Desa Sukaluyu Kembangkan Komoditas Teh dan Kopi

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 13:22 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews

KAB. BANDUNG –Iklim dan ketinggian Desa Sukaluyu Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, yang berada lebih dari 1200m dpl, tidak memungkinkan Desa tersebut mengembangkan ternak kambing, karena iklimnya yang terlalu dingin. Bisa saja ternak kambing dikembangkan di Desa Sukaluyu tapi pertumbuhannya tidak optimal. Begitupun halnya dengan ikan, ternak ikan lebih sulit karena hanya sedikit yang memiliki kolam.
“Akhirnya kami memilih mengembangkan komoditas tanaman perkebunan, yaitu teh dan kopi. Hal ini diputuskan berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat” demikian dikemukakan oleh Kepala Desa Sukaluyu, H.Koswara A.Md, melalui Sekretaris Desa Asep Taryana pada media (12/1). Sebenarnya iklim yang cocok untuk beternak adalah sapi, pakan sapi tersedia melimpah, namun untuk tahun 2023 ternak sapi tidak dikembangkan, karena fokus ke komoditas teh dan kopi. Hal ini dilakukan karena pasar teh dan kopi masih menguntungkan.
“Anggaran untuk tanaman teh dan kopi diambil dari anggaran Ketahanan Pangan yang 20%. Total anggaran diatas 200 juta. Selain untuk teh dan kopi, Desa juga membangun Jalan Usaha Tani yang menghubungkan transportasi ke daerah hutan” tambah Asep Taryana.
Luasnya wilayah Desa Sukaluyu yang berbatasan dengan Kabupaten Garut arah selatan, membuatnya memerlukan akses jalan yang memadai. Akses jalan bagus diperlukan untuk mengangkut hasil tani, baik keperluan pertanian seperti pupuk dan bibit. Tanpa jalan yang bagus, akan menyulitkan petani untuk berakselerasi dalam peningkatan taraf pendapatan mereka.
Pemilihan komoditas teh dan kopi dinilai sangat tepat, karena sebagian wilayah Desa Sukaluyu adalah kebun teh. Ada banyak petani yang berkebun teh dikebun mereka sendiri, begitupun kopi, selain di tanam melalui program Perhutanan Sosial, Desa Sukaluyu memiliki kelompok petani kopi mandiri. Permintaan akn kopi dan teh masih tinggi, sehingga tidaklah salah jika kedua komoditas itu yang menjadi prioritas.
Untuk kegiatan Dana Desa,.lanjut Asep Taryana, ada anggaran pencegahan stunting, dan hanya ada kasus stunting yang saat ini sedang dalam pengawasan intensif oleh pemerintah Desa. Kemiskinan ekstrim tidak ada, karena masyarakat masih bisa makan. Cost kehidupan di Desa berbeda dengan di Kota. Masyarakat Desa lebih sederhana. Hingga saat ini program Ketahanan Pangan Desa Sukaluyu masih bergulir, hasil dari pengembangan komoditas akan dibagi dengan Desa untuk digulirkan ke kelompok lain, “kita tidak memiliki stok pangan karena di Sukaluyu tidak ada yang krisis pangan, namun tetap saja jika ada yang membutuhkan, akan kita bantu” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor
Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!
BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas
Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Kelas I Palembang Perkuat Patriotisme dan Integritas
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  
Lima Pegawai Lapas Kelas I Palembang Ikuti Uji Kompetensi Profiling ASN Tahap 2  

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru