Satunews.id
Kab. Bandung – Ketua Umum Partai Perubahan Baru ( PAPERBA ), Dr. Robi Nurhadi, didampingi oleh sejumlah anggota dan kader, mengunjungi lokasi terdampak bencana Banjir dan Longsor di wilayah Kabupaten Bandung, termasuk Arjasari dan Dayeuhkolot pada Sabtu 13 Desember 2025.
Di sela kunjungan, Dr. Robi Nurhadi menegaskan bahwa kehadirannya murni didorong oleh ketulusan untuk menguatkan para korban.
“Pertama, kehadiran kami ini hanya ingin meyakinkan bahwa saudara-saudara korban jangan pernah merasa sendiri. Kami ini bukan siapa-siapa, juga tidak punya apa-apa, tapi kami bisa menjadi bagian dari mereka (korban). Oleh karena itu, jelas kami mendoakan supaya pulih,” ujar Dr. Robi di Dayeuhkolot
Partai Perubahan Baru (yang juga menaungi relawan Anies Baswedan) berharap bantuan dan kunjungan ini dapat memicu empati lebih luas dari seluruh elemen bangsa.
“Jadi, kehadiran kami mungkin tidak seberapa, tapi mudah-mudahan dengan kami datang ini mengundang yang lain dan tentu yang sudah datang supaya muncul empati kita sesama warga bangsa,” tambahnya.
Dr. Robi juga menekankan bahwa kunjungan ini didasari oleh keikhlasan dan ketulusan, bukan karena kepentingan lain. “Jangan lihat kami dan kami juga tidak datang karena kami punya hal yang diperlukan, abaikan itu. Kami yakin ketulusan lebih jelas jawabannya dari Allah SWT,” tegasnya.
PAPERBA telah membagi tugas untuk menjangkau berbagai wilayah yang tertimpa bencana. Bantuan disalurkan tidak hanya di Bandung, tetapi juga ke beberapa lokasi di Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Dalam kunjungannya ke Arjasari, Dr. Robi Nurhadi menyatakan keprihatinannya atas adanya tiga korban yang masih tertimbun di Kampung Condong.
“Sebelum ke sini (Dyeuhkolot), kami ke Arjasari Kampung Condong, dan di situ kita prihatin masih ada tiga korban yang tertimbun rumahnya. Jadi, kami mendoakan supaya bisa ditemukan, termasuk ada tim pencari,” kata Robi.
Di akhir kunjungannya, Dr. Robi Nurhadi menyampaikan salam hormat dan empati kepada warga Kampung Lamajang Peuntas, khususnya RW 5, 16, dan 17, yang kerap terdampak luapan sungai.
“Insyaallah ke depannya Sungai Cigede, Cikapundung tidak meluap lagi. Insyaallah pemerintah membantu. Jangan khawatir, kita pasti minta kepada pemerintah supaya diperhatikan,” tutup Dr. Robi, akan terus memperjuangkan perhatian pemerintah bagi masyarakat terdampak.
(Asp)



























