Pasiein Kritis di Abaikan, RSUD Tasikmalaya, ada apa dengan RSUD ini?

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 5 September 2023 - 01:06 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya// Keluarga Pasien merasa kecewa atas tidak dilayani via keluarga yang kritis karena mengalami sesak nafas namun tidak diberikan pelayanan oleh IGD RSUD Dr Soekardjo.

Kejadian terjadi, Senin 28 Agustus 2023 lalu dimana keluarganya bernama Adang warga kelurahan Cilamajang mengalami sesak nafas.

Akhirnya Pukul 17.00 dibawa ke IGD RSUD Dr Soekardjo, pasiein masih belum dilayani, ada apa dengan Rumah sakit ini?

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasien mengalami koma dan  kritis, via keluarga sepakat untuk pindah kerumah sakit lain, yaitu RS  swasta yang ada di Kota Tasikmalaya,.

Pelayanan tersebut via kekuarga dapat service layanan secara baik dan sigap, pasiein kritis langsung ditanganimya.

Namun, Takdirnya sudah sampai disana, dan Tuhan berkehendak lain setelah dirawat secara intensif Adang meninggal pada 31 Agustus 2023 lalu.

Dampak buruk yang ada di RSUD Dr. Soekardjo tidak terulang kembali kepada siapapun nanti pasieinnya,  via keluarga pasien mendatangi Wakil Direktur Pelayanan di RSUD Tasikmalaya pada hari Senin (04/09/2023).

“saya menyampaikan permasalahan ini agar insiden tersebut yang terkait dengan pelayanan dan service kepada pasiein yang kritis dan butuh pertolongan secara cepat dan tangani propesional agar semua yang menjadi harapan via keluarga pasiein tenang dan aman juga nyaman” ucapnya pada awak media kemarin.

Melihat aturan Permenkes 47 tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan mencabut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 856/Menkes/SK/IX/2009 tentang Standar Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit lebih lanjut menjelaskan dalam aturan di RSUD tersebut.

“Disana sudah jelas terdapat penanganan Pasien Kegawatdaruratan, dengan Kriteria mengancam nyawa, membahayakan diri dan orang lain/lingkungan dan
adanya gangguan pada jalan nafas, pernafasan, dan sirkulasi,” tandasnya.

lanjut Hendrizal, ” Peraturan sudah jelas, namun sayang Rumah Sakit milik pemerintah seolah tidak mengindahkan pasiein kritis”. keluhnya.

kata Hebdrizal,” Saya akan melaporkan  permasalahan ini kepada Pemangku Kebijakan, Seperti PJ Walikota, Sekda, dan DPRD Kota Tasikmalaya,” ucapnya dengan nada menyesali.

Sementara itu, Wadir Pelayanan RSUD Dr Soekardjo Dr. Titie Purwaningsari menyebut kalau di IGD masih kekurangan Regulator untuk membantu pernafasan

“kekurangan alat dan jam wakru itu,  kebetulan banyak pasien,  namun kebetulan pelayanan masalah pasien berada di wilayah mana juga disini di RSUD tasikmalaya selalu melayani manakala ada pasien yang ditolak dirumah sakit lain, lanutnya,  kita Terima namun kita tidak berani Terima pasien kalau alatnya tidak memadai ” tuturnya.

Menyambungkan lagi, Mungkin itu harus menunggu dulu dan mentransfer pasien ke ruangan kalau RS swasta kan ketika alat tidak ada langsung beli, balasnya.

“Nanti saya akan sampaikan agar tidak lagi terjadi seperti itu, komunikasikan kepada keluarga pasien secara langsung, Seperti kursi roda kurang, belangkarnya tidak ada regulatornya kurang itu mungkin yang harus disampaikan kepada keluarga pasien,”tandasnya

Melihat kejadian tersebut, seharusnya via RSUD Tasikmalaya segera memberikan informasi kedaruratan pelayanan pasilitas yang ada di rs tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Ini menjadi bumerang bagi pasiein kriris jika.terus terusan sarana prasarana rsud keteteran.

Melayani pasiein darurat jangan sampai terulang kembali  hingga tak tertolong nyawannya hanya gara gara alasan semu dan membosankan bila didengar pasiein lain!

(Red)

Berita Terkait

Budayawan Bogor Bersatu: Teh Mela Pimpin Panitia Halal Bihalal di Kebun Raya
MEMALUKAN! Anggaran Publikasi Muscab PKB di Sentul Jadi Sorotan, Saling Lempar Tanggung Jawab
Film Aing Kabayan: Koes Plus, Budaya Lokal, dan Sponsorasi Satunews.id
Cimahi WFH Tiap Jumat, 75% ASN di Rumah
Segelintir Warga Menolak, Izin Terhenti: Sugiyono, SE., S.H., M.H. Pertanyakan Nyali Dinas
Hari ke-5 Idul Fitri, Pemdes Gunungsari Kembali Beraktivitas dengan Semangat Kebersamaan 
Penutupan Jalur Puncak dan Pembatasan Angkutan Umum Disorot, Aktivis Minta Evaluasi Menyeluruh
Meraih Berkah di Ujung Ramadhan: Junaidi Samsudin Santuni Ratusan Anak Yatim, Hangatkan Silaturahmi di Limusnunggal

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 22:04 WIB

Dukung Atlet Muda Berprestasi, Bupati OKU Pastikan Tim Voli U-18 Berangkat ke Kejurnas

Sabtu, 11 April 2026 - 21:59 WIB

Dukung Program Nasional, Bupati OKU Luncurkan Beasiswa Kedokteran untuk Siswa Kurang Mampu

Kamis, 9 April 2026 - 22:16 WIB

Posbakum Desa Ciangsana Dibangun, Warga Kini Punya Akses Nyata Menuju Keadilan

Kamis, 9 April 2026 - 20:03 WIB

Ratusan CPNS Resmi Dilantik Jadi PNS, Bupati Bogor Tegaskan Ini Awal Pengabdian Nyata

Kamis, 9 April 2026 - 19:58 WIB

Sopir Angkot Cibinong–Cileungsi Diduga Ugal-ugalan, Nyawa Penumpang Seolah Dipertaruhkan

Rabu, 8 April 2026 - 21:02 WIB

Bupati OKU Ikuti Rakor Karhutla Nasional, Perkuat Strategi Antisipasi Dini

Rabu, 8 April 2026 - 15:02 WIB

Musdesus Desa Sukahati 2026: Anggaran Dipangkas, Keberpihakan dan Keadilan Warga Jadi Ujian

Rabu, 8 April 2026 - 14:18 WIB

DPRD OKU Sahkan Propemperda 2026 sebagai Landasan Hukum Pembangunan

Berita Terbaru