Perangi Korupsi Lewat Aset, KDM Minta Seluruh Tanah Pemerintah Bersertifikat

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:42 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perangi Korupsi Lewat Aset, KDM Minta Seluruh Tanah Pemerintah Bersertifikat

*KOTA CIMAHI* – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan penataan aset menjadi salah satu jurus Pemprov Jabar untuk menutup celah korupsi di tubuh pemerintahan.

Seluruh aset milik Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota ditargetkan sudah memiliki sertifikat paling lambat dalam waktu tiga tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini tidak hanya untuk tertib administrasi. Lebih dari itu, sertifikasi bertujuan memberikan kepastian hukum atas tanah milik negara agar terlindungi dari sengketa dan penguasaan pihak tak berwenang.

Komitmen tersebut disampaikan KDM saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi _Monitoring Controlling for Surveillance_ (MCSP) di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, Selasa (4/8/2026).

Perangi Korupsi Lewat Aset, KDM Minta Seluruh Tanah Pemerintah Bersertifikat

“Ini kegiatan penataan tata ruang, pengelolaan pertanahan, sertifikasi pertanahan. Mudah-mudahan nanti saya harapkan seluruh aset daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, di tiga tahun ke depan sudah selesai tersertifikatkan,” ujar Dedi.

Menurut KDM, persoalan pertanahan bukan sekadar urusan administrasi. Pengelolaan aset yang tidak tertib bertahun-tahun telah membuka celah penyimpangan. Bahkan tidak sedikit aset negara yang beralih menjadi milik pribadi maupun korporasi.

“Daerah sempadan sungai, sempadan jalan, sumber-sumber mata air, danau, banyak yang memiliki kepemilikan bersifat personal atau perusahaan, bahkan tersertifikat bukan atas nama negara, tetapi atas nama pribadi atau swasta. Itu tidak boleh lagi terjadi,” tegasnya.

Ia menekankan, kawasan yang memiliki fungsi ekologis dan kepentingan publik wajib dikuasai negara. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan warga, dan keberlanjutan pembangunan.

Untuk mempercepat, KDM meminta seluruh kepala daerah menjadikan sertifikasi aset sebagai prioritas anggaran.

“Saya mengimbau kepala daerah agar mau menganggarkan untuk mau membiayai sehingga seluruh aset daerah memiliki akta yang autentik,” katanya.

Pemprov Jabar juga akan memperluas kolaborasi hingga ke desa. Salah satunya mendukung program KKN tematik perguruan tinggi untuk membantu inventarisasi dan penataan pertanahan.

“Kalau diselenggarakan di desa-desa, nanti provinsi ikut mendukung KKN yang menggarap persoalan penataan pertanahan di Jawa Barat,” kata KDM.

Langkah ini sejalan dengan program Kementerian ATR/BPN. Staf Ahli Menteri ATR/BPN Bidang Pengembangan Kawasan, Dony Erwan Brilianto menyebut ada sejumlah paket kolaborasi seperti percepatan pendaftaran tanah, integrasi NIB-NOP, percepatan RDTR, hingga penguatan GTRA.

“Seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kepastian hukum, melindungi aset pemerintah, mempercepat investasi, meningkatkan pendapatan daerah, sekaligus mengurangi potensi konflik pertanahan,” jelas Dony.

Dalam konteks pencegahan korupsi, sertifikasi aset bukan hanya soal legalitas. Kepastian hukum atas tanah akan mempersempit ruang manipulasi, memperkuat akuntabilitas keuangan daerah, dan memastikan aset negara dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik.

Dengan sinergi Pemprov, Pemkab/Kota, KPK, ATR/BPN dan pemangku kepentingan lain, penataan pertanahan diharapkan menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, berkeadilan, dan berkelanjutan.

(Hms/Red) *

Berita Terkait

Api Melalap Rumah Jurnalis di Palembang, Dugaan Korsleting Listrik Jadi Perhatian
Perkuat Infrastruktur Desa, Pemdes Cikutamahi Mulai Peningkatan Jalan Kp. Tegal Peundeuy dengan Anggaran Rp220,97 Juta
LANSIA YANG LOMPAT DARI JEMBATAN MUSI IV DITEMUKAN BASARNAS MENGAPUNG MENINGGAL DUNIA
Polda Sumsel Perkuat Green Policing melalui Aksi Peduli Lingkungan di Komplek Pakri
Biodigester AKSARA Hadir di Ciangsana, H. Udin Saputra Dorong Inovasi Pengolahan Limbah dan Energi Ramah Lingkungan
Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Perkuat Infrastruktur Desa, Pemdes Cikutamahi Mulai Peningkatan Jalan Kp. Tegal Peundeuy dengan Anggaran Rp220,97 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Launching BKK Akselerasi 2026, Desa Gunung Putri Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk 12 Program Pembangunan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Hari Santri 2026, H. Udin Saputra dan Hj. Silvia Maharani: Santri Pilar Moral Bangsa, Penguat Indonesia Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:59 WIB

KORVE Gerakan Indonesia Asri, Kades Citeureup Gugun Wiguna: Jangan Tunggu Lingkungan Kotor Baru Bergerak!

Berita Terbaru