Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Lawan HIV/AIDS, Fokus Eliminasi Stigma dan Perluasan Layanan bagi ODHIV

Satunews.id

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:40 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Lawan HIV/AIDS, Fokus Eliminasi Stigma dan Perluasan Layanan bagi ODHIV

Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat komitmen dalam penanggulangan HIV/AIDS melalui kolaborasi bersama Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), Organisasi Berbasis Komunitas (OBK), fasilitas layanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses pencegahan, deteksi dini, pendampingan, hingga peningkatan kualitas hidup Orang dengan HIV (ODHIV) di Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemkot Bandung menilai keberadaan OMS dan komunitas memiliki peran strategis dalam mendukung program penanggulangan HIV/AIDS. Selain membantu menemukan kasus secara lebih dini, organisasi tersebut juga menjadi penghubung masyarakat dengan layanan kesehatan dan dukungan sosial yang dibutuhkan.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil terus diperkuat melalui mekanisme social contracting atau kontrak sosial. Skema ini memberikan ruang bagi OMS untuk terlibat secara lebih formal dalam pelaksanaan program penanggulangan HIV yang didukung pemerintah daerah.

Pada tahun 2025, OMS dan OBK bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandung telah melakukan berbagai forum dialog dan pembahasan untuk merumuskan isu prioritas penanggulangan HIV yang akan menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Beberapa agenda prioritas yang dibahas meliputi penguatan deteksi dini HIV bagi kelompok berisiko, peningkatan peran Warga Peduli AIDS (WPA), serta perluasan edukasi dan sosialisasi HIV kepada masyarakat.

Melalui forum tersebut, pemerintah dan komunitas tidak hanya bertukar gagasan, tetapi juga menyusun langkah konkret agar layanan pencegahan dan pendampingan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah kerja sama telah berjalan di berbagai sektor. LSM PKBI Kota Bandung berkolaborasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bandung dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB). Sementara Grapiks Kota Bandung menjalin kerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Female bekerja sama dengan Kementerian Sosial, serta Rumah Cemara berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Dukungan juga diperkuat melalui kerja sama komunitas bersama Baznas Kota Bandung dalam upaya pemberdayaan dan pendampingan masyarakat.

Berbagai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, fasilitas kesehatan, akademisi, media, dan masyarakat agar upaya pencegahan serta penanganan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri peringatan Hari AIDS Sedunia Kota Bandung pada Desember 2025 lalu. Ia menegaskan bahwa HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan sosial yang membutuhkan pendekatan kemanusiaan.

Menurut Farhan, tantangan terbesar dalam penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya terkait layanan medis, tetapi juga masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV yang dapat menghambat upaya pemeriksaan, pengobatan, dan pendampingan.

“Ketidakterbukaan sering terjadi karena adanya stigmatisasi. Saya yakin masih ada yang menganggap HIV/AIDS sebagai penyakit kutukan. Stigma seperti ini harus dihentikan. Setiap persoalan peradaban harus dijawab dengan solusi peradaban, yaitu melalui ilmu pengetahuan dan kesadaran kolektif,” ujar Farhan.

Ia menegaskan, Pemkot Bandung berkomitmen mewujudkan target tiga nol, yaitu nol kematian akibat AIDS, nol stigma terhadap ODHIV, dan nol kasus baru HIV melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Direktur PKBI Kota Bandung, Nunuk Kusniati mengapresiasi langkah Pemkot Bandung yang terus membuka ruang kemitraan dengan OMS dan komunitas dalam program penanggulangan HIV/AIDS.

Menurutnya, keterlibatan komunitas sangat penting karena memiliki kedekatan dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan serta mampu memberikan pendampingan secara lebih efektif.

“Penanggulangan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar layanan pencegahan, pengobatan, dan pendampingan dapat terus diperkuat,” kata Nunuk.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dikembangkan sehingga Kota Bandung mampu mempercepat pencapaian target penanggulangan HIV/AIDS sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat, inklusif, dan bebas dari stigma maupun diskriminasi terhadap ODHIV.

Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, Pemkot Bandung berkomitmen menghadirkan layanan HIV/AIDS yang lebih mudah diakses, berkelanjutan, serta berorientasi pada perlindungan dan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat.

(drj)

Berita Terkait

Pemkot Bandung Siapkan Nobar Piala Dunia di Ruang Publik, Tunggu Persetujuan Hak Siar TVRI dan RRI
Tragedi Jalan Pasteur Jadi Perhatian, Pemkot Bandung Percepat Koordinasi Perbaikan Infrastruktur Demi Keselamatan Warga
Investasi Kota Bandung Tembus Rp11 Triliun, Pemkot Dorong Transformasi Transportasi, Hunian, dan Infrastruktur Modern
Lonjakan Wisatawan Dorong Ekonomi Bandung, Pemkot Fokus Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Ketahanan Pangan Bandung Diperkuat, Pemkot Kaji Skema Lumbung Pangan untuk Amankan Pasokan Strategis
Satpol PP Bandung Tertibkan Reklame Videotron Melintang di Jalan Riau, Penataan Wajah Kota Terus Diperkuat
Pemkot Bandung Tegaskan Faskes Wajib Layani Pasien, Tak Boleh Menolak Karena Alasan Biaya
Kedai Imah Seuri, Dari Sajian Kuliner Hadirkan Ruang Harapan dan Kemandirian Anak Yatim di Kota Bandung

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:40 WIB

Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Lawan HIV/AIDS, Fokus Eliminasi Stigma dan Perluasan Layanan bagi ODHIV

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:35 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Nobar Piala Dunia di Ruang Publik, Tunggu Persetujuan Hak Siar TVRI dan RRI

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:30 WIB

Tragedi Jalan Pasteur Jadi Perhatian, Pemkot Bandung Percepat Koordinasi Perbaikan Infrastruktur Demi Keselamatan Warga

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:22 WIB

Lonjakan Wisatawan Dorong Ekonomi Bandung, Pemkot Fokus Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:19 WIB

Ketahanan Pangan Bandung Diperkuat, Pemkot Kaji Skema Lumbung Pangan untuk Amankan Pasokan Strategis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:15 WIB

Satpol PP Bandung Tertibkan Reklame Videotron Melintang di Jalan Riau, Penataan Wajah Kota Terus Diperkuat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:08 WIB

Pemkot Bandung Tegaskan Faskes Wajib Layani Pasien, Tak Boleh Menolak Karena Alasan Biaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:03 WIB

Kedai Imah Seuri, Dari Sajian Kuliner Hadirkan Ruang Harapan dan Kemandirian Anak Yatim di Kota Bandung

Berita Terbaru