Komisi 5 DPRD Jabar Gelar Raker, Ungkap Berbagai Indikasi Kecurangan PP

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 2 Agustus 2023 - 12:01 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG// Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendorong audit secara menyeluruh pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023. Audit itu direkomendasikan karena adanya temuan berbagai indikasi pelanggaran atau kecurangan dalam pelaksanaan PPDB.

Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan, indikasi kecurangan dan pelanggaran dalam PPDB itu berdasarkan temuan di lapangan. “Pelanggaran yang ditemukan dalam seleksi PPDB di Jawa Barat dilakukan mulai dari prapelaksanaan, ketika proses pelaksanaan, sampai pada pascapelaksanaan,” kata Abdul Hadi, dalam keterangan tertulisnya.

Bentuk indikasi pelanggaran atau kecurangan itu disebut, antara lain, praktik manipulasi data pendaftar PPDB dengan mengubah alamat domisili di kartu keluarga (KK) agar dekat dengan sekolah tujuan. Selain itu, memalsukan surat keterangan tidak mampu, praktik titipan melalui oknum tertentu, rekayasa rombongan belajar (rombel) dan praktik spelling, hingga adanya dugaan praktik KKN atau suap.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai indikasi kecurangan itu menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi 5 DPRD Jabar dengan agenda evaluasi pelaksanaan PPDB 2023. Rapat kerja yang digelar di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, pada Senin (31/7/2023) itu melibatkan berbagai elemen pendidikan di Jabar.

Selain pimpinan dan anggota Komisi 5 DPRD Jabar, rapat kerja itu diikuti pihak Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Satgas Saber Pungli Jawa Barat, Komite Sekolah Provinsi Jabar, dan Dewan Pendidikan Provinsi Jabar.

Hadir juga perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jabar, Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Provinsi Jabar, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Provinsi Jabar, Forum Komunikasi dan Koordinasi Sekolah (FKKS), dan Forum Guru Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGBSN) Jabar.

Ada juga perwakilan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jabar, Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jabar, serta pakar pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan, dan para pemerhati pendidikan di Provinsi Jabar.

Menurut Abdul Hadi, berbagai modus kecurangan atau pelanggaran sering kali berulang dalam pelaksanaan PPDB, serta melibatkan oknum di institusi publik ataupun oknum masyarakat. “Akibatnya banyak pihak, khususnya siswa, yang dirugikan dari adanya praktik-praktik pelanggaran dari para oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,” ujar dia.

Abdul Hadi menilai, praktik-praktik kecurangan atau pelanggaran itu menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan PPDB. Karena itu, kata dia, setelah mendengarkan berbagai pandangan, paparan, dan masukan saat Rapat Kerja Komisi 5 DPRD Jabar, salah satu rekomendasi utamanya adalah mendorong audit secara menyeluruh PPDB.

Audit direkomendasikan dilakukan mulai dari prapelaksanaan, ketika proses pelaksanaan, sampai pascapelaksanaan.

“Adapun rekomendasi secara komprehensif akan dibahas secara lebih lanjut dalam Rapat Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat yang akan dijadwalkan ke depan,” kata Abdul Hadi.

Dw**

Berita Terkait

Perkuat Infrastruktur Desa, Pemdes Cikutamahi Mulai Peningkatan Jalan Kp. Tegal Peundeuy dengan Anggaran Rp220,97 Juta
Biodigester AKSARA Hadir di Ciangsana, H. Udin Saputra Dorong Inovasi Pengolahan Limbah dan Energi Ramah Lingkungan
Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati
Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah
Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Pandangan Umum Fraksi PSI: 4 Raperda Baru Harus Beri Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Banyak Norma
Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Perkuat Infrastruktur Desa, Pemdes Cikutamahi Mulai Peningkatan Jalan Kp. Tegal Peundeuy dengan Anggaran Rp220,97 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Launching BKK Akselerasi 2026, Desa Gunung Putri Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk 12 Program Pembangunan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Hari Santri 2026, H. Udin Saputra dan Hj. Silvia Maharani: Santri Pilar Moral Bangsa, Penguat Indonesia Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:59 WIB

KORVE Gerakan Indonesia Asri, Kades Citeureup Gugun Wiguna: Jangan Tunggu Lingkungan Kotor Baru Bergerak!

Berita Terbaru