Maulid Nabi dan HUT RI ke-81 di Tlajung Udik, Pemdes Ajak Warga Perkuat Iman, Kerukunan, dan Kebersamaan
Satunews.id, Bogor – Pemerintah Desa (Pemdes) Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah yang dirangkaikan dengan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Negeri”, kegiatan berlangsung di halaman Kantor Desa Tlajung Udik sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Peringatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi momentum mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dalam kehidupan masyarakat.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat Nabi, serta tausiyah keagamaan yang disampaikan KH. Nana Fauzi, Ki Sangkuriang dari Bekasi.
Kegiatan turut dihadiri Kepala Desa Tlajung Udik Yusuf Ibrahim, Ketua TP-PKK Reny Erawati, Sekretaris Desa sekaligus Ketua Panitia Abdul Harly, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gunung Putri Abdulloh yang mewakili Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, Ketua MUI Desa Tlajung Udik Nurdiansyah, Ketua DMI, Ketua BPD, jajaran perangkat desa, para kepala dusun, Karang Taruna, Posyandu, SPM, RT/RW, para asatid, tokoh agama, sesepuh, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Binwil, tim hadroh ibu-ibu Desa Tlajung Udik, relawan desa, tokoh masyarakat, serta jamaah dan masyarakat Desa Tlajung Udik.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tlajung Udik Yusuf Ibrahim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT Kemerdekaan RI ke-81.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Mudah-mudahan wasilah dari kegiatan ini menjadi manfaat bagi kita semua dan membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Tlajung Udik,” ujar Yusuf Ibrahim.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintahan desa, para asatid, serta masyarakat yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan.
Yusuf menegaskan, Pemdes Tlajung Udik tidak dapat menjalankan pemerintahan dan pembangunan desa secara sendiri. Dukungan serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan berbagai program pembangunan.
“Pemdes tidak bisa berjalan sendiri. Apa yang kita rencanakan, apa yang kita programkan untuk Desa Tlajung Udik, tentunya membutuhkan dukungan dan kebersamaan dari seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun desa ini,” tegasnya.
Menurut Yusuf, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat merupakan kunci agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gunung Putri Abdulloh, yang hadir mewakili Pemerintah Kecamatan Gunung Putri, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurut Abdulloh, peringatan Maulid Nabi yang dirangkaikan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-81 memiliki makna penting karena mempertemukan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.
Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, persatuan, kerukunan, serta semangat gotong royong sebagai kekuatan dalam mendukung pembangunan desa.

Memasuki acara inti, KH. Nana Fauzi, Ki Sangkuriang dari Bekasi, menyampaikan tausiyah yang dikemas secara komunikatif dan diselingi humor sehingga mendapat antusiasme dari para jamaah.
Dalam tausiyahnya, KH. Nana Fauzi mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum untuk mengenang, mencintai, dan meneladani Rasulullah SAW.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui perayaan atau seremoni. Keteladanan Nabi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak, ibadah, kepedulian, dan hubungan baik dengan sesama.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa menjaga sholat lima waktu dan membaca Al-Qur’an.
“Jangan pernah meninggalkan sholat dan ngaji. Sholat lima waktu jangan ditinggalkan. Sehari semalam ada 17 rakaat yang wajib kita jaga, jangan pernah ditinggalkan,” pesannya.
Selain itu, KH. Nana Fauzi mengajak masyarakat menerapkan prinsip silih asah, silih asuh, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menjaga, dan hidup rukun.
“Silih asah, silih asuh. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menjaga, dan hidup rukun. Jangan sampai perbedaan membuat kita saling menjauh,” pesannya.
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Desa Tlajung Udik Nurdiansyah.
Dalam suasana khidmat, seluruh jamaah memanjatkan doa untuk keberkahan, kesehatan, keselamatan, kerukunan, dan kemajuan masyarakat Desa Tlajung Udik.
Doa juga dipanjatkan untuk bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, keamanan, dan keberkahan.
Sebagai penutup, Kepala Desa Tlajung Udik Yusuf Ibrahim bersama Ketua TP-PKK Reny Erawati, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gunung Putri Abdulloh, Ketua MUI Nurdiansyah, Ketua DMI, KH. Nana Fauzi, jajaran pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para undangan melakukan foto bersama.

Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat Desa Tlajung Udik dalam memperkuat persaudaraan sekaligus mendukung pembangunan desa.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H yang dirangkaikan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi momentum untuk menyatukan nilai keagamaan, semangat kebangsaan, dan kekuatan kebersamaan masyarakat.
Keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi landasan dalam membangun akhlak dan karakter masyarakat. Sementara semangat kemerdekaan menjadi energi untuk terus bergerak, berkarya, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat serta bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai berlangsung lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan.
Dari halaman Kantor Desa Tlajung Udik, pesan tersebut kembali diteguhkan: menjaga sholat dan ngaji, saling asah, saling asuh, hidup rukun, serta memperkuat persatuan.
Sebab, pembangunan desa tidak dapat berjalan tanpa kebersamaan. Pemerintah desa membutuhkan dukungan, partisipasi, dan sinergi seluruh masyarakat untuk mewujudkan Tlajung Udik yang semakin maju, rukun, dan penuh keberkahan.
(Aminah)


























