Kejari Cianjur Limpahkan Lapdu Desa Kamurang ke Inspektorat, Audit Kerugian Negara Mengacu SKB 3 Menteri

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:19 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id, Cianjur – Perkembangan laporan pengaduan (Lapdu) terkait pengelolaan keuangan Desa Kamurang yang disampaikan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur kini memasuki tahap lanjutan. Kejari Cianjur memastikan bahwa laporan tersebut telah ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan Inspektorat Daerah (Irda) untuk dilakukan pemeriksaan serta penghitungan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tim Intelijen Kejari Cianjur mengungkapkan, pelimpahan penanganan awal kepada Inspektorat merupakan bagian dari mekanisme Sistem Pengawasan Berjenjang sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yang mewajibkan penanganan dugaan penyimpangan administrasi pemerintahan desa terlebih dahulu melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Lapdu Desa Kamurang sudah kami tindak lanjuti dan telah dilimpahkan ke Inspektorat untuk dilakukan perhitungan serta pemeriksaan sesuai mekanisme SKB 3 Menteri. Proses tersebut resmi diserahkan pada 18 Februari 2026,” ungkap Tim Intel Kejari Cianjur.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut dijelaskan, Inspektorat memiliki kewenangan melakukan audit serta menghitung potensi kerugian negara. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Kejaksaan Negeri Cianjur dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, apakah cukup diselesaikan melalui mekanisme administratif atau berlanjut ke proses hukum pidana.

Meski telah dilimpahkan ke Inspektorat, Kejari Cianjur menegaskan bahwa pengawasan dan pemantauan tetap dilakukan secara aktif, guna memastikan proses audit berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan perundang-undangan.

“Apabila dari hasil pemeriksaan Inspektorat ditemukan adanya kerugian negara, maka pihak desa wajib mengembalikan kerugian tersebut ke kas negara atau daerah dengan batas waktu maksimal 60 hari sejak hasil audit diterbitkan,” tegas Tim Intel Kejari Cianjur.

Namun demikian, Kejari Cianjur juga menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara tidak serta-merta menghapus kemungkinan proses hukum, apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan unsur pidana atau perbuatan melawan hukum yang bersifat sengaja.

Menanggapi perkembangan tersebut, Pemimpin Redaksi Satunews.id, Dekrizal, menyampaikan bahwa langkah Kejari Cianjur melimpahkan Lapdu ke Inspektorat merupakan bentuk penegakan hukum yang berimbang antara aspek pembinaan dan penindakan.

“Pelimpahan ke Inspektorat ini menunjukkan bahwa proses hukum dijalankan secara berjenjang dan profesional, sesuai aturan SKB 3 Menteri. Namun yang paling penting, proses ini harus dikawal secara transparan agar tidak berhenti hanya pada pengembalian kerugian semata, melainkan juga memastikan akuntabilitas dan efek jera jika ditemukan unsur pidana,” tegas Dekrizal.

Ia menambahkan, Satunews.id akan terus melakukan fungsi kontrol sosial dengan memantau perkembangan penanganan Lapdu Desa Kamurang hingga tuntas. “Pengelolaan dana desa menyangkut kepentingan publik. Karena itu, keterbukaan informasi dan konsistensi aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan mekanisme ini, diharapkan penanganan laporan pengaduan dapat berjalan proporsional, profesional, dan berkeadilan, sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan taat hukum.

(Red)

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Angie Natesha Ketua Wanoja Perjuangan, Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sukamenak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Wujudkan Sekolah Layak, SDN Pandan Arum Sambut Program Revitalisasi APBN 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Bupati Asep Japar Lepas Atlet Sukabumi, Bidik 10 Besar Porprov Jabar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:12 WIB

H. Gundar Pimpin Golkar Kota Sukabumi, Targetkan Enam Kursi Legislatif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Direksi dan Civitas Hospitalia RSUD Sekarwangi Ucapkan Selamat Hari Dokter Nasional 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:04 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Sukagalih Aja Waridin Ajak Generasi Muda Perkuat Akhlak, Ilmu, dan Semangat Membangun Negeri

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Hadirkan KH Cucun Ahmad Syamsurijal, KAC Bahas Modernisasi Pesantren yang Tetap Luhur Tradisinya

Berita Terbaru