desa Bojong Kecamatan Majalaya, Rabu (15/4/2026).

Seperti di Desa Panyadap dan Desa Bojong Kecamatan Majalaya, kata KDS, kedua desa tersebut sudah melaksanakan musyawarah desa untuk pembentukan Satgas Bangli agar dapat berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Sebab perlu intervensi dari pemerintah pusat dalam hal ini BBWS. Seperti di Desa Panyadap Solokanjeruk dan Desa Bojong Majalaya yang dilintasi Sungai Cisunggalah sepanjang 1,8 kilometer itu. Selain perlu intervensi dari pemerintah pusat, juga perlu dukungan dari masyarakat setempat, sebab Sungai Cisunggalah ini perlu diperlebar lagi sepanjang 8 meter dari kedua sisinya,” papar KDS.

Menurutnya, intervensi dari pemerintah pusat juga diperlukan dalam rangka pembiayaan infrastruktur penanggulangan banjir. Sementara APBD Kabupaten Bandung sendiri terbatas untuk membiayai kebencanaan, terlebih ada pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp1 triliun.

“Untuk itulah tim pentahelix ini perlu dibentuk. Selain itu saya mohon kepada pemerintah pusat, kepada Pak Presiden dan Pak Gubernur Jawa Barat, agar Satgas Citarum Harum ini diaktifkan lagi karena masih kami butuhkan dalam memelihara dan melestarikan Sungai Citarum,” ungkapnya.

Satgas Citarum Harum ini menurutnya bukan hanya dibutuhkan Kabupaten Bandung, tapi juga wilayah lain yang dilintasi sungai sepanjang 297 kilometer itu. Khususnya kawasan Cekungan Bandung termasuk Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi, termasuk Kabupaten Sumedang.

“Sebab kalau Sungai Citarum ini kurang dipelihara, baik oleh BBWS maupun Stagas Citarum Harum, dikhawatirkan ke depan kondisinya akan makin kritis dan semakin tidak terkendali,” ucap KDS.

Selain Satgas Bangli, KDS menginstruksikan kepada tujuh camat yang wilayahnya rawan banjir perlu segera membentuk tim pentahelix untuk percepatan penanggulangan banjir.

“Saya instruksikan kepada 7 camat yang wilayahnya rawan banjir untuk segera membentuk tim pentahelix. Saya minta dalam minggu ini harus sudah dibentuk,” tandasnya.

Ketiga komponen itu, Satgas Bangli, Tim Pentahelix dan Satgas Citarum Harum, menurut KDS sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi yaitu banjir dan longsor.(*)

Berita Terkait

Dijuluki Republik PKB, Kabupaten Bandung Jadi Role Model Kepemimpinan Partai
Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan
Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah
Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Musdes Ketiga, Pemdes Malakasari Mantapkan Risalah Tanah Carik untuk Dukung Pembangunan
Distan Gelar Tani Verse, Dukung Lahirnya Generasi Baru Petani

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru