Hadapi Program Kerja 2026, Kang DS dan Dinas Pendidikan Bedah Persoalan yang Jadi Acuan

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:22 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung melaksanakan bedah persoalan-persoalan yang menjadi acuan untuk dijadikan sebuah program kerja kedepan pada tahun 2026.

Hal itu diungkapkan Bupati Dadang Supriatna didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah kepada wartawan usai melaksanakan kegiatan shilaturahim, kunjungan kerja dan koordinasi rencana kerja tahun 2026 bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (8/1/2026) sore.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tetapi yang paling penting pendidikan dasar itu adalah salah satu hak dasar masyarakat yang harus diprioritaskan,” kata Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS menegaskan tujuan dilaksanakannya kunjungan kerja dengan kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), Sekretaris Daerah dan para Asisten, dalam rangka program-program mana saja yang bisa didahulukan di periode pertama dan kedua.

“Sehingga nanti kebutuhan dasar masyarakat terutama pendidikan bisa dinikmati pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang akan datang,” kata Kang DS.

Bupati Kang DS melihat langsung paparan dari Dinas Pendidikan, mulai dari jumlah guru, penilik, maupun pengawas di masing-masing tingkatan mengalami kekurangan kurang lebih 4.900 orang.

“Kekurangan ini menjadi ‘PR’ untuk BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Kabupaten Bandung untuk mendorong bagaimana kebutuhan ini betul-betul bisa dilaksanakan dan disampaikan ke MenPAN RB (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), sehingga nanti tidak ada kekurangan pengajar atau guru yang menjadi keharusan yang harus kita perjuangan,” tuturnya.

Karena berdasarkan eksisting saat ini, kata bupati, guru itu ternyata tinggal 3.800 guru PNS-nya. Sementara untuk P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan P3K paruh waktu sekitar 10.000 orang.

“Jadi sekitar 14.000 orang, yaitu guru PNS, P3K, dan P3K paruh waktu yang saat ini sudah berjalan. Kekurangannya sekitar 4.900 orang,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pengajar di Dinas Pendidikan, Kang DS menugaskan BKPSDM untuk mengusulkan ke MenPAN RB atau apakah nanti ada migrasi dari dinas lain ke Dinas Pendidikan.

“Atau apakah pengusulan rekrutmen CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) ataupun peningkatan dari P3K menjadi PNS. Atau dari P3K paruh waktu menjadi P3K,” kata orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini.

Salah satu strategi yang harus difokuskan, kata Kang DS, kualitas belajar mengajar dan mutu anak didik menerima pendidikan ini bisa dirasakan langsung oleh para siswa dan siswi di sekolah.

Pada kesempatan itu, Bupati Bedas mengungkapkan persoalan kedua, yaitu terkait dengan kebutuhan sapras atau sarana prasarana di lembaga pendidikan.

“Setelah dihitung tidak kurang dari Rp2 triliun untuk kebutuhan sapras, tapi kami akan terus melakukan permohonan ke Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) sehingga untuk revitalisasi bisa ditanggulangi oleh APBN. Sementara untuk revitalisasi dan termasuk rehab berat, dan RKB (Ruang Kelas Baru) yang saat ini masih kekurangan 2.117 ruangan lagi, ini ‘PR’ kita yang harus diperjuangkan,” tuturnya.

Kang DS juga akan terus memperjuangkan ke Mendikdasmen melalui APBN untuk mendorong penambahan RKB maupun rehabilitasi ruang kelas di Kabupaten Bandung.

“Mudah-mudahan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten bisa terjalin dan kebutuhan keseluruhan terhadap sarana prasarana. Termasuk kebutuhan toilet. Setelah kita hitung, kebutuhan toilet itu membutuhkan hampir 7.000 titik toilet dan menghabiskan anggaran berdasarkan rencana yaitu hampir Rp900 miliar,” ungkapnya.

Dikatakannya, kebutuhan toilet itu, dengan perbandingan kebutuhan toilet di sekolah untuk laki-laki dan perempuan berbeda.

“Untuk laki-laki 1 toilet berbanding 40 siswa, dan untuk perempuan 1 toilet berbanding 30 siswi. Ini kita kejar, sehingga sanitasi di masing-masing sekolah ini bisa terwujud. Dengan harapan siswa siswi yang sekolah ini terjamin di kesehatannya terutama dalam pengadaan sanitasinya,” jelasnya.**

Berita Terkait

Dari Kolong Flyover Jadi Sentra Kuliner, Pemkot Bandung Resmikan Anderpas
Kembalikan Fungsi Trotoar dan Drainase, Kecamatan Baleendah Bongkar Bangunan Liar di Jalan Siliwangi
Pasawahan Alokasikan Sebagian Hadiah untuk Dua Rumah Pompa, Pentahelix Siap Kawal Pembangunan
Dijuluki Republik PKB, Kabupaten Bandung Jadi Role Model Kepemimpinan Partai
Pentahelix Dayeuhkolot Jelaskan Dukungan CSR dan Dana Pribadi untuk Penanganan Lingkungan
Dorong Kualitas Layanan Publik, Bupati Bandung Bahas Optimalisasi RSUD Majalaya hingga Penataan Aset Daerah
Sampah Kiriman Menumpuk di Sungai, Pentahelix: Dayeuhkolot Bukan Muara Sampah
KNPI Kabupaten Bandung Launching Pelor Handal, Kadistan Dorong Pemuda Garap Ayam Petelur
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Polda Sumsel gelar Jumat keliling wujud Polisi bersama masyarakat 

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Farhan Siapkan Insentif PBB Rp1 untuk Pemilik Gedung Cagar Budaya di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Dari Kolong Flyover Jadi Sentra Kuliner, Pemkot Bandung Resmikan Anderpas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Wagub Erwan: Jawaban Soal Surplus APBD 2027 Disampaikan 2 November

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Rp229,5 Juta untuk Pembangunan Sentul, Kades Alex dan Camat Makmun Tekankan Kualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:29 WIB

SDA Watch Bongkar Akar Karhutla OKI, Dorong Solusi Nyata agar Kabut Asap Tak Kembali Mengancam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Dandim 0418/Palembang Ajak Mahasiswa UIN Raden Fatah Jaga Keutuhan Bangsa di Tengah Geopolitik Dunia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel

Berita Terbaru