Pemkab Sumenep : Haul dan Jamasan Pusaka Menjadi Tradisi Turun Temurun Budaya Leluhur di Madura

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:14 WIB

5026 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, satunews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama pelestari budaya leluhur Pelar agung berkomitmen akan membawa Tradisi agung Jamasan Keris ke panggung budaya internasional yang selama ini menjadi budaya lokal di Madura.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara sakral Haul Akbar Jamasan Pusaka Keraton yang digelar di Desa Aeng Tong-Tong. Rabu (02/07/2025).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tidak hanya hadir sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai penjaga warisan budaya leluhur masyarakat Madura khususnya masyarakat Sumenep.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan budaya itu turut serta dihadiri empu, budayawan, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

“Proses pelaksanaan jamasan tahun ini tidak seperti biasa, akan tetapi juga menghadirkan pemaparan sejarah panjang keris untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur dengan cara menjaga dan merawatnya,” tuturnya.

Jamasan Keris bukan sekadar seremoni tahunan. Penyelenggaraan selama lebih dari tiga tahun terakhir sebagai modal kuat untuk mengusulkan tradisi ini masuk dalam kalender budaya internasional melalui Kementerian Kebudayaan.

“Desa Aeng Tong-Tong sudah ditetapkan sebagai Desa Wisata Keris. Sekarang saatnya kita naik kelas, membawa Jamasan Keris sebagai bagian dari identitas Indonesia di mata dunia,” tegasnya.

Lanjutnya Bupati Fauzi dengan penuh semangat, langkah ini tidak akan mungkin bisa dioptimalkan tanpa dedikasi komunitas dan paguyuban empu yang selama ini konsisten merawat nilai-nilai luhur keris sebagai warisan seni dan filosofi adiluhung.

Dalam suasana yang sarat makna spritual, Bupati Fauzi bahkan membeli langsung sebuah keris buatan pemuda berusia 20 tahun. Pilihan itu bukan tanpa alasan. Baginya, regenerasi empu adalah urusan strategis dan mendesak.

“Yang saya beli bukan karena pamornya, tapi karena itu karya pemuda. Ini bentuk penghargaan kita. Generasi muda harus terus didorong untuk terlibat dalam pelestarian keris,” ujarnya.

Langkah nyata Bupati Sumenep diperkuat dengan kebijakannya yang mewajibkan keterlibatan pelajar dalam setiap event budaya, termasuk Jamasan Keris.

“Kalau tidak diundang, mereka tidak akan tahu. Edukasi ini harus jadi bagian dari setiap pelestarian budaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya melestarikan pusaka sebagai benda, tetapi juga menjaga pengetahuan, filosofi, dan keahlian dalam proses pembuatannya.

Terlebih, Desa Aeng Tongtong telah dikenal sebagai salah satu sentra keris nasional dengan banyak empu keris ternama.

Fauzi berharap masyarakat terus membina generasi muda agar kelak mampu menjadi empu keris hebat yang meneruskan warisan keahlian membuat pusaka.

“Generasi sekarang harus mau belajar menjadi empu keris agar warisan leluhur tetap abadi lintas zaman,” pungkas Bupati Fauzi di sela-sela kegiatan berlangsung.

Haul dan jamasan pusaka itu digagas oleh komunitas Pelar Agung sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah keahlian membuat keris yang diwariskan turun-temurun kepada warga Desa Aeng Tongtong.

Prosesi dimulai dengan doa bersama, dilanjutkan dengan ritual penjamasan pusaka Keraton Sumenep dan pusaka milik masyarakat desa.

Ritual dilaksanakan dengan tata cara adat, menggunakan air khusus yang telah diritualkan dan diiringi doa-doa sakral.

Tokoh budaya setempat menegaskan, jamasan pusaka bukan hanya membersihkan benda pusaka secara fisik, tetapi juga sebagai momentum spiritual untuk merawat nilai-nilai luhur para leluhur.

“Pusaka bukan sekadar benda mistis, tetapi simbol peradaban, ketekunan, dan jati diri budaya,” ungkap tokoh budaya Pelar Agung.

Kegiatan haul dan jamasan tersebut disambut antusias oleh masyarakat untuk menyaksikan prosesi sekaligus memanjatkan doa bersama demi keselamatan dan keberkahan desa.

“Ini wujud nyata kami menjaga amanah leluhur. Semoga semangat ini diwariskan terus dari generasi ke generasi,” kata salah satu empu keris yang ikut serta dalam prosesi.

Pemkab Sumenep akan terus memberikan dorongan agar kegiatan semacam itu bisa dikembangkan.

 

(rul)

Berita Terkait

Pikiran Rakyat Gelar Anugerah Penghargaan 60 Tahun untuk Tokoh-Tokoh Jabar di Savoy Homann
Gebrakan Dua Desa! Layanan Kesehatan di Bojongnangka Diserbu Warga, Skrining TB hingga Hipertensi Jadi Sorotan
3 Tahun Teror Seksual Anak di Bekasi: Negara Diuji, Predator Harus Dihukum Tanpa Ampun
Klinik Anggi–UTD RSUD Cileungsi Satukan Aksi Kemanusiaan: 22 Kantong Darah Terkumpul
“Sidak Tak Digubris, Aktivitas Galian C di Cikahuripan Diduga Berubah Jadi Pembuangan Sampah Ilegal”
Cegah Stunting! Lurah Ciriung Turun Langsung ke Posyandu
Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 16:18 WIB

Pikiran Rakyat Gelar Anugerah Penghargaan 60 Tahun untuk Tokoh-Tokoh Jabar di Savoy Homann

Selasa, 21 April 2026 - 13:14 WIB

Alhamdulillah! Usulan KDS Disetujui Menteri PU, Tiga Proyek Pengendali Banjir Dibangun Tahun Ini

Selasa, 21 April 2026 - 12:32 WIB

Jembatan Gantung Parunghalang–Sangkuriang Ditutup, BBWS Citarum Lakukan Perbaikan

Selasa, 21 April 2026 - 08:09 WIB

KDS dan KDM Sepakat Atasi Banjir dan Sampah di Bandung Raya Bersama

Minggu, 19 April 2026 - 23:41 WIB

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Berita Terbaru