Musdesus Desa Sukahati 2026: Anggaran Dipangkas, Keberpihakan dan Keadilan Warga Jadi Ujian

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 15:02 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Bogor – Pemangkasan Dana Desa 2026 bukan sekadar angka di atas kertas. Di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, kondisi ini menjadi tekanan nyata, program terpangkas, harapan dipertaruhkan, dan pertanyaan soal keadilan muncul di tengah warga.

Pemerintah Desa Sukahati menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan Musyawarah Desa (Musdes) dalam satu rangkaian agenda. Forum ini menjadi ruang krusial, bukan hanya membahas anggaran, tetapi juga menentukan arah nasib warga.

Musdesus difokuskan pada penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT-DD 2026. Sementara Musdes membahas ulang APBDes yang kini harus “dipaksa realistis” akibat pemangkasan dana dari pusat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam forum Kepala Desa H. Endang Gunawan, perwakilan Kecamatan Citeureup Ponco, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, perangkat desa, serta Ketua RW dan RT. Kehadiran semua unsur ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil akan berdampak pada banyak warga.

Dalam forum, Kepala Desa H. Endang Gunawan menegaskan bahwa anggaran dipangkas dan tidak semua program bisa dilaksanakan. “Kita harus memilih—dan pilihan itu tidak mudah,” ujarnya.

Perwakilan Kecamatan Citeureup, Ponco, menambahkan bahwa kondisi serupa terjadi di seluruh desa. Infrastruktur jalan dan kebutuhan mendesak menjadi prioritas, sementara program lain harus siap ditunda.

Ketegangan semakin terasa saat pembahasan BLT-DD berlangsung. Data calon penerima dibuka, diuji, dan diperdebatkan. Di balik angka dan dokumen, terdapat wajah-wajah warga yang berharap bantuan. Keputusan yang diambil berisiko menimbulkan kecemburuan sosial.

Peran RT dan RW menjadi sangat penting. Mereka dituntut jujur, objektif, dan berani, karena satu rekomendasi bisa menentukan siapa yang menerima bantuan dan siapa yang tersisih.

Dalam pembahasan perubahan APBDes, arah kebijakan semakin jelas: pangkas yang tidak prioritas, selamatkan yang mendesak. Namun konsekuensinya, sejumlah program pembangunan harus ditunda, dan sebagian harapan warga harus menunggu lebih lama.

Pemerintah desa berada di persimpangan sulit: menjaga kepercayaan masyarakat atau menghadapi risiko kekecewaan. Meski begitu, komitmen tetap disuarakan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk bekerja setengah hati. Setiap rupiah harus terasa manfaatnya, dan yang paling membutuhkan harus tetap didahulukan.

Musyawarah ini bukan sekadar soal angka atau dokumen anggaran. Ini soal keberpihakan nyata, keberanian memilih di tengah tekanan, dan integritas dalam menegakkan keadilan untuk rakyat.

Kini masyarakat Desa Sukahati menunggu pembuktian. Apakah keputusan hari ini benar-benar adil? Apakah bantuan tepat sasaran? Atau justru menyisakan tanda tanya? Di tengah anggaran yang menyusut, harapan warga justru semakin menguat: pemerintah harus hadir bukan hanya dengan janji, tetapi dengan bukti nyata.

(Aminah)

Berita Terkait

Bekasi Timur Memanas, Kunjungan Dishub di Perlintasan Ampera Picu Lumpuhnya Arus Lalu Lintas, Standar Keselamatan Dipertanyakan
Pengajian Rutin Bojongnangka Menggema: Menguatkan Iman, Mempererat Silaturahmi Warga
Tragedi Flyover Bojong Menteng : Truk Fuso Diduga Rem Blong, Pengendara Motor Tewas di Tempat 
Musdesus BLT DD 2026 Leuwikaret Tetapkan 43 KPM, Bantuan Rp100 Ribu/Bulan Uji Komitmen Transparansi
Dari OTODA ke Aksi Nyata: Camat Gunung Putri Apresiasi Karanggan, Program Habitat Tak Sekadar Janji
Musdes Klapanunggal 2026/2027: Evaluasi Tajam, Aspirasi Mengalir, Arah Pembangunan Ditegaskan Tanpa Kompromi
Roboh Sejak 2022, MI AL-HIKMAH : 200 Siswa Bertahan di Tengah Keterbatasan
TKA 2026 Makin Solid SD Kembangkuning Padukan Akademik Olahraga dan MBG Demi Generasi Unggul

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:47 WIB

Bekasi Timur Memanas, Kunjungan Dishub di Perlintasan Ampera Picu Lumpuhnya Arus Lalu Lintas, Standar Keselamatan Dipertanyakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:54 WIB

Pengajian Rutin Bojongnangka Menggema: Menguatkan Iman, Mempererat Silaturahmi Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:41 WIB

Tragedi Flyover Bojong Menteng : Truk Fuso Diduga Rem Blong, Pengendara Motor Tewas di Tempat 

Kamis, 30 April 2026 - 15:03 WIB

Dari OTODA ke Aksi Nyata: Camat Gunung Putri Apresiasi Karanggan, Program Habitat Tak Sekadar Janji

Rabu, 29 April 2026 - 19:09 WIB

Musdes Klapanunggal 2026/2027: Evaluasi Tajam, Aspirasi Mengalir, Arah Pembangunan Ditegaskan Tanpa Kompromi

Rabu, 29 April 2026 - 19:04 WIB

Roboh Sejak 2022, MI AL-HIKMAH : 200 Siswa Bertahan di Tengah Keterbatasan

Rabu, 29 April 2026 - 11:21 WIB

TKA 2026 Makin Solid SD Kembangkuning Padukan Akademik Olahraga dan MBG Demi Generasi Unggul

Selasa, 28 April 2026 - 18:13 WIB

KPID Jabar Luncurkan Tema dan Logo Anugerah Penyiaran 2026, Dorong Penyiaran Berkualitas dan Berkelanjutan

Berita Terbaru