Pemkot Bandung Siapkan Nobar Piala Dunia di Ruang Publik, Tunggu Persetujuan Hak Siar TVRI dan RRI
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia sebagai bentuk dukungan terhadap hiburan masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan warga. Namun, pelaksanaannya masih menunggu koordinasi dan persetujuan dari TVRI serta RRI sebagai pihak yang memiliki kewenangan terkait hak siar public viewing.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menerima arahan agar pemerintah daerah dapat mendukung kegiatan nobar bagi masyarakat. Meski demikian, seluruh pelaksanaan harus tetap mengikuti aturan dan ketentuan hak siar yang berlaku.
“Saya masih menunggu koordinasi dengan TVRI. Kalau TVRI dan RRI sudah memberikan izin, tentu kita siap melaksanakan nonton bareng untuk masyarakat,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis, 18 Juni 2026.
Farhan menjelaskan, konsep nobar yang disiapkan Pemkot Bandung tidak harus terpusat dalam satu lokasi besar. Pemerintah justru membuka kemungkinan menggelar kegiatan di beberapa titik agar masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati pertandingan dengan lebih mudah.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah memanfaatkan ruang publik di tingkat kecamatan sebagai lokasi penyelenggaraan.
“Kita lihat nanti bagaimana antusiasme masyarakat. Bisa saja dilakukan di beberapa kecamatan sehingga warga tidak harus berkumpul di satu tempat saja,” katanya.
Menurut Farhan, penyelenggaraan nobar kemungkinan akan difokuskan saat pertandingan memasuki fase penting, seperti babak perempat final hingga final. Hal tersebut mempertimbangkan tingkat antusiasme masyarakat yang biasanya meningkat pada pertandingan-pertandingan akhir.
“Mungkin nanti mendekati perempat final sampai final baru kita laksanakan. Jangan sampai kita menyiapkan tempat besar, tetapi ternyata jumlah penontonnya tidak sesuai harapan,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat sebenarnya tetap dapat menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi digital. Namun, kegiatan nobar memiliki nilai sosial yang berbeda karena menjadi ruang interaksi dan kebersamaan antarwarga.
“Nobar bukan hanya soal menonton sepak bola, tetapi juga menjadi sarana berkumpul, mempererat hubungan sosial, dan menghadirkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkap Farhan.
Apabila kegiatan tersebut direalisasikan, Pemkot Bandung akan melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari perangkat kewilayahan hingga aparat keamanan, guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Farhan berharap momentum Piala Dunia dapat dinikmati masyarakat Kota Bandung dengan penuh kegembiraan sekaligus tetap menjaga ketertiban lingkungan.
“Kami siap mendukung sepanjang seluruh ketentuan dipenuhi. Yang paling penting masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan aman, nyaman, dan tetap menjaga suasana kondusif,” pungkasnya.
(drj)



























