Satunews.id
Kab. Bandung – Upaya penanganan banjir di kawasan Dayeuhkolot kembali menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Bandung bersama sejumlah instansi teknis dan pemangku kepentingan,
Kegitan berlangsung di Gedung Pinus Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJIS), Jalan Moch. Toha, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Selasa (11/11/2025).
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Dinas PUTR Kabupaten Bandung, BPBD, PSDA Provinsi Jawa Barat, serta tokoh masyarakat dan kalangan pengusaha yang beroperasi di kawasan industri Dayeuhkolot.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menjelaskan bahwa kawasan Dayeuhkolot memiliki kondisi geografis yang cukup menantang. Sebagian wilayahnya berada di dataran rendah dengan elevasi lebih rendah dari permukaan Sungai Citarum.
“Kondisi geografis ini menjadi tantangan tersendiri. Karena posisi wilayah lebih rendah dari permukaan sungai, potensi genangan sangat tinggi setiap musim hujan,” ujar Zeis.
Menurut Zeis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum telah memetakan sekitar 20 titik kolam retensi (folder) yang berfungsi menampung limpasan air saat curah hujan tinggi. Dari jumlah tersebut, 11 kolam sudah selesai dibangun, sementara sisanya masih dalam tahap perencanaan.
Selain itu, sejumlah langkah teknis juga tengah disiapkan, seperti normalisasi saluran drainase, perbaikan pompa air di kawasan Bojong Asih dan Cipalasari, serta pembuatan sistem resapan air di area permukiman padat penduduk.
“Dengan dukungan semua pihak melalui konsep pentahelix, kami optimistis penanganan banjir di Dayeuhkolot bisa dilakukan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Zeis.
Dari hasil musyawarah tersebut, tokoh masyarakat Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, terpilih sebagai Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot.
Tri Rahmanto menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut. Ia juga mengajak seluruh perusahaan dan masyarakat untuk aktif berkontribusi mendukung langkah pemerintah daerah dalam penanganan banjir.
“Kita siap melaksanakan arahan Bupati Bandung. Setiap perusahaan harus berkontribusi, jangan hanya duduk manis. Mari bantu pemerintah menyelesaikan persoalan banjir ini,” tegas Tri Rahmanto.
Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah, instansi teknis, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kerja sama dalam mewujudkan Dayeuhkolot bebas banjir melalui kolaborasi pentahelix. (Asp)


























