Dayeuhkolot (Satunews.id ) — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semangat gotong royong ditunjukkan Pentahelix bersama Relawan PRIMA dan masyarakat melalui kegiatan pembersihan lingkungan.
Kali ini, mereka membersihkan sampah di dalam crossing jalan depan PT Garmen sepanjang sekitar 100 meter yang mengarah menuju anak Sungai Cipalasari, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu (10/8/2026).
Crossing yang menjadi lokasi pembersihan memiliki kondisi gelap, sempit, serta sirkulasi udara yang terbatas. Selain itu, lokasi tersebut tidak memiliki bak kontrol sehingga akses untuk melakukan pembersihan menjadi cukup sulit.

Saat menyusuri bagian dalam crossing untuk mengangkat sampah yang menumpuk, para relawan dikejutkan dengan penemuan empat ekor ular sanca berukuran cukup besar. Empat ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter.
Berdasarkan perkiraan relawan di lokasi, salah satu ular memiliki berat hampir lima kilogram, sedangkan satu ekor lainnya sekitar 2,5 kilogram. Kedua ular tersebut telah berhasil ditemukan dan diamankan. Sementara itu, berdasarkan pengamatan di lokasi, masih diperkirakan terdapat dua ekor ular sanca lagi yang berada di sekitar area crossing.
Perwakilan Pentahelix, Adi Setiadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjaga kelancaran saluran air.

“ Kami bersama relawan berupaya membersihkan sampah yang berada di dalam klosing, meskipun kondisi di lapangan cukup sulit. Yang menjadi perhatian kami bukan hanya sampahnya, tetapi juga kondisi saluran yang perlu mendapat pemeliharaan secara berkala,” ujar Adi Setiadi di lokasi.
Menurutnya, kondisi crossing yang gelap dan minim sirkulasi udara membuat proses pembersihan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, terlebih setelah para relawan menemukan ular sanca di dalamnya.
“Keselamatan relawan tetap menjadi prioritas. Temuan dua ular sanca ini juga menunjukkan bahwa kita harus lebih berhati-hati ketika melakukan pembersihan di lokasi seperti ini,” katanya.
Meski menghadapi medan yang cukup berat, para relawan tetap melanjutkan pembersihan dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Sampah di dalam crossing diangkat secara bertahap untuk membuka kembali jalur aliran air menuju anak Sungai Cipalasari.
Pembersihan dilakukan karena tumpukan sampah di dalam crossing menghambat aliran air. Kondisi saluran yang kurang terawat juga berpotensi menjadi tempat berlindung bagi berbagai jenis satwa liar.
Selain membersihkan sampah di crossing, Pentahelix bersama Relawan PRIMA juga melanjutkan pembersihan sedimen di anak Sungai Cipalasari sepanjang sekitar 300 meter.
Adi Setiadi menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga merupakan bentuk semangat gotong royong dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kami berharap kolaborasi Pentahelix dan para relawan ini terus berjalan. Saluran air perlu dijaga bersama, karena kalau sampah menumpuk dan saluran tersumbat, dampaknya bisa kembali kepada masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan pembersihan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan dan fungsi saluran air di wilayah Dayeuhkolot. Semangat gotong royong yang dilakukan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi kepedulian bersama terhadap lingkungan.
Pentahelix bersama Relawan PRIMA juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta ikut menjaga saluran air agar tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
“ Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan saluran air bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai unsur masyarakat,” pungkasnya. (Asp).


























