Ratusan Pengemudi Taksi dan Ojek Online Demo di Kantor Dishub Karawang

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 23 November 2023 - 07:43 WIB

5012 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.ID

KARAWANG || Pada Kamis (23/11/23), ratusan driver taksi dan ojek online melakukan aksi demonstrasi dengan mengepung Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang.

Guruh Yanuar, Ketua Pejuang Ojek Online Karawang (POK), memberikan penjelasan mengenai alasan di balik demo tersebut.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam wawancara eksklusif, Guruh Yanuar mengungkapkan langkah-langkah yang diharapkan dari pemerintah setempat dan keluhan yang diutarakan oleh para pengemudi ojek online di Kabupaten Karawang.

Menanggapi tindakan Bupati Kabupaten Karawang yang menugaskan peninjauan langsung terhadap semua aplikator di Jalan Karawang pada aksi 26 Juli 2023, Guruh menyatakan, “Sayangnya, hingga saat ini, belum ada tindak lanjut terkait hasil putaran tarik dan diskusi dengan Kementerian Perhubungan.”

Guruh Yanuar menjelaskan bahwa para pengemudi ojek online bersama kelompok lain, termasuk R2 dan R4, melakukan aksi protes dengan fokus pada beberapa isu utama.

Salah satunya adalah tarif yang dianggap tidak sebanding dengan biaya personal kendaraan, terutama mengingat tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karawang.

“Tarif di Karawang lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain, sementara UMK Karawang sangat tinggi. Kami melihatnya sebagai ketidaksetaraan yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” tambah Guruh Yanuar.

Selain masalah tarif, Guruh Yanuar juga mengangkat isu dugaan kasus korupsi terkait Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dinilai kurang mendapat perhatian. Guruh dan rekan-rekannya mengawal kasus ini sebagai respons terhadap kondisi gelapnya Kota Karawang.

“Kami merasakan langsung kegelapan Kota Karawang. Bersama-sama, kami mengawal kasus penerangan jalan umum yang diduga bisa mencapai 35% lebih rendah dibandingkan dengan Kota Bekasi dan Jakarta,” terang Guruh Yanuar.

Guruh Yanuar menegaskan pentingnya merespons kepentingan rakyat, khususnya rakyat Karawang. Ia menghormati upaya pihak kepolisian dan berharap negosiasi dapat berjalan baik untuk menjaga kondusifitas Karawang.

Meski demikian, Guruh Yanuar menegaskan bahwa jika tidak ada solusi memuaskan, aksi protes akan terus dilakukan dan diperluas ke tingkat lebih luas di Kabupaten Jawa Barat.
Berita ini disampaikan sebagai bentuk upaya para pengemudi ojek online untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui media online. ***

(Ens)**

Berita Terkait

IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
Frutika Sirup Indonesia Hadirkan Produk Minuman Premium, Siap Bersaing di Pasar Global
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu
Halalbihalal NasDem Jabar Jadi Momentum Kolaborasi dengan Pemprov
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Pansus XI DPRD Provinsi Jawa Barat Dorong Optimalisasi Perumda Tirta Tarum
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru