SATUNEWS.ID
DAYEUHKOLOT / KAB BANDUNG – Wajahnya terlihat polos, tetapi semangat kerjanya luar biasa. Mereka adalah relawan Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) Citeureup Dayeuhkolot yang turun langsung membersihkan saluran air Crossing Fly Over Cibaduyut. Selasa (03/11/2026).
Pantauan di lokasi, para relawan tampak berjibaku mengangkat tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, dan lumpur hitam pekat dari dalam saluran. Mereka bahkan berani masuk ke bagian dalam crossing yang gelap gulita, pengap, berbau menyengat, dan dipenuhi berbagai rintangan.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk terus bekerja mengangkat sampah menggunakan peralatan sederhana dan karung. Tanpa bayaran dan tanpa mengenal gengsi, para remaja ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya melalui ucapan, tetapi harus diwujudkan dengan tindakan nyata.
PRIMA Citeureup selama ini aktif membantu berbagai kegiatan Pentahelix Dayeuhkolot. Tidak hanya di Crossing Fly Over Cibaduyut, mereka juga kerap terlibat bersama Pentahelix dalam aksi pembersihan sejumlah crossing di wilayah Dayeuhkolot yang membutuhkan perhatian akibat tumpukan sampah dan sedimentasi.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian mereka terhadap kebersihan saluran air dan upaya mengurangi hambatan aliran yang berpotensi memicu genangan di lingkungan masyarakat.
Salah satu anggota PRIMA Citeureup yang telah lama bergabung, Kang Adi Setiadi, mengatakan bahwa keterlibatan dalam kegiatan sosial dan kebersihan lingkungan merupakan bagian dari komitmen mereka untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selama kita masih bisa memberikan tenaga dan manfaat bagi masyarakat, kenapa tidak kita lakukan. Memang pekerjaan ini kotor, bau, bahkan harus masuk ke tempat gelap dan penuh rintangan. Tetapi kami ingin lingkungan lebih bersih dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Ini sudah menjadi bagian dari kepedulian kami bersama PRIMA,” ungkap Kang Adi di lokasi
Tidak hanya para relawan, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, juga ikut turun langsung bekerja bersama mereka. Baginya, seorang pemimpin harus memberikan teladan, bukan sekadar memberikan instruksi.

“Jangan sampai kita sebagai pimpinan hanya duduk manis dan menyuruh orang lain bekerja. Kalau kita mengajak masyarakat untuk peduli, kita juga harus turun langsung, ikut bekerja, dan memberikan contoh. Kepemimpinan itu harus dibuktikan dengan tindakan,” tegas Tri Rahmanto.
Ia menilai keterlibatan generasi muda seperti PRIMA Citeureup menjadi kekuatan penting dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Aksi ini sekaligus membuktikan bahwa remaja masjid tidak hanya berperan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu hadir sebagai penggerak sosial dan membantu menjawab persoalan lingkungan di tengah masyarakat”.
Wajah boleh polos, tetapi aksi mereka berbicara. Muda bukan alasan untuk berpangku tangan, melainkan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.
(Asp).



























