Satunews.id Sumedang – Senin , 9 September 2024, Bendungan Cariang yang terletak di Desa Ujungjaya merupakan fasilitas penting dalam membagi pengairan untuk mendukung pertanian di wilayah Kecamatan Ujungjaya. Namun, hingga saat ini, manfaat dari bendungan tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat petani.

Rehabilitasi bendungan yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali ternyata tidak efektif dan mengakibatkan pemborosan anggaran. Bendungan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda ini tidak mampu menahan air untuk irigasi, sehingga anggaran yang dialokasikan banyak yang terbuang sia-sia. Pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) hanya melakukan perbaikan sementara, sehingga aliran air ke saluran irigasi pembagi tidak optimal.
Pelaksanaan rehabilitasi dilakukan dengan sembarangan, menggunakan material tanah dari bantaran Sungai Cipelang. Akibatnya, waduk yang dibangun dengan tanah lumpur ini tidak mampu bertahan saat musim penghujan, menyebabkan tanahnya terbawa arus dan berakibat pada pendangkalan sungai yang menjadi sedimen. Hal ini bisa menghambat aliran air dan menyebabkan pemborosan anggaran yang cukup besar.

Terkait anggaran pembangunan, belum ada kejelasan apakah dana milyaran rupiah yang direncanakan sudah dicairkan atau hanya sebatas permainan. Pengawas lapangan, Rijki, menyatakan bahwa proyek ini masih dalam masa perawatan. Kepala Desa Ujungjaya, Cucun Alvian, menjelaskan bahwa ada beberapa kegiatan normalisasi yang dilakukan oleh berbagai pihak pada saluran irigasi untuk beberapa desa di Kecamatan Ujungjaya, khususnya untuk sektor pertanian.
(Dedi S.)**



























