Pemkot Bandung Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Abu Vulkanik, Warga Diimbau Tetap Waspada

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 7 September 2026 - 16:00 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Bandung Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Abu Vulkanik, Warga Diimbau Tetap Waspada

Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota Bandung memperkuat langkah mitigasi menyusul sebaran abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau yang berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas penerbangan di wilayah Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari kemarin sudah kami keluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak usah panik. Bagaimanapun juga abu vulkanik merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang berada di Ring of Fire,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 7 September 2026.

Sebagai langkah perlindungan, Pemkot Bandung meminta anak-anak sekolah menggunakan masker selama beraktivitas. Farhan mengaku telah meninjau sejumlah sekolah dan melihat para siswa mulai menerapkan penggunaan masker.

Menurutnya, abu vulkanik yang masih tersisa di lingkungan sekolah setelah akhir pekan perlu segera dibersihkan agar tidak kembali beterbangan dan terhirup oleh warga sekolah.

Meskipun abu vulkanik yang berada di permukaan telah dibersihkan melalui penyemprotan, masih terdapat kemungkinan adanya sebaran abu di udara pada ketinggian tertentu.

“Sebarannya di ketinggian antara 10.000 sampai 15.000 kaki, atau sekitar 3 sampai 5 kilometer dari permukaan,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak terhadap mobilitas masyarakat, Pemkot Bandung juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait penambahan layanan kereta api menuju arah timur maupun barat sesuai kebutuhan.

Farhan menyebutkan, sejumlah calon penumpang yang penerbangannya gagal dari Jakarta menuju sejumlah kota, seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Solo, memilih melanjutkan perjalanan melalui Bandung menggunakan moda transportasi darat dan kereta api.

“Banyak yang dari Jakarta gagal terbang ke arah Surabaya, Jogja, Solo, kemudian naik bus ke Bandung dan dari Bandung mereka naik kereta api ke arah timur,” katanya.

Selain memastikan kelancaran mobilitas, Pemkot Bandung juga melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan yang memiliki tingkat lalu lintas kendaraan dan aktivitas pejalan kaki cukup tinggi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah abu vulkanik yang berada di permukaan kembali beterbangan.

Dari sisi kesehatan, Farhan memastikan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung telah diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Puskesmas dan semua fasilitas kesehatan sudah siap siaga untuk ISPA karena memang risiko terbesarnya adalah ISPA,” katanya.

Ia menegaskan, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Seluruh fasilitas kesehatan juga diminta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan dan tidak menolak pasien.

Terkait potensi kelangkaan masker di pasaran, Farhan mengatakan Pemkot Bandung akan melakukan pengecekan terhadap ketersediaan masker, khususnya di toko modern dan fasilitas penjualan alat kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penimbunan sekaligus mencegah lonjakan harga.

“Kita akan pastikan jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu. Saya juga akan cek stok di Dinkes,” ujarnya.

Pemkot Bandung juga masih mempertimbangkan skema pembagian masker gratis dengan memperhatikan kondisi ketersediaan masker di pasaran.

Menurut Farhan, pembelian masker dalam jumlah besar oleh pemerintah perlu dilakukan secara terukur agar tidak justru memicu peningkatan harga di pasaran.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Kota Bandung masih berlangsung secara tatap muka. Hingga saat ini, Pemkot Bandung belum memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Siswa masih diperbolehkan mengikuti pembelajaran secara langsung dengan menerapkan langkah-langkah perlindungan, salah satunya menggunakan masker.

Farhan juga memastikan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aktivitas penerbangan akan terus dipantau secara berkala. Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, penerbangan dari Bandung masih belum mendapatkan izin untuk kembali beroperasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Sony Bachtiar, mengatakan penyemprotan diprioritaskan di sejumlah jalan protokol yang ramai dilalui masyarakat maupun wisatawan.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan di Jalan Asia Afrika, sepanjang Asia Afrika. Lalu di Jalan Ir. H. Juanda. Nanti malam kami lanjutkan ke Jalan Supratman sampai Purwakarta, kemudian Jalan Dipatiukur dan R. E. Martadinata,” kata Sony.

Menurut Sony, penyemprotan tidak hanya menyasar badan jalan, tetapi juga bagian lingkungan yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya abu vulkanik, seperti trotoar, dedaunan, dan pepohonan.

“Ini untuk debu-debu yang ada di permukaan supaya tidak mengudara kembali. Yang ada di dedaunan, pohon-pohon, termasuk trotoar, akan kami semprot sehingga debunya tidak naik lagi,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas memanfaatkan sumber air dari hidran maupun kolam retensi yang tersedia. Sony memastikan ketersediaan air untuk kegiatan penyemprotan hingga saat ini masih mencukupi.

Pemkot Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah terkait perkembangan kondisi abu vulkanik.

(red)

Berita Terkait

Renovasi SDN 026 Bojongloa Dimulai, Pemkot Pastikan Hak Pendidikan Siswa Tetap Terjaga
471 KPM Desa Situsari Terima Bantuan Beras, Kades Dahlan: Harus Tepat Sasaran dan Benar-Benar Bermanfaat
WASPADA DEBU VULKANIK! Pemdes Jonggol Ingatkan Warga Lindungi Diri dan Keluarga dari Potensi Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau
Delapan Bandara Terdampak Abu Vulkanik, Kertajati Disiapkan Jadi Alternatif Penerbangan
Abu Vulkanik Gunung Krakatau Jadi Perhatian, Kades Citeureup Gugun Wiguna Ingatkan Warga Jangan Lengah!
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Disdik Wajibkan Masker di Sekolah
BPBD Bandung Latih Warga Rusunawa Cingised Hadapi Bencana Lewat Simulasi Evakuasi
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Bandung, Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:26 WIB

Renovasi SDN 026 Bojongloa Dimulai, Pemkot Pastikan Hak Pendidikan Siswa Tetap Terjaga

Senin, 7 September 2026 - 16:00 WIB

Pemkot Bandung Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Abu Vulkanik, Warga Diimbau Tetap Waspada

Senin, 7 September 2026 - 15:07 WIB

471 KPM Desa Situsari Terima Bantuan Beras, Kades Dahlan: Harus Tepat Sasaran dan Benar-Benar Bermanfaat

Senin, 7 September 2026 - 14:34 WIB

WASPADA DEBU VULKANIK! Pemdes Jonggol Ingatkan Warga Lindungi Diri dan Keluarga dari Potensi Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 13:27 WIB

Delapan Bandara Terdampak Abu Vulkanik, Kertajati Disiapkan Jadi Alternatif Penerbangan

Minggu, 6 September 2026 - 21:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Disdik Wajibkan Masker di Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 21:10 WIB

BPBD Bandung Latih Warga Rusunawa Cingised Hadapi Bencana Lewat Simulasi Evakuasi

Minggu, 6 September 2026 - 20:56 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Bandung, Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi

Berita Terbaru