Warga Dusun Pulau Komirean Keluhkan Pelayanan Pemerintah Desa Gowa-Gowa

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025 - 14:42 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Dusun Pulau Komirean Keluhkan Pelayanan Pemerintah Desa Gowa-Gowa

 

Sumenep, satunews.id – Buruknya kinerja pelayanan Pemerintah Desa Gowa-Gowa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, dibawah kepemimpinan Kades Sakrani dikeluhkan warga setempat. Senin, 27/04/2025.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Sebagai abdi dan pelayan masyarakat, seharusnya Pemerintah Desa Gowa-Gowa memberikan pelayanan optimal kepada warganya bukan malah sebaliknya.

 

Ini menjadi cambuk kepada Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo sesuai dengan tagline “Bismillah Melayani” dimana Pemerintah desa Gowa-Gowa abai dalam tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan optimal.

 

Diketahui, secara prosedural setiap pembuatan dan perekaman e-KTP maupun KK diwajibkan untuk meminta surat keterangan domisili terlebih dahulu yang dibuatkan oleh Pemerintah desa.

 

Ainur Rasyid warga Dusun Pulau Komirean, Desa Gowa-Gowa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, sebelum berangkat ke kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumenep, mendatangi kantor balai desa dengan maksud tujuan ingin meminta surat keterangan domisili untuk perekaman pembuatan KTP dan KK.

 

Namun pernyataan yang disampaikan oleh pihak Pemerintah Desa kepada Ainur Rasyid sangat mengejutkan dan membuatnya bingung untuk mendapatkan surat keterangan domisili.

 

“Kalo sudah punya KK tidak usah surat keterangan domisili, langsung saja datang ke MPP menemui inisial E minta tolong untuk dibuatkan KTP dan berikan uang Rp 100 ribu” kata salah seorang warga yang ikut mendampingi Ainur menirukan penyampaian perangkat desa.

 

Sementara itu, awak media satunews.id coba menghubungi Kades Sakrani melalui pesan WhatsApp nya untuk meminta keterangan terkait salah seorang warganya yang meminta surat keterangan domisili.

 

Pihaknya menyampaikan bahwa, “untuk pembuatan KK tidak usah surat keterangan domisili,” kata Sakrani melalui pesan WhatsApp miliknya kepada media satunews.id. Senin, 28/04/2025.

 

Selain itu, awak media satunews.id juga menanyakan lebih lanjut terkait pemberian uang sebesar Rp 100 ribu yang harus diberikan kepada salah seorang petugas Disdukcapil. Pihaknya justru tidak menjawab dan memilih bungkam.

 

Dugaan praktek pungli menyeruak setelah kades Sakrani menyuruh memberikan uang sebesar Rp 100 ribu kepada salah seorang petugas Disdukcapil.

 

Untuk memudahkan pelayanan ditingkat desa, pihak Pemdes Gowa-Gowa dibawah kepemimpinan Kades Sakrani diduga selalu menggunakan cara-cara yang tidak benar dalam pembuatan KTP dan KK.

 

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada respon maupun tanggapan dari pihak Pemerintah Desa tentang arahan pemberian uang sebesar Rp 100 ribu yang harus diberikan ke salah satu oknum petugas Capil. (ruls)

Berita Terkait

Pemilihan Pengisian Anggota BPD Desa Sukaringin Berjalan Transparan dan Kondusif
KDS: Pendapatan PKB dan BBN-KB Difokuskan untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan
Kades Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara, Samsu Dawam Dukung Pemilihan BPD Berjalan Transparan dan Kondusif
Dari Semarang ke Bandung: Warisan Kuliner Kepala Manyung Bu Fat Sejak 1969 Kini Bisa Dinikmati
Pengobatan Alternatif Bratasena Hadir Di Cikarang Pusat, Tawarkan Ikhtiar Kesehatan Jasmani dan Rohani
Calon BPD Dusun 2 Desa Jayasampurna, Jedi HS S.H. Usung Semangat Perubahan dan Keterbukaan
Ribuan Warga Padati Bandung, Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Panggung Budaya Terbuka
Fungsi Primer Suami Bukan Hanya Nafkah: Renungan KH. Maimun Zubair untuk Pasangan Muda

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:46 WIB

Tindaklanjuti Permohonan Kajian Pentahelix, BPBD Kab Bandung Lakukan Peninjauan Lapangan

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:43 WIB

Bobotoh Bawa Balita Ikut Rayakan Juara PERSIB, Jl. Asia Afrika Jadi Panggung Euforia

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:43 WIB

Camat Baleendah: Citarum Clean Up Movement Jadi Edukasi Pengelolaan Sampah bagi Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:11 WIB

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Monitoring Hewan Qurban di DKM Miftahul Jannah

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:21 WIB

KDS Dorong OPD Tingkatkan Inovasi Pendapatan Daerah di Tengah Penyesuaian Fiskal

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:15 WIB

Sambangi Normalisasi Cipalasari, Kabid SDA DPUTR Dorong Semua Pihak Turut Peduli Penanganan Banjir

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:30 WIB

MAREMA Batch 7 Hadir di Lengkong, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas Lewat Digital Marketing

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:19 WIB

Dari Semarang ke Bandung: Warisan Kuliner Kepala Manyung Bu Fat Sejak 1969 Kini Bisa Dinikmati

Berita Terbaru