Bupati Bandung Tahun 2024 Targetkan 100.000 Sertifikat Tanah Untuk Warga 

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 27 Desember 2023 - 01:48 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ANDUNG |satunews.id| Bupati Bandung Dadang Supriatna berharap semua aset desa di Kabupaten Bandung harus bersertifikat.

Hal itu diungkapkan Bupati Bandung saat melaksanakan giat Rembug Bedas ke-81 di Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Selasa (26/12/2023).
“Apakah semua warga di Desa Mekarsaluyu sudah memiliki sertifikat tanah? Saya nitip ke Pak Kades, tahun 2024 semua masyarakat yang belum memiliki sertifikasi tanah untuk diusulkan untuk mendapatkan program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap). Saya menargetkan 100.000 sertifikat tanah untuk tahun 2024, silahkan Pak Kades. Warga yang belum memiliki sertifikat tanah untuk segera daftarkan untuk segera mendapatkan sertifikat tanah massal,” kata Dadang Supriatna.


Ia juga berharap kepada Camat Cimenyan untuk menertibkan aset tanah carik desa se-Kecamatan Cimenyan. “Untuk dibuatkan sertifikat,” harapnya.
Bupati Bandung menegaskan kepemilikan sertifikat tanah itu membuktikan hak kepemilikan lahan dan kepastian hukum bagi masyarakat.
“Yang penting semua masyarakat memiliki sertifikat tanah,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Dadang Supriatna mendorong Kepala Desa, RW dan RT untuk menyediakan pangan guna mengantisipasi kebutuhan warga yang mengalami rawan pangan.
“Pak Kades untuk menyiapkan cadangan pangan. Boleh setiap desa membuat baper stok, apabila warga yang belum masak nasi segera diberi oleh Pak Kades,” kata Dadang Supriatna.
Ia menyebutkan desa bisa menyediakan stok pangan sebanyak 1 ton beras per tahun. “Itu bisa dibahas dan dibuat dalam musyawarah desa. Pak RT dan Pak RW juga bisa membahas pembangunan di tingkat RW. Bahkan pembahasan rencana pembangunan di tingkat dusun, hingga tingkat desa,” ucapnya.
Menurut Bupati Bandung, bahwa kebutuhan anggaran untuk pembangunan itu bisa dicover melalui APBDes maupun APBD. “Ini semua harus tertib,” katanya.
Pada Rembug Bedas di Desa Mekarsaluyu, orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini turut mengungkapkan ada lima hal yang harus dijalankan oleh Kepala Desa dalam menghadapi Indonesia Emas Tahun 2045. Pertama, peningkatan kualitas SDM yang profesional dan paham IT (Informasi dan Teknologi). Selain itu paham tentang digitalisasi atau sudah melek IT.
“Melek IT ini tidak hanya Kepala Desa dan Sekdes, juga diikuti oleh para Ketua RW, RT dan termasuk para kader semuanya karena ini untuk aset masa depan,” katanya.
Kedua big data, ketiga riset dan development, keempat institusi yang kuat, dan kelima mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.
Bupati Bandung juga turut membahas tentang big data, terkait dengan pendataan di setiap RT ada berapa warga miskin ekstrem, dan berapa warga yang sudah memiliki ijazah SD, SMP dan SMA.
“Berapa warga stunting, dan berapa warga yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Kemudian berapa orang disabilitas, termasuk data jumlah petani. Ini sangat penting kalau big data sudah lengkap. Pak Kades dan BPD tidak bingung buat program dan bisa dibahas melalui musyawarah desa,” katanya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna berharap tahun depan di Kecamatan Cimenyan bisa mendirikan SMA baru untuk mengantisipasi anak putus sekolah. Sebab, anak yang mau melanjutkan sekolah ke SMA Negeri terkena sistem zonasi.
“Tanah sudah ada seluas 3500 meter persegi. Tinggal membangun sekolahnya (SMA),” katanykatanya.Kang DS pun mengaku bahagia setelah mendengar dan melihat sejumlah masyarakat di Desa Mekarsaluyu sudah mengembangkan budidaya ayam petelur. Ia pun mendorong kepada warga yang mengembangkan usaha budidaya ayam petelur itu untuk membuat koperasi.Menurutnya, untuk mengembangkan usaha itu para pelaku usaha bisa memanfaatkan dana sebesar Rp 70 miliar yang berasal dari program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini untuk masyarakat Kabupaten Bandung yang memiliki keinginan untuk usaha. Bisa dikelola perseorangan atau melalui kelompok atau koperasi dengan pinjaman awal dibatasi Rp 2 juta per orang. Pinjaman ini bisa digunakan untuk modal usaha budidaya ayam petelur,” katanya.**

Berita Terkait

Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor
Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!
BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas
Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Kelas I Palembang Perkuat Patriotisme dan Integritas
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang  
Lima Pegawai Lapas Kelas I Palembang Ikuti Uji Kompetensi Profiling ASN Tahap 2  

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru