Bekerja Dalam Pandangan Sufi

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:13 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Oleh : Idat Mustari***

Satunews.id — Sufi adalah penyebutan untuk orang-orang yang mendalami sufisme atau ilmu tasawwuf. Secara umum istilah “sufi” dikatakan berasal dari kata suf (صوف), yang artinya kain wol, merujuk kepada jubah atau khirqah yang biasa dikenakan para Sufi pada masa awal.

Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah, sehingga ada juga yang berpendapat bahwa kata ini berasal dari kata saf, yakni barisan dalam sholat. Pendapat lain mengatakan kata ini berasal shafa (صفا), yang berarti “kemurnian”. Hal ini menaruh penekanan pada sufisme pada kemurnian hati dan jiwa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seringkali ada orang menganggap orang-orang sufi itu adalah mereka yang anti dunia. Dianggap sebagai pribadi yang hanya duduk di atas sajadah, tenggelam dalam zikir, shalat sampai kakiknya bengkak-bengkak dan menggantungkan hidup hanya dengan berdoa kepada Allah tanpa ikhtiar.

Padahal sufi yang benar adalah mereka yang belajar pada kisah Umar Bin Khatab ra yang pernah menegur keras orang-orang yang seharian habis di masjid tanpa bekerja. Hingga Umar Bin Khatab ra berkata pada mereka,”Ingatlah langit tidak menurunkan emas dan perak.”

Di jalan sufi, doa dan kerja saling melengkapi—bukan saling meniadakan. Imam Ibnu ‘Athailah, salah tokoh sufi besar, pengarang kitab Al-Hikam, memperingatkan bahaya meninggalkan pekerjaan tanpa syar’i, sambil berkata,”Keinginanmu meninggalkan usaha, padahal Allahmasih menempatkan di dunia sebab-akibat, adalah syahwat yang tersembunyi.” Artinya menghindari kerja sambil berlindung di balik dalih spiritual adalah bentuk lain dari keinginan nafsu yang disamarkan dengan jubah kesalehan.

Para sufi adalah pekerja keras, pekerja yang Tangguh seperti Abu Hanifah (imam besar fiqih) adalah pedagang kain. Junaid Al-Baghdadi punya toko pemotong kaca. Sari al-Saqathi adalah saudagar bangunan. Al-Qusyairi setiap hari bekerja, selalu berpuasa sunah dan bersedakah tanpa diketahui banyak orang. Ibnu Khatif belajar memintal benang dan menjualnya untuk menghidupi keluarganya.

Ini semua membuktikan bahwa dunia bukan lawan dari spiritualitas, selama hati tetap terhubung dengan Allah. Para sufi tidak meninggalkan dunia, tapi menggunakannya sebagai ladang amal dan sarana mengumpulkan bekal pulang ke kampung akherat.

Begitupun kata Nabi saw “Wala takunu kalla alan nas”. Janganlah sekali-kali kamu menjadi beban atas manusia lain.” Pernah suatu ketika ada seorang pemuda kuat sedang mencakul di ladang, lantas ada  sahabat berkata,”Seandainya ia ikut berperang maka pahalanya besar. Tapi Nabi saw menegaskan,”Jika ia bekerja untuk mencukupi dirinya dan keluarganya, maka itu adalah jihad di jalan Allah.”

Dengan demikian orang sufi adalah mereka yang bekerja, namun bekerjanya karena Allah. Bekerjanya disertai hati yang bersih dan pikiran jernih. Yang tahu bahwa setiap yang dilakukannya dimintai pertanggung jawaban bukan saja disini tapi kelak disana (akherat), karena bagi dirinya, bekerja itu adalah ibadah.
Wallahu’alam

**Penulis Buku Bekerja karena Allah dan Komisaris di BUMD Kab Bandung

 

Berita Terkait

Banjir Terus Berulang, Warga Cikaret Harapan Jaya Desak Bupati Bogor Turun Langsung Tinjau Lokasi
Pengantin Pria Ditangkap Usai Akad Nikah, Istri Cantik Gagal Malam Pertama Gegara Kasus Curanmor
Euforia Kemenangan Persib Diwarnai Insiden, 19 Kecelakaan dan Satu Kasus Pembacokan Terjadi di Bandung
Pemkot Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Modern, Terima Kunjungan CPIU, CPMU dan Tim Bank Dunia
Pemdes Gunungsari Gelar MUSDES LPJ BUMDes Bina Mitra Desa Tahun 2025, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Usaha Desa
Rupiah Kembali Tertekan, Sentimen Konflik Global dan Ketidakpastian AS-Iran Picu Pelemahan
Oknum Suporter PSM Diduga Tendang Pemain Persib Usai Maung Bandung Menang Dramatis 2-1 di Parepare
Persib Bandung Bungkam PSM Makassar, Euforia Nobar Bobotoh Pecah di Berbagai Daerah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:27 WIB

Banjir Terus Berulang, Warga Cikaret Harapan Jaya Desak Bupati Bogor Turun Langsung Tinjau Lokasi

Senin, 18 Mei 2026 - 21:23 WIB

Pengantin Pria Ditangkap Usai Akad Nikah, Istri Cantik Gagal Malam Pertama Gegara Kasus Curanmor

Senin, 18 Mei 2026 - 18:16 WIB

Euforia Kemenangan Persib Diwarnai Insiden, 19 Kecelakaan dan Satu Kasus Pembacokan Terjadi di Bandung

Senin, 18 Mei 2026 - 15:29 WIB

Pemdes Gunungsari Gelar MUSDES LPJ BUMDes Bina Mitra Desa Tahun 2025, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Usaha Desa

Senin, 18 Mei 2026 - 14:51 WIB

Rupiah Kembali Tertekan, Sentimen Konflik Global dan Ketidakpastian AS-Iran Picu Pelemahan

Senin, 18 Mei 2026 - 13:30 WIB

Oknum Suporter PSM Diduga Tendang Pemain Persib Usai Maung Bandung Menang Dramatis 2-1 di Parepare

Senin, 18 Mei 2026 - 13:13 WIB

Persib Bandung Bungkam PSM Makassar, Euforia Nobar Bobotoh Pecah di Berbagai Daerah

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:57 WIB

Ribuan Warga Padati Bandung, Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Panggung Budaya Terbuka

Berita Terbaru