Harga Karcis Penitipan Mobil di Wisata Pantai Slopeng di Keluhkan Pengunjung

- Redaksi

Senin, 31 Maret 2025 - 21:07 WIB

5081 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, satunews.id – Salah seorang pengunjung wisata pantai slopeng, keluhkan harga karcis penitipan mobil yang mahal saat liburan. Senin, 31/03/25.

Secara pengelolaan wisata pantai slopeng sudah diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun mengapa harga penitipan mobil mahal dan fasilitas bangunan yang ada sangat memprihatinkan menjelang hari raya ketupat.

“Banyak kondisi bangunan yang sudah mulai rusak, namun belum ada perbaikan dari Dinas terkait maupun dari Pemerintah Desa setempat,” kata salah seorang pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya kepada media Satunews.id.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, sebut saja S menuturkan tentang mahalnya harga karcis penitipan parkir untuk mobil, itu juga perlu adanya suatu perbaikan pengelolaan system dan transparansi serta evaluasi terkait harga yang begitu tinggi.

“Saya jarang ke tempat wisata, jadi saya kaget melihat harga karcis penitipan mobil diarea wisata pantai slopeng tersebut nominalnya menyentuh Rp 10 ribu,” ungkapnya dengan nada geram.

Diketahui, keberadaan wisata pantai slopeng terletak di Desa Semaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Sementara itu, awak media coba konfirmasi via Whats App kepada Kades setempat tentang mahalnya harga karcis mobil yang tercantum jelas label Pemerintah Desa Semaan.

Namun, lagi-lagi awak media kesulitan informasi dan tidak mendapat respon dari pihak Pemerintah desa setempat hingga berita ini ditayangkan. @ruel

Berita Terkait

Polda Jabar Gelar Lomba Ketahanan Pangan Meriahkan HUT Bhayangkara ke 80
Dinkes Bandung Perluas Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas, Warga Diminta Manfaatkan Konseling Sejak Dini
KDM Pastikan SPMB Jabar Transparan dan Tanpa Titipan, Orang Tua Diminta Tak Panik
WIITEX 2026 Jadi Gerbang Ekspor Dunia, Jabar Perkuat Dominasi Teh, Kopi, dan Kakao Premium
Pekan Kreativitas Siswa dan Pelepasan Kelas VI SDN Cibereum Hilir 1: Merajut Kenangan, Mengukir Prestasi, Menyongsong Masa Depan Gemilang
MUSPROV III APINDO Kalbar Sukses Digelar, Edi Suhita Resmi Nahkodai Organisasi Pengusaha hingga 2031
PSEL Bandung Raya Tuai Kritik, WALHI Ingatkan Risiko Ekologis: “Jangan Ulangi Tragedi Leuwigajah”
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kota Cimahi Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah dan Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:34 WIB

Polda Jabar Gelar Lomba Ketahanan Pangan Meriahkan HUT Bhayangkara ke 80

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:40 WIB

Dinkes Bandung Perluas Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas, Warga Diminta Manfaatkan Konseling Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:34 WIB

KDM Pastikan SPMB Jabar Transparan dan Tanpa Titipan, Orang Tua Diminta Tak Panik

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pekan Kreativitas Siswa dan Pelepasan Kelas VI SDN Cibereum Hilir 1: Merajut Kenangan, Mengukir Prestasi, Menyongsong Masa Depan Gemilang

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:41 WIB

MUSPROV III APINDO Kalbar Sukses Digelar, Edi Suhita Resmi Nahkodai Organisasi Pengusaha hingga 2031

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:26 WIB

PSEL Bandung Raya Tuai Kritik, WALHI Ingatkan Risiko Ekologis: “Jangan Ulangi Tragedi Leuwigajah”

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:21 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kota Cimahi Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah dan Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:20 WIB

35 Perusahaan dalam 5 Tahun Jadi Sorotan, PWDPI Desak Transparansi dan Penelusuran Aliran Dana

Berita Terbaru