Desa Taman Bali Belajar Transformasi Desa Cijayanti: Infrastruktur, Ekonomi dan Ketahanan Pangan Jadi Sorotan
Satunews.id, Bogor – Sebanyak 33 perangkat Pemerintah Desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, melakukan kunjungan orientasi lapangan ke Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Kamis (13/8/2026).
Rombongan yang terdiri atas perangkat Pemerintah Desa Taman, Ketua BPD beserta anggota tersebut dipimpin langsung oleh Perbekel atau Kepala Desa Taman, I Gusti Made Sudarpa.
Kunjungan tersebut menjadi momentum pertukaran pengalaman antardesa, terutama mengenai pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi desa, hingga ketahanan pangan.

Sekretaris Desa Cijayanti, Komarudin, yang akrab disapa Omay, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemerintah Desa dan BPD Taman.
“Alhamdulillah, kami mendapat kunjungan orientasi lapangan dari perangkat dan BPD Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, ke Desa Cijayanti,” ujar Komarudin.
Menurut Omay, kunjungan tersebut terasa istimewa karena rombongan Desa Taman dapat melihat secara langsung berbagai perkembangan yang telah berlangsung di Desa Cijayanti dalam kurun waktu satu dekade terakhir.
Ia mengatakan, rombongan Desa Taman menunjukkan antusiasme terhadap perubahan yang terjadi di Desa Cijayanti, khususnya sejak 2016 hingga 2026.
“Mereka sangat tertarik dan mengapresiasi perubahan Desa Cijayanti dari tahun 2016 sampai saat ini, terutama dalam bidang infrastruktur, ekonomi dan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Omay menjelaskan, perkembangan Desa Cijayanti merupakan hasil dari proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah desa, masyarakat serta berbagai unsur terkait.
Dalam orientasi lapangan tersebut, rombongan Desa Taman menggali berbagai pengalaman dan praktik pembangunan yang dilakukan Pemerintah Desa Cijayanti.
Sektor infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama. Rombongan melihat bagaimana pembangunan desa dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kepentingan masyarakat.
Selain infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM juga menjadi bagian dari pembahasan. Potensi lokal dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, sektor ketahanan pangan turut menjadi perhatian. Desa memiliki posisi strategis dalam mendorong kemandirian pangan melalui pemanfaatan potensi dan sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.
Omay menegaskan, setiap desa memiliki karakteristik, persoalan, sumber daya dan potensi yang berbeda.
Karena itu, hasil orientasi lapangan tidak dimaksudkan untuk meniru seluruh program secara langsung, melainkan menjadi referensi yang dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan Desa Taman.

Kepala Desa Cijayanti, H. Ahmad Paojan, S.Kep., menyambut baik kunjungan Pemerintah Desa dan BPD Taman dari Kabupaten Badung, Bali.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kesempatan untuk mempererat komunikasi dan hubungan antarpemerintahan desa.
“Setiap desa memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Namun, kita bisa saling belajar dari pengalaman masing-masing untuk meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata H. Ahmad Paojan.
Ia berharap pertukaran pengalaman antardesa dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih luas dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis dari Kepala Desa Cijayanti H. Ahmad Paojan, S.Kep., kepada Perbekel/Kepala Desa Taman, I Gusti Made Sudarpa.

Penyerahan cinderamata tersebut menjadi simbol penghormatan, persahabatan dan hubungan baik antara Pemerintah Desa Cijayanti dengan Pemerintah Desa Taman.
Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama antara rombongan Desa Taman dan jajaran Pemerintah Desa Cijayanti.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan sukses.
Kunjungan dari Bali ke Bogor tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi, inovasi, kolaborasi dan keberpihakan terhadap kebutuhan masyarakat.
Perjalanan perubahan Desa Cijayanti sejak 2016 hingga 2026 pun menjadi pengalaman yang dapat dibagikan dan dipelajari bersama, sekaligus memperkuat semangat bahwa kemajuan desa dapat dibangun melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman antardaerah.
(Aminah)


























