Susur Sungai Cileungsi, Bupati Bogor Sidak 23 Perusahaan Diduga Cemari Lingkungan
Satunews.id, Bogor – Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung menyusuri Sungai Cileungsi, dari Gunung Putri hingga Klapanunggal, Sabtu (19/9/2026). Sidak ini fokus membongkar titik rawan pembuangan limbah industri.
Dalam susur sungai tersebut, Bupati didampingi Sekda Kabupaten Bogor, DLH, Perumda Air Tirta Kahuripan, KP2C, TNI AD-AL, DPRD, Camat, Forkopimcam, dan warga.

Hasil pemetaan DLH, ada 176 perusahaan di sepanjang DAS Cileungsi. Sebanyak 76 perusahaan dinyatakan tertib lingkungan, namun 23 perusahaan jadi sorotan karena diduga belum patuh aturan pengelolaan limbah.
Rudy menegaskan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan data lapangan dan uji laboratorium, bukan sekadar visual. Sampel air diambil dari sejumlah outfall yang mengarah langsung ke sungai.
“Jangan langsung buang ke Sungai Cileungsi. Kita jaga lingkungan bersama,” tegas Rudy di lokasi.
Salah satu titik yang disidak berada di kawasan industri Korin, perbatasan Desa Kembang Kuning – Klapanunggal. Di lokasi itu, tim menemukan saluran yang diduga dari pabrik pengolahan makanan dan langsung mengambil sampel.

Meski begitu, Pemkab Bogor mengedepankan pembinaan, bukan represif. 23 perusahaan yang bermasalah akan disurati dan diminta memperbaiki IPAL dengan pendampingan DLH tanpa biaya.
Jika hasil lab terbukti melampaui baku mutu, penegakan hukum akan dilakukan sesuai kewenangan. Sebelumnya, KLH/BPLH pada Agustus 2026 sudah menyegel 4 pembuangan limbah ilegal di DAS Cileungsi.

Sungai Cileungsi menjadi perhatian lintas wilayah, karena alirannya tidak hanya berdampak bagi Bogor, tapi juga Bekasi dan sekitarnya.
(aminah)


























