Rupiah Kembali Tertekan, Sentimen Konflik Global dan Ketidakpastian AS-Iran Picu Pelemahan

Satunews.id

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 14:51 WIB

503 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi – Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. Foto: Antara

Satunews.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin (18/05/2026) pagi. Rupiah tercatat melemah sebesar 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda tersebut dipengaruhi meningkatnya sentimen risk off global yang dipicu ketidakpastian geopolitik internasional, khususnya terkait perkembangan hubungan Amerika Serikat, China, dan konflik Iran.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pasar global merespons negatif hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai belum memberikan solusi konkret terhadap ketegangan konflik AS-Iran.

“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global. Dolar AS menguat cukup besar di tengah aksi jual berbagai aset seperti obligasi, saham, kripto, dan mata uang akibat kekecewaan investor terhadap hasil pertemuan Xi dan Trump yang belum banyak membahas penyelesaian konflik AS-Iran,” ujar Lukman di Jakarta, Senin (18/05/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Xi Jinping disebut mendorong agar Selat Hormuz kembali dibuka dengan tetap menjaga gencatan senjata demi menjaga stabilitas perdagangan dan pasokan energi global.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan pihaknya terus berupaya mendorong proses perdamaian dan memfasilitasi perundingan antarnegara terkait konflik yang berlangsung.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa proses mediasi sebelumnya yang difasilitasi Pakistan masih menghadapi jalan buntu. Iran disebut masih memiliki tingkat ketidakpercayaan tinggi terhadap Amerika Serikat dan menilai pesan diplomatik yang disampaikan Washington bersifat kontradiktif.

Meski demikian, Iran mengklaim tetap berkomitmen pada jalur diplomasi walaupun situasi gencatan senjata dinilai masih sangat rentan.

Melansir laporan Anadolu, Donald Trump sendiri mengaku belum yakin kesepakatan antara AS dan Iran dapat segera tercapai. Hingga kini, pembahasan mengenai program nuklir Iran dan konflik kawasan masih berlangsung tanpa titik temu yang jelas.

Bahkan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa Trump diperkirakan akan mengambil keputusan penting dalam beberapa jam ke depan terkait kemungkinan melanjutkan serangan terhadap rezim Iran atau tidak.

Ketidakpastian tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Kondisi itu memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas ekonomi global, meskipun hubungan kerja sama antara AS dan China mulai menunjukkan perbaikan.

“Kedua negara sebenarnya menginginkan perang segera berakhir. Namun tampaknya sulit bagi Iran melepaskan ambisi nuklirnya, sehingga fokus pembicaraan Xi dan Trump lebih banyak membahas hubungan bilateral kedua negara,” tambah Lukman.

Berdasarkan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.

(Ant/Red)

Berita Terkait

Pemdes Gunungsari Gelar MUSDES LPJ BUMDes Bina Mitra Desa Tahun 2025, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Usaha Desa
Oknum Suporter PSM Diduga Tendang Pemain Persib Usai Maung Bandung Menang Dramatis 2-1 di Parepare
Persib Bandung Bungkam PSM Makassar, Euforia Nobar Bobotoh Pecah di Berbagai Daerah
Ribuan Warga Padati Bandung, Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Panggung Budaya Terbuka
Bekasi Darurat Limbah B3? TRINUSA Temukan Bukti Pembakaran dan Pembuangan Ilegal
Lima Amalan Harian Penarik Rezeki dan Keberkahan Jalur Langit  
Fungsi Primer Suami Bukan Hanya Nafkah: Renungan KH. Maimun Zubair untuk Pasangan Muda
Hidup di Ujung Pinjol: Kisah Pekerja Outsourcing Bekasi yang Terlilit Utang Digital

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:29 WIB

Pemdes Gunungsari Gelar MUSDES LPJ BUMDes Bina Mitra Desa Tahun 2025, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Usaha Desa

Senin, 18 Mei 2026 - 14:51 WIB

Rupiah Kembali Tertekan, Sentimen Konflik Global dan Ketidakpastian AS-Iran Picu Pelemahan

Senin, 18 Mei 2026 - 13:30 WIB

Oknum Suporter PSM Diduga Tendang Pemain Persib Usai Maung Bandung Menang Dramatis 2-1 di Parepare

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:57 WIB

Ribuan Warga Padati Bandung, Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Panggung Budaya Terbuka

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:42 WIB

Bekasi Darurat Limbah B3? TRINUSA Temukan Bukti Pembakaran dan Pembuangan Ilegal

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:20 WIB

Lima Amalan Harian Penarik Rezeki dan Keberkahan Jalur Langit  

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:48 WIB

Fungsi Primer Suami Bukan Hanya Nafkah: Renungan KH. Maimun Zubair untuk Pasangan Muda

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:00 WIB

Hidup di Ujung Pinjol: Kisah Pekerja Outsourcing Bekasi yang Terlilit Utang Digital

Berita Terbaru