Launching Pembangunan TPS3R, Bupati Dadang Supriatna: Sampah Urusan Kita Semua

- Redaksi

Minggu, 10 Maret 2024 - 05:09 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAB. BANDUNG // SATUNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melaksanakan launching program pengurangan dan pengolahan sampah dari hulu di tingkat kelurahan atau desa di Kelurahan Rancaekek Kencana Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu (10/3/2024).

Pada kesempatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Bunda Bedas Emma Dety Dadang Supriatna turut melaksanakan peresmian kawasan minimasi sampah, selain peletakan batu pertama atau launching pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle), dan start gowes pilah sampah di Kelurahan Rancaekek Kencana.

Usai peletakan batu pertama pembangunan TPS3R, Bupati Bandung dan Bunda Bedas memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengolahan sampah organik sisa makanan atau rumah tangga yang dimasukkan ke lubang cerdas organik (LCO).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diikuti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa, Kepala Disperkintan Kab Bandung Wahyudin, dan Camat Rancaekek Diar Hadi Gusdinar.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan kegiatan ‘Gowes Pilah Sampah’ ini upaya Pemkab Bandung melalui DPUTR untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung secara bertahap.

“Hari ini kegiatan Gowes Pilah Sampah dilaksanakan di Kelurahan Rancaekek Kencana. Yang tentunya kami berharap urusan sampah ini bukan hanya urusan pemerintah saja, tapi urusan sampah urusan kita semua,” kata Bupati Dadang Surpiatna dalam keterangannya di sela-sela Gowes Pilah Sampah di Kelurahan Rancaekek Kencana.

Maka, Dadang Surpiatna berharap, melalui program pentahelix semua pihak untuk bisa berkontribusi dan berpartisipasi sehingga urusan sampah bisa selesai dari sumbernya atau hulu.

“Dan memang harapan kita, dua tahun kedepan bahwa kita tidak butuh TPA (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) lagi. Dalam rangka upaya kita membangun TPS3R di masing-masing kecamatan, atau di masing-masing desa dan kelurahan. Yang pada akhirnya di masing-masing desa dan kelurahan, persoalan sampah bisa selesai,” tutur Bupati Bandung.

Pada akhirnya, kata Bupati Bandung, tidak usah mengeluarkan atau membuang sampah ke TPA. Apalagi saat ini, ia mengatakan, sarana TPA Sarimukti hampir selesai lahannya untuk penanganan sampah dan sebagainya.

“Tentunya, ini untuk bisa dijadikan ‘PR’ kita bersama untuk menyelesaikan persoalan sampah sampai tingkat kelurahan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini mengungkapkan berdasarkan hitung-hitungan dari jumlah penduduk Kabupaten Bandung sebanyak 3,7 juta jiwa dan masing-masing menghasilkan atau mengeluarkan 0,3 kg sampah per hari, sehingga dalam sehari bisa menghasilkan 1.821 ton per hari.

“Sampai saat ini masih menyisakan 260 sampai 300 ton per hari. Ini yang harus kita sikapi. Maka, kemarin kita melakukan inovasi, bahwa setiap kecamatan dan tahun ini insya Allah setiap kecamatan satu tempat untuk penyelesaian sampah dengan peralatan pengolahan sampah,” tutur Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS mengatakan bahwa Pemkab Bandung sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Bandung untuk penanganan sampah, yaitu akan memerlukan RDF (Refuse Derived Fuel).

“RDF ini adalah salah satu untuk penggantinya batubara. Yang pada akhirnya, setiap perusahaan yang memerlukan RDF dari hasil pengolahan sampah ini ada diskon pajak setiap tahunnya disesuaikan dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku,” tuturnya.

Kang DS berharap kepada semua pihak untuk bekerjasama dan saling bantu melalui program pentahelix, sehingga persoalan sampah bisa selesai.

“Melalui program pentahelix ini, karena setiap orang pasti mengeluarkan sampah setiap harinya. Tidak ada masyarakat setiap hari tidak mengeluarkan sampah,” katanya.

Kang DS mengatakan, setiap hari pada umumnya manusia atau masyarakat makan antara dua sampai tiga hari.

“Maka secara otomatis ada sisa sampah. Di antaranya sampah sisa makan, sampah sisa kegiatan dan sebagainya sehingga menghasilkan sampah. Setelah kita hitung dan berdasarkan survei, setiap orang mengeluarkan sampah 0,3 kg per hari,. Maka ini merupakan tanggungjawab kita bersama. Dengan kekompakan dan kerjasama, saya yakin persoalan sampah bisa selesai,” tuturnya.

Kang DS mengucapkan terima kasih kepada Kepala DPUTR, Kepala Disperkintan dan Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Bandung yang sudah mengadakan kolaborasi dalam penanganan sampah, karena masing-masing punya tanggungjawab.

“DPUTR mendorong persampahan selesai. Disperkintan, terkait dengan tata ruang dan juga kawasan perumahan. DLH bagian yang terpisahkan dalam lingkungan terkait pengolahan sampah,” kata Kang DS.

Ia mengajak masyarakat untuk membuat LCO di rumahnya masing-masing, minimal 2 LCO.

“Sampah organik bisa dimasukkan ke LCO, mulai dari sisa makanan dan akhirnya bisa dijadikan kompos untuk menyuburkan tanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda Bedas sekaligus Ketua KORMI Kabupaten Bandung Emma Dety Dadang Supriatna berharap melalui kegiatan Gowes Pilah Sampah di Kelurahan Rancaekek ini, masyarakat bisa terbiasa memilah daripada sampah organik.

“Sampah organik yang menimbulkan bau. Pilah sampah dari rumahnya masing-masing. Yang utama, yaitu sampah organik supaya terbebas dari masalah sampah. Yang paling utama sampah yang bau,” kata Emma.**

Berita Terkait

Buka JAMDA IX Sumsel 2026, Wagub Cik Ujang Dorong Pramuka Kuasai Teknologi dan Perkuat Ketahanan Pangan
Perkuat Kompetensi Aparat Penegak Hukum, Lapas Kelas I Palembang Hadiri Forum Pengembangan Kapasitas Aparat Penegak Hukum
Kasdim 0418/Palembang Hadiri Shalat Sunnah Tasbih Sambut Tahun Baru Islam 1448 H di Makodam II/Sriwijaya
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Tinjau Langsung Layanan dan Program Pembinaan Warga Binaan
Tingkatkan Inovasi dan Kenangan Berharga, Lapas Kelas I Palembang Lepas Peserta MagangHub Batch III
Dispora Bandung Gelar Pelatihan Barista Cempor 2026, Cetak Pemuda Jadi Wirausaha Kopi
Palembang Semakin Maju dan Kreatif, Kotri Juliana Serukan Kolaborasi untuk Kemajuan Kota Berkelanjutan
Ketua INI Kota Palembang Ajak Warga Wujudkan Palembang Berjaya pada Peringatan HUT ke-1343 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:46 WIB

Pahami UHC dengan Benar, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Makin Mudah dan Terjamin

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:42 WIB

Pemkot Bandung dan DPRD Sahkan Dua Perda Strategis untuk Perkuat Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:21 WIB

Ketua APALOG Kabupaten Bogor Apresiasi Kinerja Kepolisian, Serukan Pengemudi Logistik Bangun Kemitraan demi Keselamatan di Jalan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:25 WIB

Kajati Jabar Lantik Kajari Kabupaten Sukabumi dan Koordinator Baru, Tegaskan Integritas serta Profesionalisme Penegakan Hukum

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:48 WIB

Pemdes Sukau Mergo Mulai Realisasikan Dana Desa 2026, Bangun Jalan Usaha Tani dan Rabat Beton untuk Dorong Produktivitas Warga

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:23 WIB

Dispora Bandung Gelar Pelatihan Barista Cempor 2026, Cetak Pemuda Jadi Wirausaha Kopi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:36 WIB

Lautan Obor dan Dongdang Warnai Tahun Baru Islam 1448 H di Limusnunggal, Ribuan Warga Bersatu dalam Semangat Hijrah

Senin, 15 Juni 2026 - 19:54 WIB

Ketua RW dan RT Resmi Dilantik, Pemdes Citeureup Perkuat Pelayanan Warga dan Akselerasi Pembangunan Desa

Berita Terbaru