Pengadaan Ayam Program Ketahanan Pangan Desa di-Pessel Diduga Bermasalah, Tenaga Honorer DPMD Disorot, Siapa Dalangnya ?

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 20:58 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Painan, Satunews.id – Dugaan praktik mark-up anggaran dalam pengadaan ayam untuk program ketahanan pangan desa mencuat dan menjadi perbincangan hangat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Program ini dibiayai dari Dana Desa (DD) dan ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga masyarakat nagari.

Kasus ini menyeret seorang tenaga honorer di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pessel berinisial R, yang diduga menjadi perantara dalam proses pengadaan ayam di sejumlah nagari. R disebut turut menentukan harga dan spesifikasi ayam yang dibeli dengan harga dua kali lipat dari harga pasar.

Dugaan mark-up terungkap setelah investigasi lapangan menemukan perbedaan mencolok antara harga ayam yang dianggarkan dengan harga pasar. Selain itu, tidak ada kejelasan mengenai jenis ayam yang disalurkan—apakah ayam petelur atau pedaging. Ukuran ayam pun bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil, sehingga menimbulkan tanda tanya dari warga penerima.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengadaan ayam ini tercatat berlangsung sejak tahun anggaran 2022 hingga 2024. Namun, proses penyaluran baru dilakukan pada tahun berikutnya. Ayam yang diadakan tahun 2022, misalnya, baru disalurkan pada 2023, dan begitu pula untuk pengadaan 2024 baru disalurkan pada 10 Mei 2025.

Ketidaksesuaian waktu penyaluran ini dinilai janggal oleh masyarakat karena bantuan pangan seharusnya diterima sesuai tahun anggaran guna menjawab kebutuhan mendesak.

Seorang peternak ayam yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa harga indukan ayam di pasaran berkisar Rp40.000–Rp50.000 per ekor. Sementara itu, ayam yang diterima masyarakat disebut hanya seharga Rp27.000–Rp35.000 per ekor, memunculkan dugaan selisih harga fiktif dalam penganggaran.

Kepala DPMD Pessel, Salman B, saat dikonfirmasi di kantornya menegaskan bahwa tindakan R dilakukan tanpa sepengetahuan dan di luar tanggung jawab dinas. “Kami tidak pernah memerintahkan yang bersangkutan melakukan itu. Jika benar terjadi mark-up, itu dilakukan secara pribadi dan di luar kewenangan dinas,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, R belum memberikan tanggapan saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp pada Minggu, 11 Mei 2025. Pertanyaan terkait jumlah nagari yang pengadaan ayam, harga per ekor, jenis ayam, waktu pengadaan, dan nilai anggaran belum dijawab.

Sikap bungkam R menambah kecurigaan masyarakat terhadap transparansi program. Sejumlah warga penerima mengaku tidak mengetahui pihak penyedia ayam maupun nilai anggaran yang digunakan. Mereka hanya mendapat informasi bahwa bantuan berasal dari Dana Desa dan disalurkan oleh wali nagari.

Sekretaris LSM KPK Nusantara, Doni Prima, S.H., mendesak aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini secara tuntas. “Kalau benar ada mark-up dan permainan harga, ini sudah masuk ranah pidana. Harus diusut tuntas, kita yakin selaku tenaga honorer tanpa ada yang membekingi, pasti tidak berani berbuat demikian,” tegasnya.

Doni juga menyoroti lemahnya pengawasan dari DPMD terhadap aktivitas tenaga honorer. Menurutnya, pengawasan ketat sangat penting, terlebih dalam program yang menyangkut distribusi bantuan langsung kepada masyarakat.

Sebagai program prioritas nasional, ketahanan pangan desa bertujuan memperkuat ekonomi keluarga melalui sektor peternakan dan pertanian. Namun, bila diselewengkan, maka tujuan program akan gagal tercapai. Masyarakat pun berharap aparat hukum segera bertindak dan melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh proses pengadaan di nagari-nagari terkait.

 

Red

Berita Terkait

DPRD Pessel Gelar Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Kabupaten ke-77, Bupati Hendrajoni Ajak Bersinergi
Terasa Sangat Spesial, Hendrajoni dan Risnaldi Dilantik Presiden di Istana Negara
Jurnalis Kabupaten Pessel, Dukung Program Kapolda Sumbar Zero Balap Liar dan Zero Tawuran
Diminta OPD Mengelola Anggaran Tepat Sasaran, Dani Sopian : Pengawasan Semakin Ketat, Jangan Sampai Berurusan Dengan Hukum
DPRD Pessel Gelar Rapat Paripurna Pengusulan, Pengumuman dan Pengesahan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih
Dalam Rangka Melakukan Peninjauan Lapangan, Komisi II DPRD Pessel Kunjungi Sentra IKM Minyak Atsiri di Kecamatan Lunang
Lisda Hendrajoni Apresiasi Lomba Baju Kuruang dan Tingkuluak Kreasi di Painan
Baleg DPR RI, Lisda Hendrajoni Melakukan Kunjungan Kerja Ke Provinsi Sumatera Barat 

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:38 WIB

Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:50 WIB

Benahi Total Layanan, Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu Tunjukkan Lompatan Kinerja

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:44 WIB

Ngaku Jaksa dan Tipu Korban, Kejati Jabar Amankan “Pejabat Gadungan” di Bogor

Senin, 16 Maret 2026 - 23:30 WIB

Jelang Lebaran, Pemkab OKU Gelar Pasar Murah Bersubsidi, Warga Tebus Paket Sembako Hanya Rp50 Ribu

Senin, 16 Maret 2026 - 20:48 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Inspektorat Kota Cimahi Salurkan Santunan untuk Puluhan Santri Yayasan Al Badru

Senin, 16 Maret 2026 - 20:44 WIB

Jelang Mudik Lebaran, Pemkot Cimahi Gelar Apel Pasukan Pengamanan Arus Lalu Lintas

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:30 WIB

2000 Jamaah Hadiri Penutupan Pengajian Kuliah Subuh Desa Kemang, Kades H.Entang Suana Bagikan 1.200 Botol Minyak Sayur

Minggu, 15 Maret 2026 - 01:49 WIB

Gempa M4,1 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getaran Terasa Hingga Bogor dan Bandung Barat

Berita Terbaru

Artikel

Menakar Wacana Utusan Khusus Presiden Kawal BUMN

Selasa, 17 Mar 2026 - 18:38 WIB