Pemdes Ciangsana Bersama IPWIJA Sosialisasikan Biodigester di RW 21, Dorong Sampah Organik Jadi Energi Alternatif
satunews.id – BOGOR – Pemerintah Desa (Pemdes) Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terus mendorong inovasi pengelolaan lingkungan melalui kegiatan sosialisasi teknologi biodigester di wilayah RW 21, Minggu (8 November 2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, SH., MM., bersama Rektor dan jajaran dosen Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPWIJA), serta pengurus RW 21. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah desa, kalangan akademisi, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah organik.
Dalam kegiatan tersebut, pihak IPWIJA memberikan pemaparan dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat teknologi biodigester, mekanisme dan tata cara pengelolaannya, serta potensi penerapannya di lingkungan masyarakat.
Melalui pemaparan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan teknologi pengolahan sampah organik yang dapat menghasilkan biogas sebagai energi alternatif. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan lingkungan berpotensi diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.
Dalam keterangannya, Kepala Desa Ciangsana, H. Udin Saputra, SH., MM., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan dukungan pihak IPWIJA dalam memperkenalkan inovasi teknologi biodigester kepada masyarakat.
Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan, tetapi diperlukan terobosan yang mampu mengubah sampah menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.
“Kami menyambut baik kehadiran Rektor beserta jajaran dosen IPWIJA dalam kegiatan sosialisasi biodigester di wilayah RW 21. Ini merupakan peluang positif bagi Desa Ciangsana untuk mengembangkan inovasi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” ungkap H. Udin Saputra.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada tahap sosialisasi, melainkan dapat dilanjutkan dengan pendampingan, penerapan teknologi, serta pengelolaan secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat.
“Harapan kami, program ini nantinya bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus menghasilkan energi alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kami juga berharap pengurus RW dan warga dapat berperan aktif, mulai dari pemilahan sampah hingga mendukung pengelolaan biodigester,” tambahnya.
Lebih lanjut, sinergi Pemdes Ciangsana bersama IPWIJA diharapkan mampu membuka ruang pengembangan inovasi berbasis lingkungan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah mulai dari sumbernya.

Melalui kegiatan ini, Pemdes Ciangsana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Kolaborasi pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata menuju Ciangsana yang lebih bersih, produktif, dan berwawasan lingkungan.
Sampah bukan sekadar persoalan, tetapi juga potensi sumber daya yang dapat memberikan manfaat apabila dikelola melalui inovasi dan kesadaran bersama.
(Aminah)


























