Menghadapi Musim Kemarau, BPBD Kab Bandung Ingatkan Masyarakat Hemat Pemakaian Air Bersih

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 16 Juni 2024 - 05:42 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

satunews.id
KAB. BANDUNG – Jelang musim kemarau tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Bandung menghimbau masyarakat untuk menghemat pemakaian air bersih dalam kebutuhan sehari-hari. Meski sewaktu-waktu masih turun hujan di beberapa wilayah Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama mengatakan bahwa menghadapi potensi musim kemarau, saat ini sudah ada surat peringatan dini yang dilayangkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Bahwa pada bulan Juni ini hingga September 2024, berpotensi terjadi musim kering atau kemarau. Walau masih ada turun hujan, kita tetap meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kekeringan tersebut,” kata Uka Suska di Soreang, Minggu (16/6/2024).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah juga sudah melakukan berbagai langkah dan ikhtiar menghadapi potensi musim kemarau tersebut. Di antaranya, BPBD Kabupaten Bandung sudah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) di internal jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung.

“Termasuk kita juga sudah mengikuti dan menghadiri rakor di BPBD Provinsi Jabar, untuk antisipasi musim kemarau tahun ini,” katanya.

Saat ini pula, imbuh Uka Suska, BPBD sedang melakukan langkah-langkah ikhtiar berupa kaji cepat survei lapangan atau monitoring ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Sejumlah kecamatan dijadikan sample untuk mengetahui ketersediaan air bersih disaat memasuki musim kemarau. Pelaksanaan survei lapangan itu dalam upaya pengumpulan data supaya lebih akurat dalam upaya penanganan kebencanaan,” ujarnya.

Meski demikian, Uka Suska mengatakan beberapa waktu lalu sudah ada beberapa desa yang minta bantuan pendistribusian air bersih, namun kemudian kembali turun hujan.

“Intinya BPBD siap siaga dalam menghadapi musim kemarau. Sesuai dengan prediksi bahwa bulan Juni sampai September 2024 memasuki musim kemarau,” katanya.

Namun ia memperkirakan bahwa musim kemarau tahun 2024 ini, tidak sehebat pada tahun 2023 yang diketahui lebih lama.

“Tahun 2023 sebanyak 30 kecamatan yang terdampak kekeringan atau kekurangan air. BPBD mendistribusikan air hampir 9,3 juta liter. Kemudian kebakaran lahan dan hutan 271 kejadian di Kabupaten Bandung. Didominasi kebakaran kebun milik masyarakat, dan kebakaran hutannya hanya sedikit,” jelasnya.

Namun tahun 2024, kata dia, walau sudah mulai memasuki musim kering dan sewaktu-waktu turun hujan, belum ada keluhan yang berarti di lapangan karena persediaan air bersih secara umum masih relatif tersedia.

Uka Suska memprediksi bahwa tahun 2024 ini, ancaman kekeringan tidak akan sehebat tahun 2023. Sebab tahun 2023, sejak Juni sampai Nopember dilanda kekeringan. Memasuki bulan Nopember 2023 sudah mulai ada turun hujan.

“Selama musim kering tahun 2023 lalu, sebanyak 1,8 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung yang terlayani air bersih yang didistribusikan oleh BPBD,” katanya.

Lebih lanjut Uka Suska berharap kepada para kepala desa, lurah maupun camat untuk mengoptimalkan fungsi dan pemanfaatan embung-embung dalam ketersediaan air untuk antisipasi musim kemarau tersebut.

“Fungsi embung-embung itu adalah untuk menyimpan air. Dengan harapan disaat kemarau bisa digunakan untuk kebutuhan air masyarakat,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat jangan sembarangan membakar sampah. Pengelolaan dan pengurusan sampah bisa lebih optimal dalam upaya pencegahan peristiwa kebakaran.
Editor: Uden

Berita Terkait

Buka Akses Ekonomi, Pangdam II/Sriwijaya Resmikan Jembatan Gantung Garuda di OKU
Dinsos Juara 2, Dinas Pangan Juara 3 Unjuk Kapinter ASN Kota Cimahi
Reuni Nasional Atribut 2000 di Tegal, Perkuat Soliditas Prajurit TNI AD
Merajut Kenangan, Bupati OKU Hadiri Halal Bihalal Perantau Sumbagsel, Perkuat Kebersamaan Lintas Provinsi
Dinsos OKU Evakuasi ODGJ Sakit Terlantar di Depan Gedung DPRD, Langsung Dirujuk ke RS
Respon Keluhan Masyarakat, Bupati OKU Luncurkan Pengurasan Perpipaan IPA PDAM Tirta Raja
Pikiran Rakyat Gelar Anugerah Penghargaan 60 Tahun untuk Tokoh-Tokoh Jabar di Savoy Homann
IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:47 WIB

Bekasi Timur Memanas, Kunjungan Dishub di Perlintasan Ampera Picu Lumpuhnya Arus Lalu Lintas, Standar Keselamatan Dipertanyakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:54 WIB

Pengajian Rutin Bojongnangka Menggema: Menguatkan Iman, Mempererat Silaturahmi Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:41 WIB

Tragedi Flyover Bojong Menteng : Truk Fuso Diduga Rem Blong, Pengendara Motor Tewas di Tempat 

Kamis, 30 April 2026 - 15:03 WIB

Dari OTODA ke Aksi Nyata: Camat Gunung Putri Apresiasi Karanggan, Program Habitat Tak Sekadar Janji

Rabu, 29 April 2026 - 19:09 WIB

Musdes Klapanunggal 2026/2027: Evaluasi Tajam, Aspirasi Mengalir, Arah Pembangunan Ditegaskan Tanpa Kompromi

Rabu, 29 April 2026 - 19:04 WIB

Roboh Sejak 2022, MI AL-HIKMAH : 200 Siswa Bertahan di Tengah Keterbatasan

Rabu, 29 April 2026 - 11:21 WIB

TKA 2026 Makin Solid SD Kembangkuning Padukan Akademik Olahraga dan MBG Demi Generasi Unggul

Selasa, 28 April 2026 - 18:13 WIB

KPID Jabar Luncurkan Tema dan Logo Anugerah Penyiaran 2026, Dorong Penyiaran Berkualitas dan Berkelanjutan

Berita Terbaru