SatuNews.Id
BANDUNG — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Cepot Motah Indonesia terus melakukan penataan organisasi, khususnya dalam bidang administrasi dan legalitas keanggotaan di setiap chapter daerah.
Penataan organisasi tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di At Angkringan Teh Ita, Jalan Rereongan Sarupi No. 111, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Sabtu (13/9/2026).
Ketua Umum DPP Cepot Motah Indonesia, Tommy Subagja, mengatakan langkah penataan tersebut merupakan salah satu program organisasi untuk memastikan seluruh chapter memiliki administrasi yang tertib serta menjalankan aturan yang telah ditetapkan oleh DPP.
Ini salah satu program dari Cepot Motah Indonesia supaya tertib administrasi dan terus mengikuti aturan. Karena banyak yang mengatasnamakan dan mengaku dirinya sebagai Cepot, padahal saya tidak tahu, ujar Tommy.
Ia menegaskan, pihaknya menemukan adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan Cepot Motah Indonesia tanpa diketahui oleh pengurus pusat. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman, perpecahan, serta mengganggu nama baik organisasi.
Oleh karena itu, DPP Cepot Motah Indonesia melakukan penertiban terhadap administrasi keanggotaan dan kepengurusan di tingkat chapter.
Menurut Tommy, setiap anggota resmi Cepot Motah Indonesia harus memiliki identitas dan nomor registrasi yang jelas. Selain itu, setiap chapter wajib mendapatkan pengesahan melalui Surat Keputusan (SK) dari DPP Cepot Motah Indonesia.
Apabila ada yang tidak mempunyai kartu atau tidak memiliki registrasi, kemudian mengatasnamakan Cepot, itu bukan anggota kami. Anggota harus memiliki nomor registrasi dan identitas yang jelas, tegasnya.
Saat ini, kata Tommy, Cepot Motah Indonesia telah memiliki sekitar 23 chapter yang tersebar di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 chapter telah mendapatkan Surat Keputusan resmi dari DPP.
Penataan administrasi tersebut diharapkan dapat memperjelas struktur organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga chapter di berbagai daerah, sekaligus memperkuat soliditas dan kebersamaan seluruh anggota Cepot Motah Indonesia.
Cepot Motah Gaungkan Kepedulian terhadap Penyalahgunaan Obat
Selain melakukan pembenahan internal organisasi, Cepot Motah Indonesia juga menggaungkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat, salah satunya terkait penyalahgunaan obat-obatan, termasuk tramadol.
Tommy menegaskan, kepedulian tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga lingkungan dan generasi muda dari berbagai hal yang dapat merusak masa depan mereka.
Cepot harus ikut menjaga masyarakat. Salah satunya dengan menyuarakan pemberantasan peredaran obat-obatan yang dapat disalahgunakan, termasuk tramadol. Kita tidak ingin generasi muda rusak karena penyalahgunaan obat, ujarnya.
Ia menjelaskan, gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum. Cepot Motah Indonesia ingin mendorong masyarakat agar berani memberikan informasi kepada pihak berwenang serta bersama-sama mendukung upaya pemerintah dan aparat dalam menangani persoalan penyalahgunaan obat.
Tommy juga mengajak seluruh anggota Cepot Motah Indonesia untuk tetap menjaga sikap serta bertindak sesuai aturan hukum dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan obat, harus dilakukan secara bijak, bertanggung jawab, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Kami ingin Cepot menjadi organisasi yang memberikan manfaat. Jangan hanya berbicara soal organisasi, tetapi juga harus hadir dalam persoalan sosial di masyarakat, katanya.
Dorong Sinergi dengan Masyarakat dan Pemerintah
Lebih lanjut, Tommy berharap Cepot Motah Indonesia dapat berkembang menjadi organisasi atau paguyuban yang mampu menjalin sinergi positif dengan masyarakat maupun pemerintah.
Harapan saya, Cepot Motah Indonesia bisa menjadi organisasi atau paguyuban yang baik, yang dapat bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah. Cepot juga harus aktif dalam kegiatan-kegiatan positif, ujarnya.
Menurutnya, Cepot Motah Indonesia tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, kekeluargaan, dan kebersamaan antaranggota.
Ini adalah wadah silaturahmi dan persaudaraan. Kita harus menjunjung tinggi persamaan, kekeluargaan, dan kebersamaan, tuturnya.
Tommy berpesan kepada seluruh anggota agar menjadi pribadi yang baik, bijak, serta mampu menjaga marwah dan nama baik organisasi dalam setiap kegiatan.
Mudah-mudahan dengan adanya kebersamaan seperti ini, Cepot Motah Indonesia harus selalu bersama dan seluruh anggotanya menjadi pribadi yang baik, bijak, serta mampu menjaga marwah organisasi, katanya.
Melalui penertiban administrasi, penerbitan SK bagi chapter, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial, DPP Cepot Motah Indonesia berharap seluruh anggota dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ke depan, Cepot Motah Indonesia menargetkan organisasi yang semakin tertata, solid, serta mampu memperluas sinergi dengan masyarakat dan pemerintah melalui berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat.
* Andi *


























