Pemkot dan Save the Children Sepakat Wujudkan Bandung Kota Ramah Anak dan Inklusif

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 29 Juni 2025 - 18:36 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Satunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Save the Children Indonesia sebagai langkah awal membangun roadmap menjadikan Bandung sebagai Kota Ramah Anak dan Inklusif.

Penandatanganan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional dalam acara “Dream Festival 2025” yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung, Minggu 29 Juni 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menuturkan, kerja sama ini merupakan komitmen nyata untuk menjadikan Bandung sebagai kota yang menjamin hak, kenyamanan, dan perlindungan bagi anak-anak, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini Pemkot Bandung menandatangani MoU bersama Save the Children. Kami mulai menyusun roadmap agar Bandung menjadi kota ramah anak dan inklusif. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi jadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, saat ini Kota Bandung mulai melakukan berbagai upaya konkret, salah satunya dengan membangun infrastruktur publik yang ramah anak dan disabilitas.

Salah satu eksperimen yang tengah berjalan adalah pembangunan trotoar dari aspal di kawasan Jalan Belitung, Jalan Sumatera, Jalan Aceh, dan Jalan Kalimantan.

“Saat ini percobaan trotoar ramah disabilitas sepanjang 800 meter sedang berlangsung. Sudah selesai 200 meter, mudah-mudahan minggu depan rampung. Tujuannya tentu agar semua warga bisa merasa aman dan nyaman saat beraktivitas,” jelasnya.

Dari sisi pendidikan, Farhan mengakui, meskipun secara kebijakan semua sekolah negeri wajib menjadi sekolah inklusif, tantangan di lapangan masih besar.

“Kami kekurangan tenaga pendidik yang mampu menangani anak-anak berkebutuhan khusus, baik secara fisik maupun mental. Kami bekerja sama dengan UPI untuk menyiapkan guru-guru tersebut,” katanya.

Menurut Farhan, nantinya hanya beberapa sekolah yang akan difokuskan menjadi sekolah inklusif. Pemkot Bandung juga akan melibatkan sekolah swasta yang memiliki kapasitas lebih dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif.

“Kolaborasi akan menjadi kunci. Kita akan melakukan semacam audit, tapi bukan dalam rangka pengawasan, melainkan pengembangan. Apa yang dilakukan sekolah swasta bisa menjadi inspirasi bagi kebijakan kota,” ungkapnya.

Tak hanya pendidikan dan infrastruktur, Farhan menegaskan bahwa ruang publik ramah anak akan menjadi fokus perhatian. Misalnya akses menuju kendaraan umum, akses ke sekolah, hingga Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Kota ramah anak itu juga harus punya sistem perlindungan. Kita pastikan ruang publik yang ada benar-benar ramah anak dan aman dari hal-hal yang mengancam tumbuh kembang mereka,” tegasnya.

Sementara itu, CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurniawy Ukar menyatakan bangga atas kolaborasi ini. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan keluarga adalah kunci perubahan.

“Kami hadir untuk berkolaborasi wujudkan Bandung sebagai kota yang benar-benar peduli pada anak-anaknya. Festival seperti ini jadi bentuk kampanye empati, inklusi, dan ruang aman bagi anak untuk tumbuh menjadi diri sendiri,” tutur Dessy.

“Dream Fest ini adalah momentum tepat untuk menegaskan komitmen bersama, bukan sekadar perayaan, tapi langkah nyata menuju Bandung yang mendengarkan, merayakan perbedaan, dan menghargai empati,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Administrasi Umum Kota Bandung, Tono Rusdiantono menyampaikan, berdasarkan data BPS tahun 2023, terdapat sekitar 3 juta penyandang disabilitas di Jawa Barat, dengan sekitar 8.900 orang di Kota Bandung saja. Anak-anak penyandang disabilitas dihadapkan pada tantangan sosial, psikologis, hingga ekonomi yang tak ringan.

“Stigma dan pengucilan membuat mereka kesulitan percaya diri. Padahal lingkungan dan keluarga sangat berperan penting dalam tumbuh kembang mereka,” ujar Tono.

Dream Festival 2025 sendiri merupakan kolaborasi antara Save the Children Indonesia, Pemkot Bandung, RBM Kota Bandung, dan RBM Kabupaten Bandung Barat.

Festival ini hadir sebagai ruang inklusif untuk merayakan bakat dan mimpi anak-anak dengan dan tanpa disabilitas secara setara.

Adapun layanan yang diberikan pada kegiatan tersebut seperti Layanan cetak akta kelahiran braille. Layanan konseling psikolog dan pekerja sosial khusus disabilitas.

Pesantren sam’an cinta Al-Qur’an. Pengembangan kawasan inklusif. Aksesibilitas literasi Braille. Belajar bahasa isyarat. Program kesiapan kerja sanggar lukis inklusif dan kegiatan anak – anak oleh berbagai komunitas.

(dr.j)

Kepala Diskominfo Kota Bandung

Yayan A. Brilyana

Berita Terkait

Buryam& Ayam Bakar Pakde Syamsuri Kembali Mengguncang Lidah Citereup
Pikiran Rakyat Gelar Anugerah Penghargaan 60 Tahun untuk Tokoh-Tokoh Jabar di Savoy Homann
Gebrakan Dua Desa! Layanan Kesehatan di Bojongnangka Diserbu Warga, Skrining TB hingga Hipertensi Jadi Sorotan
3 Tahun Teror Seksual Anak di Bekasi: Negara Diuji, Predator Harus Dihukum Tanpa Ampun
Klinik Anggi–UTD RSUD Cileungsi Satukan Aksi Kemanusiaan: 22 Kantong Darah Terkumpul
“Sidak Tak Digubris, Aktivitas Galian C di Cikahuripan Diduga Berubah Jadi Pembuangan Sampah Ilegal”
Cegah Stunting! Lurah Ciriung Turun Langsung ke Posyandu
Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 17:25 WIB

Buryam& Ayam Bakar Pakde Syamsuri Kembali Mengguncang Lidah Citereup

Jumat, 24 April 2026 - 16:18 WIB

Pikiran Rakyat Gelar Anugerah Penghargaan 60 Tahun untuk Tokoh-Tokoh Jabar di Savoy Homann

Jumat, 24 April 2026 - 12:30 WIB

Gebrakan Dua Desa! Layanan Kesehatan di Bojongnangka Diserbu Warga, Skrining TB hingga Hipertensi Jadi Sorotan

Kamis, 23 April 2026 - 18:47 WIB

Klinik Anggi–UTD RSUD Cileungsi Satukan Aksi Kemanusiaan: 22 Kantong Darah Terkumpul

Rabu, 22 April 2026 - 23:33 WIB

“Sidak Tak Digubris, Aktivitas Galian C di Cikahuripan Diduga Berubah Jadi Pembuangan Sampah Ilegal”

Selasa, 21 April 2026 - 13:09 WIB

Cegah Stunting! Lurah Ciriung Turun Langsung ke Posyandu

Senin, 20 April 2026 - 15:55 WIB

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence

Senin, 20 April 2026 - 15:51 WIB

Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan

Berita Terbaru