Harga Pangan Kota Bandung Terkendali, Sejumlah Komoditas Mulai Turun
Satunews.id, Kota Bandung – Kondisi harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung hingga saat ini masih berada dalam kondisi stabil. Bahkan, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan akibat dinamika pasar.

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa mengatakan, Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan harga dan ketersediaan stok kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional maupun toko ritel.
“Hasil monitoring kami pada Kamis terakhir kemarin, Alhamdulillah harga barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan, terutama cabai rawit merah dan cabai merah tanjung dibandingkan beberapa minggu sebelumnya,” ujar Meiwan, Sabtu 20 Juni 2026.
Menurutnya, perubahan harga yang masih terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor cuaca, khususnya untuk komoditas sayuran. Sementara sejumlah bahan pangan utama lainnya masih berada pada tingkat harga yang relatif normal.
Untuk komoditas cabai rawit merah atau cabai domba, berdasarkan hasil pemantauan harga berada pada kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah tanjung berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
“Kalau untuk cabai justru trennya sekarang mengalami penurunan dibanding beberapa minggu lalu,” katanya.
Selain cabai, harga daging ayam ras juga masih terpantau stabil dan berada di bawah harga acuan pemerintah, yakni sekitar Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Sementara harga daging sapi masih bervariasi sesuai jenis dan kualitas daging yang tersedia di pasar. Harga berada pada kisaran Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram.
“Harga daging sapi memang berbeda-beda karena tergantung kualitas dan jenis potongan. Ada yang tanpa lemak, bagian khas dalam, khas luar, maupun paha,” jelas Meiwan.
Untuk komoditas minyak goreng, Disdagin mencatat sempat terjadi kenaikan harga beberapa waktu lalu. Namun saat ini kondisi sudah kembali stabil dan tidak menunjukkan adanya tren kenaikan lanjutan.
“Harga minyak goreng sekarang masih stabil, tidak ada kenaikan lagi,” ungkapnya.
Selain pengawasan harga, Pemkot Bandung melalui Disdagin juga terus menjalankan program pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Meiwan menyampaikan, program pasar murah dilaksanakan secara rutin setiap triwulan. Kegiatan terakhir telah digelar menjelang Hari Raya Iduladha pada triwulan kedua, dan direncanakan kembali berlangsung pada triwulan ketiga sekitar September 2026.
“Nanti menjelang triwulan ketiga, kemungkinan sekitar September, kami akan kembali melaksanakan pasar murah,” tuturnya.
Pemkot Bandung memastikan pemantauan terhadap harga dan distribusi kebutuhan pokok akan terus dilakukan guna menjaga kestabilan pangan serta memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang wajar.
(drj)



























