Jalan Utama Desa Pranggong Kecamatan Arahan Tergenang Air, Bahkan masuk kerumah- rumah Warga Rt. 07warga

satu news 01

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026 - 13:53 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Indramayu, Satu News.Id – Miris puluhan rumah warga desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu Jawabarat, sering mengalami air pasang dari saluran sekunder dan kali Maja ke jalur Perbatasan kecamatan Cantigi penyebab Air meluap dari tutupan Lampah sampai tutupan Tambak

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

sepanjang kali di penuhi Eceng Gondok sampai tidak kelihatan Sungai

Begitu juga saluran air Sekunder dari Depan Kantor Desa Cidempet sampai tutupan Blok Kalen Paluh Desa Pranggong. Padahal saluran tersebut baru di bangun. Grafik di blok RT 07 sampai RT 09, terhimpit dua saluran besar . Rumah warga berada di tengah- tengah kali Jalur Cipelang dan Jalur saluran Sekunder

ketika air sekuder besar langsung meluap ke Rumah- Rumah warga sekitar. Ini sering terjadi namun , pemerintah desa dan dari pihak PU Pengairan setempat belum memberikan Solusi.

 

Menurut keterangan Tokoh Masyarakat Yang Rumahnya tetgenang Air hingga masuk ke rumah nya. Dongol 51 tahun Menerangkan ke Wartawan. Pada 18 Januari 2026. Saya dan anak – anak sangat merasakan kaya tinggal di Bantaran kali .

Karena rumahku serung terendam , sepanjang malam selalu di hantuai ketakutan dengan aliran Listrik

 

saluran kabel listrik yang berada di rumah . Kalau bocor kena Air bisa nyetrum saya sekeluarga. Padahal Saya mengadu pada RT 07 . Agar menyampaikan ke Kuwu Desa Pranggong Sayripudin. Agar Melihat Langsung Rumah – Rumah yang kena dampak meluapnya Air dari Saluran Sekunder

 

 

Dongol menambahkan kalau Jalan Depan Rumah Warga sepanjang 1 km lebih . Gar di Bangun dengan menggunakan Redimik ( Beton ) Saya yakin Air ga bakal bisa melampoi Jalan tersebut ungkapnya. Keterangan terpisah di jelaskan Sesepuh Petani H Camut. Saya jadi petani sudah ber puluh- puluh tahun, melihat saluran sekunder di desa pranggong. Areal pesawahan blok kalen palu sampai Pulo gosong.

 

Dulu menjelang musim tanem . Air bisa di atur. Saatnya di buang bisa cepat saat mau di ambilpun Gampang, namun sekarang . Iya melihat bangunan Sekundernya si bagus di Cor Beton. Namun bisanya meluap ke sawah – sawah bahkan ke Rumah warga karna jarang ada pintu – pintu dan tidak adanya saluran semurub . Sehingga yang repot kita para petani. Apa lagi sampai ke Rumah- Rumah warga. Makanya saya minta pada Pemerintahan Desa khususnya Raksa Bumi. Tolong keliling , jangan pake Sepatu. Lihat Petani lihat warga. Kita lihat Raksa Bumi di Kantor Mulu. Yang kita tau kesini tugasnya di Petani – petani ujarnya.

 

 

Tim media mencoba menghubungi Kuwu. Via whasap tidak nyambung mencoba mendatangi Lurah Sono. Untuk menyampaikan ke Kuwu Desa Pranggong ada awak Media Hendak konfirmasi. Jawab lurah tidak ada jawaban dari Kuwu siap atau tidaknya ucap Lurah Sono. Hingga berita ini di turunkan Kuwu Desa Pranggong enggan menemuinya.

(Masno)

Berita Terkait

Kalapas Kelas I Palembang Perkuat Tugas dan Fungsi Jajaran  
PNSB Sumsel Kepung Empat Titik Palembang, 5.000 Masker Dibagikan di Tengah Asap
BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda
Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun Pada APBD 2027
Dukung Program Prioritas Kapolri, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Kamseltibcarlantas Berbasis Teknologi di Polda Sumsel
Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  
Tenggelam Di Sungai Komering Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia  
Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:48 WIB

APAK Soroti Pengelolaan Aset KBB, Dugaan Penyimpangan Harus Ditindaklanjuti Sesuai Hukum

Senin, 14 September 2026 - 11:27 WIB

DPP CEPOT MOTAH INDONESIA TERTIBKAN ADMINISTRASI CHAPTER DAN GAUNGKAN KEPEDULIAN SOSIAL

Minggu, 13 September 2026 - 08:24 WIB

Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Sabtu, 12 September 2026 - 15:26 WIB

Ramaikan GIIAS 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon 10 Persen atas Bea Balik Nama Kendaraan Baru dan Pajak Kendaraan 1 Tahunan

Jumat, 11 September 2026 - 23:54 WIB

Car Free Day Buah Batu Quo Vadis? BBC Desak Pemkot Bandung Kembalikan Pengelolaan kepada Komunitas

Selasa, 8 September 2026 - 08:15 WIB

Polda Jabar imbau warga gunakan masker untuk antisipasi abu vulkanik

Rabu, 2 September 2026 - 13:16 WIB

Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI Digelar di Bandung, Erwan Setiawan Harap Lahir Juara Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung Jadi Sorotan di Festival AHU Berdampak 2026 ‎

Berita Terbaru