Gelar Karya Ajang Innovation Expo 2025, Digelar di Gedung Ahmad Sanusi

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 07:09 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Bandung, || Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia UPI, gelar karya pada ajang Innovation Expo 2025 yang diselenggarakan di Gedung Achmad Sanusi Universitas Pendidikan Indonesia, Selasa 21 Oktober 2025.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Lely Yulifar, M. Pd., mengemukakan keikutsertaan Museum yang dipimpinnya dalam Innovation Expo tahun ini untuk lebih mendekatkan museum tidak hanya kepada civitas akademika UPI tetapi juga kepada masyarakat luas. Pada ajang ini, kami tampilkan karya inovatif berupa proyek digitalisasi koleksi museum dan hasil riset yang kami laksanakan dalam beberapa tahun terakhir ini.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu yang kami tampilkan adalah film dokumenter tentang sosok R.A.A. Martanagara Sang Pembaharu Bandung, serta PAA. Soeria Atmadja, Sang Pemakmur Sumedang. Hasil riset mendalam kami tampilkan dalam bentuk film dokudrama, yang memadukan sejarah lokal, teknologi digital, dan pembelajaran interaktif melalui video dokumenter dari dua tokoh penting dalam sejarah Sumedang pada era kolonial, ujar Guru Besar UPI asal Ciamis ini.

Kami juga telah berhasil membuat serial dokudrama “Bisnis, Asmara, dan Isola” dari sosok pembangun dan pemilik Vila Isola, Dominique Willem Berretty (1891-1934). Berretty adalah sosok yang memadukan ambisi, cinta, dan kemewahan dalam satu kehidupan penuh warna. Sebagai pendiri dan pemilik Villa Isola dan kantor bertia Aneta, ia menjelma menjadi simbol modernitas dan kemajuan komunikasi di Hindia Belanda.

Kisah Berretty ini dimulai dari riset mendalam kepada keluarga Berretty di Portugal dan Belanda, lalu pengumpulan benda-benda koleksi dan surat surat bersejarah, hingga dokumentasi film yang mengkombinasikan antara media cetak, teknologi digital, dan konten edukatif. Inilah inovasi baru dalam menikmati sejarah yang lebih interaktif, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui kolaborasi dengan PT Rumah Media Interaksi, Production House (PH) yang dipimpin duo Billy, Billy dan Billy Muhammad kami berhasil melahirkan inovasi yang menjembatani memori masa lalu dengan teknologi masa kini. Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat menghidupkan kembali kisah masa lalu melalui sentuhan teknologi masa kini serta artificial intelligence, ungkap Prof. Lely.

Tidak berhenti sampai di situ, sebagai bentuk inovasi dalam penyajian informasi sejarah, karya ini dilengkapi dengan bookmark interaktif dan aplikasi android berbasis Augmented Reality (AR). Melalui aplikasi ini, pengunjung dapat memindai (scan) bookmark untuk menonton langsung video dokumenter dalam bentuk virtual yang imersif dan menarik. Inilah yang kami sajikan kepada para pengunjung Museum Pendidikan Nasional.

Dalam waktu dekat, Museum Pendidikan Nasional UPI akan menjalin kerjasama melalui kolaborasi riset dengan Fakultas Arkeologi Cairo University dan The National Museum of Egyptian Civilization, Mesir. Komunikasi intensif telah kami lakukan dengan kedua lembaga itu melalui Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI Kairo Mesir. Semua itu kami lakukan untuk mengubah wajah museum di era digital. Alhamdulillah, jumlah pengunjung museum kami lebih dari 50.000 orang setiap tahunnya, tutup Prof. Lely.(**)

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan
Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan
Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot
Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru