Satunews.id
Kab. Bandung – Gunungan sampah yang membentang di sekitar kawasan Pasar Baleendah mulai dibersihkan. Kegiatan pembersihan sampah Pasar Baleendah dilakukan Pemprov Jabar sebagai langkah cepat membantu Pemkab Bandung mengatasi persoalan yang telah mengganggu aktivitas masyarakat. Kamis (30/4/2026).
“Kami dari provinsi membantu Kabupaten Bandung. Tapi tentu titik beratnya ada di Kabupaten Bandung,” kata Sekda Jabar, Herman Suryatman, di lokasi.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan Pemprov Jabar bersifat sementara. Ke depan, pemerintah kabupaten bersama pengelola pasar harus mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Seluruh sampah yang menumpuk dipastikan akan diangkut ke TPA Sarimukti. Proses pembersihan hingga pengangkutan dilakukan dengan dukungan penuh dari Pemprov Jabar.
“Karena itu, hari ini kami bantu. Dengan catatan, berikutnya pengelola pasar harus punya instalasi pengelolaan sampah di pasar,” tegasnya.
Dengan volume sampah yang cukup besar, proses pembersihan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari. Namun demikian, upaya percepatan terus dilakukan agar aktivitas pasar dan masyarakat segera kembali normal.
“Kalau dibiarkan lama, pasar terganggu, mobilitas dan kesehatan masyarakat juga terganggu,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Camat Baleendah Eef Syarif Hidayatulloh menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami di kewilayahan akan memperkuat koordinasi dengan pengelola pasar dan dinas terkait agar persoalan sampah ini tidak kembali terulang. Ini menjadi momentum pembenahan sistem pengelolaan sampah di Pasar Baleendah,” ujarnya.
“Alhamdulilah Provinsi membuka quota pembuangan sampah di sarimukti khusus darurat sampah di Pasar Baleendah dan DLH Prov Jabar Menurunkan 3 Unit Truck sedangkan Dari DLH Kabupaten Bandung Menurunkan 1 Alat Berat (Loder) ukuran Besar dan 11 Unit Toronton,” kata camat
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Rully menyatakan akan segera mengupayakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di kawasan pasar.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk penataan teknis di lapangan dan penyediaan sarana prasarana. Ke depan, pengelolaan sampah harus berbasis pemilahan dan pengurangan dari sumbernya,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga meminta komitmen penuh dari Pemkab Bandung agar penanganan sampah tidak lagi bersifat darurat, melainkan menjadi sistem yang terkelola dengan baik.
“Kami minta komitmen, termasuk Pak Sekda Kabupaten Bandung. Tadi kita akan buat pernyataan tanggung jawab mutlak. Provinsi membantu hari ini, berikutnya harus dikelola dengan baik,” pungkas Herman. (Asp)



























