Tragedi Jalan Pasteur Jadi Perhatian, Pemkot Bandung Percepat Koordinasi Perbaikan Infrastruktur Demi Keselamatan Warga
Satunews.id, Kota Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan mempercepat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait penanganan kondisi Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur) pascakecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban jiwa.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Meskipun ruas Jalan Pasteur merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bandung memastikan tetap mengambil langkah koordinasi agar persoalan infrastruktur tersebut segera ditangani.
“Bagaimanapun juga, baik jalan provinsi, jalan nasional, maupun jalan kota, yang menjadi korban adalah warga Kota Bandung. Karena itu kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis, 18 Juni 2026.
Farhan menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya, setiap kejadian yang mengancam keselamatan warga harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak, tanpa terhambat oleh batas kewenangan administrasi.
Berdasarkan informasi awal dari pihak kepolisian, kecelakaan terjadi ketika pengendara sepeda motor berusaha menghindari pejalan kaki yang menyeberang jalan saat hendak mendahului kendaraan lain. Dalam kondisi tersebut, kendaraan kemudian masuk ke area jalan yang mengalami kerusakan hingga pengendara kehilangan kendali dan terjatuh.
Pada saat bersamaan, kendaraan bus yang melaju dari arah yang sama tidak dapat menghindari kejadian tersebut sehingga menyebabkan kecelakaan fatal.
Farhan mengatakan, meskipun kecelakaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, kondisi jalan yang rusak tetap menjadi aspek yang harus segera diperhatikan.
“Hasil analisis kepolisian menjadi bahan evaluasi. Tetapi apa pun penyebabnya, jalan berlubang tetap harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan korban berikutnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkot Bandung terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat langkah penanganan. Menurutnya, persoalan keselamatan warga harus menjadi tanggung jawab bersama antarinstansi pemerintahan.
“Pemerintah tidak boleh saling menunggu. Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada memperdebatkan siapa yang memiliki kewenangan,” ungkap Farhan.
Selain mendorong perbaikan fisik jalan, Pemkot Bandung juga berharap pengawasan terhadap kondisi infrastruktur dapat dilakukan secara berkala. Hal tersebut penting untuk mendeteksi potensi bahaya lebih dini dan mencegah terjadinya kecelakaan akibat kerusakan fasilitas publik.
Farhan menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ruang jalan yang aman, nyaman, dan mendukung mobilitas warga Kota Bandung.
“Ke depan, kita ingin memastikan seluruh infrastruktur publik benar-benar memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.
(drj)



























