Gempolin Bikin Warga Gempolsari Antusias Kelola Sampah

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempolin Bikin Warga Gempolsari Antusias Kelola Sampah

Satunews.id–Kota Bandung– Pengelolaan sampah di Kelurahan Gempolsari mulai diarahkan dari sekadar membuang menjadi memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali. Melalui program Gempolin (Gerakan Mengolah Data, Pilah, Olah, Manfaatkan Sampah Terintegrasi Berbasis Masyarakat), masyarakat tidak hanya didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, tetapi juga terlibat dalam pencatatan dan pengaturan pengangkutan sampah melalui aplikasi.

Melalui aplikasi tersebut, warga bisa memasukkan jenis dan perkiraan berat sampah, menentukan titik pengumpulan, mengunggah foto, kemudian mengajukan permintaan pengambilan. Sampah yang telah dipilah pun tidak perlu menumpuk di rumah karena dapat dikumpulkan pada titik yang telah ditentukan untuk kemudian diangkut oleh petugas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah seorang warga RT 04 RW 04 Kelurahan Gempolsari, Hesti mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, warga di lingkungannya mulai terbiasa memilah sampah, meski masih membutuhkan pendampingan dalam proses pengolahannya.

“Alhamdulillah sih terbantu sekali. Soalnya warga sini baru bisa memilah, belum bisa mengolah. Jadi dengan adanya Gempolin ini terbantu sekali,” ujar Hesti, Kamis 20 Agustus 2026.

Gempolin Bikin Warga Gempolsari Antusias Kelola Sampah

Di RT 04 RW 04, terdapat beberapa titik pengumpulan yang menjadi lokasi pengambilan sampah oleh petugas. Warga cukup mengisi data sampah yang akan diangkut melalui aplikasi dan meletakkannya di titik kumpul yang telah ditentukan.

Penerapan Gempolin juga berjalan bersamaan dengan edukasi kepada masyarakat. Warga RT 09 RW 10, Ibu Iim mengatakan, sosialisasi dilakukan secara bertahap karena belum seluruh warga terbiasa memilah sampah berdasarkan jenisnya. Pengelolaan sampah organik di lingkungannya juga mulai dilakukan melalui sistem tersebut.

“Karena warga itu tidak semua memilah. Jadi, secara bertahap mereka dari kelurahan terus mensosialisasikan bahwa sampah itu harus dipilah menurut jenisnya, organik dan non-organik,” jelas Iim.

Sementara itu, warga RT 08 RW 10, Ibu Yuliah melihat Gempolin tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk meminta pengangkutan sampah. Pencatatan melalui aplikasi dan keberadaan titik kumpul dinilai membantu membuat proses pengambilan sampah lebih teratur. Warga dapat mencantumkan lokasi, jumlah, jenis sampah, hingga foto sebelum mengirimkan permintaan pengambilan.

Menurut Yuliah, sistem tersebut membantu petugas mengetahui jumlah sampah yang harus diangkut sehingga proses pengangkutan dapat disesuaikan dengan jumlah petugas yang bertugas.

“Buat menertibkan aja sih kayaknya gitu, menertibkan berapa banyak sampah yang sudah diolah, terus berapa banyak mungkin volume yang bisa diolah sama tim Gober dari Kelurahan Gempolsari,” ujar Yuliah.

Pengelolaan sampah melalui Gempolin tidak berhenti pada proses pengangkutan, tetapi berlanjut hingga tahap pemanfaatan. Sampah organik yang dikumpulkan di antaranya dimanfaatkan di kawasan Buruan Sae Mekarwangi RW 04 untuk diolah menjadi pupuk bagi tanaman.

Sedangkan Ketua Buruan Sae Mekarwangi, Deny menjelaskan, hasil pengolahan sampah organik tersebut digunakan untuk mendukung kebun yang ditanami berbagai jenis sayuran, seperti sawi, pakcoy, cabai, terung, hingga umbi-umbian.

Hasil kebun selanjutnya dapat dirasakan kembali oleh masyarakat. Sebagian hasil panen diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan, sementara hasil yang berlebih dapat dijual. Pendapatan dari penjualan tersebut kemudian digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan kebun, termasuk membeli pupuk.

Pemanfaatan hasil pengolahan sampah juga dirasakan warga di kawasan Buruan Sae. Ibu Heti dari RT 01 RW 05 menjelaskan bahwa sampah yang telah dipisahkan, terutama sampah organik, kemudian diolah hingga menjadi kompos.

Hasil kebun selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung penanganan stunting dan dibagikan kepada warga. Jika hasil panen berlebih, sebagian dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan kebun lainnya.

Gempolin pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang penggunaan aplikasi. Di balik data yang dimasukkan warga, terdapat kebiasaan baru untuk memilah sampah dari rumah, sistem pengangkutan yang lebih teratur, serta upaya mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang kembali bermanfaat bagi masyarakat (Hany/Unikom, Harzan/Unpas/Magang) **

(Red/hna) **

Berita Terkait

Gebyar Merdeka RI ke-81, Ratu Dewa Dorong Panggung Seni Ampera Jadi Ruang Kreatif Warga
Kapolda Sumsel Terima Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan dari detikSumatera Awards 2026
332 Anak Yatim Jadi Prioritas Sebelum Pesta Rakyat,Pemdes Klapanunggal Buka HUT RI dengan Aksi Nyata 
PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, LAPAS NARKOTIKA KELAS IIB BANYUASIN GELAR KAJIAN AKHLAK DAN KEPEMIMPINAN RASULULLAH
Bantuan Pangan Ciriung Tepat Sasaran,960 KPM Terima 30 Kg Beras
GARUDA INDONESIA TRAVEL FAIR 2026 DI PALEMBANG MULAI HARI INI, 390 RIBU KURSI DOMESTIK DAN INTERNASIONAL SIAP DIBURU
Gelar Cek Kesehatan Gratis DPD Demokrat Sumsel
Sertijab Kalapas Banyuasin, Estafet Kepemimpinan Resmi Berganti 
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:32 WIB

332 Anak Yatim Jadi Prioritas Sebelum Pesta Rakyat,Pemdes Klapanunggal Buka HUT RI dengan Aksi Nyata 

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Bantuan Pangan Ciriung Tepat Sasaran,960 KPM Terima 30 Kg Beras

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Public Lecture Desa Ciangsana: Belajar dari Tiongkok, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Polsek Klapanunggal Perkuat Pencegahan Tambang Ilegal, Papan Imbauan Dipasang di Sejumlah Lokasi Galian C

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Lima Dusun Bawa Dongdang, Kades Nagrak Tetap Berapi-api Semarakkan Karnaval Budaya HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Kades Ciangsana H. Udin Saputra Ajak Warga Meneladani Akhlak Rasul dan Memperkuat Ukhuwah

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:10 WIB

Pengajian Bulanan Tingkat Kecamatan Citeureup Digelar di Desa Tangkil, Kades Fikriana Ajak Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keislaman

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:00 WIB

Milad Kades Cipeucang Jadi Momentum Berbagi, Puluhan Lansia Tersenyum Terima Sembako di Tengah Pengajian Majelis Taklim

Berita Terbaru