Perhutani KPH Bandung Utara Perkuat SDM dan Produk Unggulan Menuju Kinerja Berkelanjutan 2026

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:32 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Dadi Santosa S.Hut. (ft. dok.asp)

Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Dadi Santosa S.Hut. (ft. dok.asp)

BANDUNG, SATUNEWS.ID – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menegaskan komitmennya untuk mempertahankan capaian positif sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), optimalisasi unit bisnis, serta perbaikan menyeluruh di berbagai sektor perusahaan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang kehutanan, Perhutani KPH Bandung Utara terus menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama pengelolaan usaha. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi perusahaan pengelola hutan berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat, serta misi mengelola sumber daya hutan secara lestari, peduli terhadap kepentingan sosial dan lingkungan, serta menjalankan bisnis kehutanan berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Dalam menjalankan mandat tersebut, Perhutani KPH Bandung Utara mengelola berbagai produk hasil hutan, baik Hasil Hutan Kayu (HHK) berupa kayu log untuk kebutuhan industri, maupun Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa produksi getah pinus. Selain itu, KPH Bandung Utara juga mengembangkan sektor agrowisata dan jasa kehutanan, termasuk destinasi wisata alam dan pengembangan kopi hutan berbasis kawasan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruh produk dan layanan tersebut dipasarkan melalui unit bisnis Perhutani serta platform digital, sebagai bagian dari strategi perluasan pasar dan adaptasi terhadap dinamika industri kehutanan modern.

Atas nama Administratur KPH Bandung Utara, Dadi Santosa S.Hut selaku Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata menyampaikan bahwa kinerja produksi dan pendapatan KPH Bandung Utara menunjukkan trend positif. Pada tahun 2025, KPH Bandung Utara berhasil meraih Juara 1 Produksi Getah Pinus Kelas Moto 3 dengan raihan 567 poin, serta mencatatkan realisasi pendapatan 120,78 persen dari target RKAP.

_“Capaian ini menjadi modal penting bagi KPH Bandung Utara untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja pendapatan perusahaan pada tahun 2026,”_ ujar Dadi.

Ia menambahkan, dengan mengusung tagline “DILUHUR” (Disiplin, Luar Biasa, Humanis, dan Responsif), KPH Bandung Utara optimistis mampu menjaga performa bisnis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada mitra dan masyarakat.

Produk unggulan perusahaan, seperti getah pinus, terpentin, dan gondorukem, juga menjadi penopang utama kinerja ekspor. Gondorukem atau gum rosin merupakan produk padatan hasil distilasi getah pinus yang memiliki peran penting di berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, kimia, farmasi, kosmetik, hingga industri kreatif dan penggunaan teknis lainnya.

Gondorukem digunakan sebagai bahan perekat, campuran cat dan tinta, bahan paper sizing pada industri kertas, hingga campuran lilin batik dan flux pada proses penyolderan.

Produk ini juga dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, peralatan musik gesek, serta sebagai pelapis logam anti-korosi. Produk gondorukem Perum Perhutani telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan standar internasional.

Hingga 2026, gondorukem tetap menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia, dengan pasar tujuan antara lain China, India, Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan sejumlah negara lainnya. Keberhasilan ini menunjukkan daya saing produk kehutanan nasional di pasar global.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam, Perhutani KPH Bandung Utara menegaskan bahwa orientasi bisnis tidak semata mengejar keuntungan, melainkan menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

_“Keberlanjutan bukan sekadar jargon, tetapi tanggung jawab lintas generasi. Hutan yang dikelola dengan amanah hari ini adalah warisan kehidupan bagi masa depan,”_ ujar Dadi menutup pernyataannya.

Dengan komitmen tersebut, Perhutani KPH Bandung Utara berharap dapat terus berkontribusi bagi ketahanan lingkungan, kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, serta perekonomian nasional secara berkelanjutan. (**)

Berita Terkait

PRIMA Citeureup Gelar Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Ditutup dengan Tasyakuran dan Potong Tumpeng
H. Deden Mulyana Hadiri Festival Ternak Domba Garut, Dukung Pelestarian Budaya dan Kemajuan Peternak
Polda Sumsel Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Jalanan, Tujuh Terduga Pelaku Masih Diburu
Kolam Retensi Tegalluar Jadi Solusi Banjir Bojongsoang, DPRD Siap Kawal Realisasinya
Samsu Dawam, S.H. Siap Mencalonkan Diri Kembali sebagai Kepala Desa Karang Asih Periode 2026–2034
Peringati Hari Lahir Pancasila, Lurah Akim Ajak Warga Jayabakti Perkuat Gotong Royong
Gelorakan 1 Juni, Kades Sukabudi Iim Pitung Ajak Warga Jadikan Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa
Pemilihan Pengisian Anggota BPD Desa Sukaringin Berjalan Transparan dan Kondusif

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:26 WIB

Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:18 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Curanmor di Palembang, Temuan Senpi dan Alat Pembuat Kunci Jadi Fokus Pengembangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:28 WIB

Polda Sumsel Bersama Bea Cukai dan Bareskrim Putus Jalur Distribusi Narkoba Lintas Provinsi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

Kapolda Sumsel: Penanggulangan Senpi Ilegal Bukan Sekadar Penegakan Hukum, Tetapi Menjaga Kemanusiaan

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:54 WIB

Warga Indramayu Laporkan Pemilik Pabrik Beras ke Polisi atas Dugaan Perusakan dan Ancaman

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:28 WIB

Motip Penganiayaan Apep, Masih Dalam Penyelidikan Pihak Kepolisian

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:00 WIB

Ciptakan Ramadan Kondusif, Kabupaten Bandung Gencar Razia Miras

Minggu, 16 Februari 2025 - 20:14 WIB

Viral !!.. Kades Sukaharja Diduga Miliki 13 Titik Lahan Ilegal di Wilayahnya

Berita Terbaru