Bina Marga Jabar Akan Keruk Selokan dan Saluran Drainase Sepanjang Jalan Moh Toha-Dayeuhkolot

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:39 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

BANDUNG – Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat akan segera merealisasikan usulan dari Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot untuk melakukan pengerukan menyeluruh terhadap selokan dan saluran drainase di sepanjang Jalan Moh Toha-Dayeuhkolot.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret mengatasi masalah banjir yang terus mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas di kawasan industri yang menjadi jalur penghubung penting antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usulan tersebut disampaikan setelah Panitia Pentahelix melakukan rapat koordinasi dengan pihak Bina Marga Provinsi Jawa Barat di Kantor Dinas Bina Marga Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jum’at (23/1/2026).

Ketua Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menjelaskan bahwa kondisi selokan dan saluran drainase di sepanjang ruas jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan.

“Alhamdulillah pihak Bina Marga Provinsi Jawa Barat akan segera melakukan pengerukan selokan dan saluran drainase di sepanjang Jalan Moh Toha-Dayeuhkokot sesuai hasil mitigasi dan usulan Panitia Pentahelix,” ujar Tri Rahmanto kepada awak mwdia usai pertemuan dengan Bina Marga Provinsi.

Tri menjelaskan, Panitia Pentahelix Dayeuhkolot telah mengidentifikasi bahwa masalah utama yang menyebabkan banjir berulang di Jalan Moh Toha-Dayeuhkolot adalah pendangkalan selokan akibat sedimentasi yang menumpuk dan penyumbatan parah akibat sampah yang dibuang sembarangan ke dalam saluran.

“Akibatnya, ketika musim hujan tiba dan curah hujan tinggi, kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air sehingga air meluap ke permukaan jalan. Inilahbyang sering menyebabkan kemacetan parah di kawasn Dayeuhkolot hingga Moh Toha,” ungkapnya.

Menurut Tri, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan memberikan dampak signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan di kawasan tersebut.

Hampir setiap kali turun hujan, baik intensitas ringan maupun berat, Jalan Raya Moh Toha-Dayeuhkolot selalu tergenang air dengan kedalaman yang bervariasi antara 15 hingga 50 sentimeter.

Hal ini tidak hanya mengganggu pergerakan kendaraan tetapi juga menyebabkan kemacetan panjang yang seringkali berlangsung hingga berjam-jam.

“Kawasan ini merupakan pusat industri yang padat dengan ribuan pekerja yang beraktivitas setiap hari. Selain itu, jalur ini juga menjadi akses utama yang menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,” jelas Tri Rahmanto.

Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa, telah melakukan survei lapangan secara berkala selama tiga bulan terakhir untuk melakukan mitigasi kondisi aktual saluran drainase dan dampak banjir yang terjadi.

Selain rencana pengerukan selokan dan saluran drainase, Tri Rahmanto juga mengungkapkan bahwa Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat telah menetapkan jadwal untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Utama Dayeuhkolot yang membentang di atas Sungai Citarum.

“Tadi juga disampaikan bahwa pembangunan Jembatan Dayeuhkolot akan dilaksanakan di tahun 2026 ini sambil menunggu rekomendasi teknis dari pihak BBWS Citarum,” ungkap Tri Rahmanto.

Pentahelix, lanjut dia, menyambut baik rencana pembangunan Pembangunan Jembatan Dayeuhkolot ini. Sebab, jembatan ini menjadi bagian penting dari upaya menyempurnakan sistem drainase dan transportasi di kawasan Dayeuhkolot.

Selain pengerukan dan pembangunan jembatan, Panitia Pentahelix juga sedang menyusun program edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai dan kebersihan saluran drainase dan pengelolaan sampah yang tepat.

“Kita menyadari bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah saja. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai dan drainase adalah kunci keberhasilan jangka panjang,” jelasnya. (**)

Berita Terkait

Dandim 0624 dan Pentahelix Dayeuhkolot Tinjau Pengangkatan Sampah, Pengerukan Sedimen Segera Dimulai
Pdp Mustika Jaya Borong Gelar, Antar Kabupaten Bandung Juara Umum Piala Menteri Pertanian RI 2026
Satpol PP Jabar Tertibkan 201 Bangunan di Jalan Terusan Pasirkoja, Trotoar dan Saluran Air Dikembalikan untuk Kepentingan Publik
Kecamatan Kertak Hanyar, Kalimantan Selatan, Studi Tiru Pengelolaan Sampah ke Desa Cangkuang Wetan Dayeuhkolot
Dispora Bandung Gelar Pelatihan Barista Cempor 2026, Cetak Pemuda Jadi Wirausaha Kopi
Perdana Digelar, Kajian Muharram 1448 H Majelis Taklim MHABD Diserbu 700 Jamaah, Hadirkan Tokoh Nasional dan Ulama Ternama
Sekilas Catatan Pentahelix Dayeuhkolot: Dari Kolaborasi hingga Terwujudnya Normalisasi Cipalasari
Warga Sambut Baik Pembangunan JDU Tirta Raharja, Akses Air Bersih Makin Terjamin
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:40 WIB

Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Lawan HIV/AIDS, Fokus Eliminasi Stigma dan Perluasan Layanan bagi ODHIV

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:35 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Nobar Piala Dunia di Ruang Publik, Tunggu Persetujuan Hak Siar TVRI dan RRI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:27 WIB

Investasi Kota Bandung Tembus Rp11 Triliun, Pemkot Dorong Transformasi Transportasi, Hunian, dan Infrastruktur Modern

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:22 WIB

Lonjakan Wisatawan Dorong Ekonomi Bandung, Pemkot Fokus Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:19 WIB

Ketahanan Pangan Bandung Diperkuat, Pemkot Kaji Skema Lumbung Pangan untuk Amankan Pasokan Strategis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:15 WIB

Satpol PP Bandung Tertibkan Reklame Videotron Melintang di Jalan Riau, Penataan Wajah Kota Terus Diperkuat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:08 WIB

Pemkot Bandung Tegaskan Faskes Wajib Layani Pasien, Tak Boleh Menolak Karena Alasan Biaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kedai Imah Seuri, Dari Sajian Kuliner Hadirkan Ruang Harapan dan Kemandirian Anak Yatim di Kota Bandung

Berita Terbaru

DAERAH

Penilaian Subjektif Dan Objektif

Minggu, 21 Jun 2026 - 07:45 WIB