Satunews.id
Baleendah– Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dapil 6, Uus Haerudin Firdaus, menegaskan komitmennya mengawal perencanaan dan pengawasan pembangunan saat menghadiri Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Kecamatan Baleendah, Jumat (13/2/2026).
Uus menyebut, Musrenbang kali ini menjadi bagian penting dari tugas DPRD dalam memastikan arah pembangunan 2027 tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah padat penduduk seperti Baleendah yang terdiri dari lima kelurahan dan tiga desa.
Menurutnya, tantangan terbesar tahun 2027 adalah turunnya alokasi anggaran dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut strategi kuat antara DPRD, Forkopimda, Forkopimcam, dan 33 OPD agar program prioritas tetap berjalan.
“Kami yang hadir ini bagian dari Banggar. Dengan anggaran yang menurun, kami akan tetap berusaha mendorong agar wilayah Baleendah yang padat penduduk bisa mendapat alokasi yang layak,” tegasnya.
Ia menyoroti sejumlah isu krusial, mulai dari penanganan banjir melalui penguatan infrastruktur, persoalan sosial kemasyarakatan, hingga penanganan stunting yang masih menjadi pekerjaan bersama.
Selain itu, Uus juga mengingatkan potensi dampak kebijakan pusat terkait rencana penghapusan PBI BPJS yang bisa menjadi tantangan baru bagi masyarakat, khususnya di Baleendah dan Kabupaten Bandung secara umum.
“Ini menjadi motivasi kami di DPRD untuk memperjuangkan anggaran yang berpihak kepada masyarakat. Aspirasi kepala desa dan lurah harus menjadi perhatian, terutama pada APBD Perubahan nanti,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, ia juga mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk kembali menggelar pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan daya beli masyarakat.
Uus menekankan, kestabilan harga pangan sangat penting agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Pasar murah harus kembali digelar. Harga jangan sampai melonjak, karena daya beli masyarakat harus kita jaga,” pungkasnya.
(Asp)



























