Kabel Fiber Optik Semrawut, Drainase Terganggu, Diabaikan Tanpa Penataan Pihak Terkait

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:37 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Pasawahan, — Pantauan di lapangan menunjukkan kabel fiber optik terpasang tidak tertata pada tiang-tiang utilitas yang berdiri rapat di sisi jalan. Bahkan, sejumlah kabel ditemukan dalam kondisi tergeletak di bawah dan melintang di area saluran air, mencerminkan lemahnya penataan utilitas publik

Kondisi tersebut diketahui saat Tim Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot dan Perhimpunan Remaja Masjid ( PRIMA ) Citeurep tengah melakukan kegiatan normalisasi drainase di kawasan Jalan Mengger.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketika kami melakukan normalisasi drainase, ditemukan beberapa kabel optik tergeletak di bawah, bahkan berada di jalur aliran air. Ini jelas mengganggu fungsi drainase dan berisiko saat debit air meningkat,” ungkap salah satu anggota PRIMA di lokasi kegiatan pada Rabu (17/17/2025)

Buruknya penataan utilitas tersebut dikhawatirkan berdampak pada keselamatan pengguna jalan serta meningkatkan potensi genangan dan banjir, terutama saat hujan deras.

Secara regulasi, penataan jaringan telekomunikasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi serta Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi, yang menegaskan bahwa pembangunan jaringan wajib menjamin keselamatan, ketertiban umum, serta tidak mengganggu fasilitas publik.

Selain itu, Permen PUPR Nomor 20/PRT/M/2010 mengatur bahwa utilitas jalan tidak boleh menghambat fungsi jalan maupun saluran drainase.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot Tri Harmanto menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan dan koordinasi antar pihak terkait.

“Penataan kabel optik dan tiang utilitas harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi. Jangan hanya dirapikan sementara, tetapi pastikan tidak mengganggu saluran drainase. Jika dibiarkan, persoalan ini akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai kawasan industri, Jalan Mengger seharusnya menjadi penataan infrastruktur yang tertib, aman, dan ramah lingkungan.

Warga berharap pemerintah daerah bersama perusahaan pemilik utilitas telekomunikasi segera melakukan penataan terpadu, termasuk relokasi tiang dan kabel yang menghambat saluran drainase.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi dari instansi terkait serta pihak pengelola utilitas telekomunikasi.

(Asp)

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan
Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan
Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot
Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru