Jebakan Jabatan

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026 - 09:57 WIB

50119 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari**

Satunews.id — Jabatan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pekerjaan (tugas) dalam pemerintahan atau organisasi. Jabatan biasanya mencerminkan hierarki atau struktur organisasi dan menentukan wewenang, tanggung jawab, dan tugas yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut.

Varian jabatan pun beragam. Di dunia korporat/perusahaan ada istilah Direktur, manager, kepala cabang. Di pemerintahan/ birokrasi ada istilah Kadis (kepala Dinas), Kaban (Kepala Badan), Dirjen (Direktur Jendral). Di organisasi biasanya pemimpin tertinggi sebutannya Ketum (Ketua Umum), Sekjend (Sekretaris jendral) atau Ketua di tingkat provinsi atau Kota dan kabupaten.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dunia profesional, kata “jabatan” sering kali menjadi magnet yang menarik perhatian banyak orang. Sebagian besar pekerja berlomba-lomba untuk naik jabatan demi mendapatkan status sosial yang lebih tinggi, fasilitas yang lebih baik, atau peningkatan finansial. Semakin tinggi jabatan maka semakin besar fasilitas yang didapat dibandingkan dengan yang tidak punya jabatan.

Namun, makna jabatan sebenarnya jauh lebih dalam daripada sekadar kartu nama baru atau ruangan kerja yang lebih luas atau fasilitas yang lebih bagus. Yakni bahwa jabatan adalah sebuah mandat. Ketika seseorang menduduki posisi baru—terutama posisi manajerial atau eksekutif—organisasi sebenarnya sedang menitipkan dua hal mendasar: kepercayaan (trust) dan tanggung jawab (responsibility).

Semakin tinggi jabatan seseorang di sebuah perusahaan maka semakin besar tanggung jawab yang diemban. Salah satu tugas berat sekaligus mulia adalah berpikir bukan bagaimana sejahtera dirinya karena jabatannya tetapi bagaimana membuat sejahtera orang dibawahnya.

Jabatan dalam pandangan Islam adalah amanah. Amanah yang akan diminta pertanggungjawaban. Tanggungjawabnya bukan saja horizontal (keduniaan), tetapi juga vertikal (keakhiratan). Rasulullah melalui sabdanya “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin pasti diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin” (HR. Muslim).

Bahkan Islam mengajarkan untuk tidak sombong dengan jabatan. Sebab seseorang punya jabatan bukan karena dirinya melainkan karena Allah swt. Allah SWT Berfirman : “Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kapada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran : 26)

*Jebakan Sindrom Jabatan*

Jabatan itu bisa merubah watak dan karakter seseorang. Dalam ilmu psikologi disebut power trip atau sindrom jabatan, hingga yang asalnya rendah hati, baik, berubah jadi otoriter. Ada juga seseorang setelah punya jabatan, jadi memandang rendang pendapat orang lain, atau tidak senang mendapat koreksi, dalam psikologi disebut Sindrom Hubris.

Namun sebenarnya bukan karakter seseorang itu berubah karena jabatan, melainkan jabatan mampu membuka topeng atau karakter asli seseorang. Seperti Qoute dari Presiden ke 16 Amerika, Abraham Lincoln,” “Bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.”

Terakhir kata, bagi siapapun yang dapat jabatan, ingatlah bahwa jabatan itu sementara dan pasti berakhir, dan  orang lain pun akan  melupakannya , namun konstribusi positif, inspirasi yang bermakna lah yang akan dikenang.

Wallahu’alam
Semoga Bermanfaat

**Penulis Buku Bekerja Karena Allah

 

Berita Terkait

RATUSAN ANAK IKUTI KHITAN MASSAL, BUPATI ” SEMANGAT HJKS MEMBERI MANFAAT UNTUK MASYARAKAT” 
Pelantikan 18 Pejabat Jadi Langkah Perkuat Pelayanan Publik
Siap Lanjutkan Dua Periode! H. Disan Aswadi Deklarasi Maju di Pilkades Sukakerta 2026–2034
Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) PDAM Kabupaten Sukabumi Berikan Pelayanan terhadap Masyarakat Secara optimal
Pemkot Mulai Rehabilitasi Ruang Publik, 10 Pohon Mahoni Kembali Hijaukan Jalan Riau
Pisah Sambut Ketua PN Bale Bandung Kelas IA, Rendra Yozar Pimpin Semarang, Fery Haryanta Nakhodai PN Bale Bandung ‎
Proyek Underpass dan Jembatan, Pemkot Cimahi Perkuat Rekayasa Lalin
PELANTIKAN PENGURUS MUI KAB SUKABUMI, BUPATI” BIMBINGAN ULAMA SANGAT PENTING WUJUDKAN SUKABUMI MUBARAKAH”

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:37 WIB

Api Berkobar di Enam Titik Desa Rancabango, Polisi dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla

Minggu, 6 September 2026 - 10:19 WIB

Kapolda Jabar  Kunjungan Kerja ke Polres Pangandaran, Tekankan Personil Pahami Permasalahan Masyarakat

Kamis, 3 September 2026 - 15:13 WIB

Samsat Kabupaten Bekasi Kedepankan Pelayanan Humanis, Wajib Pajak Dilayani Ramah dan Antusias

Kamis, 3 September 2026 - 14:15 WIB

Cetak Lulusan Siap Kerja, 32 SMK Jabar Gandeng 64 Perusahaan Lintas Sektor

Rabu, 2 September 2026 - 09:21 WIB

Neraca Perdagangan Jabar Periode Januari-Juli 2026 Surplus USD 16,63 Miliar

Rabu, 2 September 2026 - 09:11 WIB

Sekda Herman: Penataan Gasibu Ditujukan untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Keselamatan Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 11:40 WIB

Pemprov Jabar Targetkan Nol Anak Tidak Sekolah pada 2029

Selasa, 1 September 2026 - 11:33 WIB

KDM: Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan, Gunung Ditutup Sementara untuk Pendakian

Berita Terbaru