Diduga Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Desa Gelugur Tidak Sesuai Spesifikasi dan asal Jadi

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 1 November 2024 - 19:51 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, satunews.id – Dalam upaya peningkatan perekonomian Dusun Karojah, Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, dalam sektor pertanian, tentunya harus ada faktor penunjang yang memadai. Salah satunya pembangunan akses Jalan Usaha Tani (JUT).

Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton menjadi penunjang aktivitas masyarakat di desa khususnya di bidang pertanian. Masyarakat akan dengan mudah melakukan aktivitas seperti mengirim bibit tanaman ke sawah, membawa hasil panen, menjual hasil panen ke pasar, dan lain sebagainya.

Pada tahun ini Desa Gelugur melalui Kelompok Tani (Poktan) mendapat bantuan khusus dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupa rabat beton Jalan Usaha Tani (JUT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sangat disayangkan, Pembangunan Infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi dan dikerjakan asal jadi. Tidak adanya prasasti sebagai penunjang keterbukaan informasi publik juga menjadi salah satu alasan utama pembangunan tersebut serta berapa besar pagu anggaran yang diterima oleh kelompok tani tersebut.

Divisi Investigasi LSM Alam Semesta DPW Jatim Ibnu Hajar kepada media ini mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan hasil pekerjaan jalan rabat beton yang diduga asal jadi.

“Ketua kelompoknya kalau nggak salah namanya Taqiudin mas, saya sangat kecewa melihat kualitas hasil pekerjaannya. Bahkan, saya juga menduga tidak sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis). tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tentang banyaknya kejanggalan dalam proses pengerjaan jalan rabat beton tersebut sehingga ada indikasi dikorupsi.

“Jadi, saya kecewa berat, karena dalam pelaksanaan pekerjaannya juga sangat amburadul banyak bahan-bahan seperti merk semen yang memakai semen merah putih dan parahnya lagi baru berjalan hitungan bulan sudah banyak yang rusak,” ungkapnya kepada media ini. Jum’at, 01/10/2024.

Tidak hanya itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memberikan ruang gerak bagi para kelompok tani untuk selalu mengajukan bantuan ke dinas terkait agar masyarakat tidak kesulitan akses dalam bertani.

“Pembangunan jalan rabat beton tersebut menelan dana hingga ratusan juta rupiah, sementara hasilnya kurang memuaskan,” tuturnya dengan nada geram.

Awak media akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Hingga berita ini ditayangkan awak media mencoba mendatangi rumah kediaman Taqiudin selaku ketua kelompok tani yang beralamat di Dusun Karojah, Desa Gelugur, namun yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat.

(Rul)

#Satunews.id

#Satunews.idSumenep

#Satunews.idJawaTimur

Berita Terkait

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru