Asosiasi Petani Cabai Gerudug DPRD Kota Cimahi, Minta Mendagri Perpanjang Jabatan Pj. Walikota Cimahi

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 18 Oktober 2023 - 13:17 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA CIMAHI Puluhan orang yang tergabung dalam Asosiasi Petani Cabai (APC) Kota Cimahi lakukan demo ke kantor DPRD Kota Cimahi terkait masalah masa jabatan Penjabat (Pj) Walikota Cimahi H Dikdik Suratno Nugrahawan, Rabu (18/10/2023)

Mereka minta Mendagri memperpanjang masa jabatan Pj Walikota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan sampai terpilih Walikota Cimahi definitif.

Koordinator Asosiasi Petani Cabai Kota Cimahi, Theodorik Gultom minta kepada DPRD agar mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, agar Pj Walikota Cimahi tidak perlu ada penggantian yang baru, dan tetap dilanjutkan oleh PJ Walikota H Dikdik Suratno Nugrahawan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi asosiasi petani cabai Kota Cimahi menghadap kepada lembaga DPRD, saat itu ada beberapa wakil ketua DPRD ada yang tidak menanggapi karena ada beberapa kesibukannya,” ucap Theodorik.
Koordinator Asosiasi Petani Cabai Kota Cimahi Theodorik Gultom. (foto:Bagdja)

Theodorik menilai DPRD kota Cimahi kurang peka terhadap aspirasi petani cabai.

“DPRD Kota Cimahi kurang peka terhadap kondisi yang terjadi di Kota Cimahi, tapi kami beruntung dapat diterima oleh wakil ketua dari Fraksi PDI-Perjuangan,” jelasnya.

Akhirnya, lanjut Theodorik, pihaknya telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi dari Fraksi PDI-P, Purwanto.

“Adapun aspirasi yang kami sampaikan adalah bahwa Kota Cimahi ini lagi proses pembangunan, dan harap digaris bawahi, kami bukan membela Pak Dikdik selaku PJ Walikota Cimahi,” ucapnya.

Tetapi lanjut Theodorik, pihaknya membela lembaga walikota Kota Cimahi.

“Saat ini Kota Cimahi sedang giat-giatnya melakukan pembangunan, dari akibat kegaduhan ini, akhirnya stigma terhadap kota Cimahi jadi terdampak, menjadi negatif,” tegasnya.

Padahal pembangunan sedang berjalan secara baik-baik saja. “Kenapa dari pihak Kementerian Dalam Negeri kok tidak sabar, nanti juga adanya pilkada, kenapa sih kok tidak dilanjutkan saja PJ Walikot nya,” ujarnya.

Apalagi Dikdik adalah seorang Sekda, dan sangat paham terhadap kondisi Kota Cimahi. “Selama beliau menjabat, sudah ada tonggak-tonggak pembangunan, apabila nanti Penjabat (PJ) itu berganti lagi, Cimahi ini seolah-oleh uji coba, mau seperti apa masyarakat Cimahi merasakan dan menikmati proses pembangunan yang sudah berjalan ini,” terang Theodorik.

Theodorik juga menegaskan kepada DPRD Kota Cimahi, bahwa sebelum tanggal 22 Oktober 2023 masa jabatan PJ Walikota habis.

“Maka DPRD Kota Cimahi supaya menyampaikan surat ke Kemendagri agar PJ ini diperpanjang,” ulasnya.

Ditambahkan oleh Theodorik, bahwa Asosiasi Petani Cabai tidak membutuhkan pengganti, tetapi Kemendagri mencabut kembali pemberhentian PJ Walikota Cimahi diubah jadi diperpanjang.

“Apakah seorang Profesor doktor sebagai pengganti Penjabat Walikota Cimahi dalam satu tahun akan mampu menyelesaikan persoalan-persoalan di Kota Cimahi, dengan jabatan yang terbatas?,” Theodorik balik bertanya.

Jadi menurut Theodorik, bila terjadi bongkar pasang PJ Walikota Cimahi, Cimahi seperti jadi kelinci percobaan saja oleh yang berkuasa.

“Bila terjadi penggantian terus menerus, mau kapan pembangunan ini akan terjadi?,” Jelasnya.

Theodorik juga mengakui bahwa Kemendagri mempunyai hak prerogatif untuk memperpanjang atau tidak memperpanjang jabatan PJ.

“Sepertinya, ditahun politik ini menjadi berbau politik, dengan kalimat bahwa diberhentikan pakai Pers Conference, dan media massa meramaikan pencopotan, pemberhentian, padahal lebih elok Kemendagri melayangkan surat ke Pemerintah Kota Cimahi bahwa PJ tidak diperpanjang,” ujarnya.

Karena kegaduhan akibat pemberitaan tersebut, Theodorik terjun kemasyarakat rata-rata masyarakat mempertanyakan ada terjadi apalagi di Kota Cimahi.

“Terjadi apalagi di Cimahi sehingga PJ itu dicopot, ini dampak yang tidak bagus, kondisi Cimahi jadi terganggu, dan kami sebagai masyarakat Cimahi khususnya petani cabai jadi merasa terganggu,” tegas Theodorik kembali.

Selanjutnya menurut Theodorik juga karena di Cimahi tidak ada Asosiasi Petani Cabai, setelah statement Tito Karnavian pencopotan PJ Walikota Cimahi karena inflasi beras dan cabai.

“Maka kami membentuk Asosiasi Petani Cabai, karena di Cimahi awalnya tidak ada Asosiasi Petani Cabai,” imbuhnya.

Begitu pula menurut Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Purwanto dari Fraksi PDIP yang menerima audensi Asosiasi Petani Cabai bersama Frdi Siagian, diruang pimpinan DPRD Kota Cimahi.

“Aspirasi rekan-rekan akan kami sampaikan kepada Ketua DPRD kota Cimahi untuk dibahas semua pimpinan dan aspirasi tersebut akan dilayangkan ke Kemendagri. Kami hanya menyampaikan saja tapi kewenangan diterima atau tidaknya aspirasi tersebut, adalah kewenangan Kemendagri,” papar Purwanto.

Fredipun memberikan masukan pula kepada Asosiasi Petani Cabai, bahwa DPRD Kota Cimahi hanya menyampaikan aspirasi saja.

“Terkait diterima atau tidaknya oleh Kemendagri itu hak prerogatif Kemendagri, saya hanya mengusulkan bila Pak Dikdik akan mencalonkan walikota periode 2024 menurut saya lebih baik persiapan untuk pencalonan saja, karena baru saja menjabat sebagai PJ Walikota kinerja sudah sangat baik, apalagi kalau beliau menjabat sebagai walikota definitif pasti pembangunan Kota Cimahi akan lebih baik lagi,” sarannya.

(T.Nay)**

Berita Terkait

Tingkatkan Kinerja Terbaik, Ryan Soeryana Kahman, S. Kom Duduki Jabatan Pimpinan Redaksi Kabarnusa24.com
Ketua RT/RW Bojong Murni Dukung Kejari Cibinong Tangani Korupsi
Awali Tahun 2025, Tim Redaksi MSN Gelar Rapat Koordinasi Perdana
DPC APMIKIMMDO Kota Medan Merayakan Open House Tahun Baru 2025
Cerita di Balik Dugaan Korupsi Dana UKW PWI-BUMN Rp 6 Miliar: Sengkarut Administrasi atau Kejahatan?
PTPN 1 Hancuran Bangunan Ponpes Mathla’ul Anwar di Desa Natar, Picu Kemarahan Umat Islam
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SKKP Siap Bangun Ribuan Dapur Sehat di Seluruh Indonesia
Jabar Tingkatkan Pembibitan Domba Garut

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:20 WIB

Pengawasan Anggaran hingga Peluang Kerja Sama Dibahas Dalam Pertemuan DPRD Jawa Barat dengan Kongres Republik Rakyat Tiongkok

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:43 WIB

Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Peluncuran 12 Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas: Komitmen Nyata untuk Kesehatan Mental Warga

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:54 WIB

Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Motor, Ganti Jalan Berbayar: Pakai Baru Bayar

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:51 WIB

Fahmi Ummi Hadir, Wawenag: Perempuan Harus Jadi Subjek, Bukan Objek

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:08 WIB

Kabid SDA SDABMBK Kabupaten Bekasi Disorot, Diduga Miliki CV Keluarga di Proyek Konstruksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:12 WIB

Rapat Paripurna Penyampaian Rekomendasi DPRD Jawa Barat atas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:12 WIB

‎83 Rekomendasi DPRD Jawa Barat atas LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2025 Disampaikan dalam Rapat Paripurna

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:37 WIB

Pemdes Klapanunggal Tancap Gas Bangun Infrastruktur, Kades Gonon Turun Langsung Kawal Pengaspalan Jalan Warga

Berita Terbaru