Jabatan Itu Amanah

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 06:05 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Idat Mustari**

Satunews.id— Di tengah suasana pelantikan pejabat baru, suasana sering kali dipenuhi senyum dan tepuk tangan. Jabatan tampak seperti puncak pencapaian, simbol kepercayaan dan prestise. Namun dalam perspektif Islam, jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan ujian yang berat—sebuah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, Amanah terbagi dalam tiga tingkatan utama: pertama, Amanah Diniyah, yakni kewajiban kepada Allah, mencakup pelaksanaan ibadah seperti shalat dan puasa, serta menjaga lisan.  Kedua, Amanah Dzatiyah, yakni kewajiban kepada diri sendiri, seperti menjaga kesehatan dan memanfaatkan potensi atau waktu dengan baik. Ketiga, Amanah Ijtima’iyah, yakni kewajiban kepada sesama manusia, termasuk menjaga titipan, kerahasiaan, dan menunaikan janji.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Amanah terbesar dirujuk dalam Surah Al-Ahzab ayat 72: {Innā ‘araḍnal-amānata ‘alas-samāwāti wal-arḍi wal-jibāli… wa ḥamalahal-insān, innahụ kāna ẓalụman jahụlā}. Ayat ini menceritakan bahwa langit, bumi, dan gunung-gunung menolak untuk memikul amanah tersebut karena khawatir berkhianat, tetapi manusia menerimanya. Para ulama tafsir sepakat bahwa amanah ini merujuk pada beban syariat (Taklif), yaitu perintah dan larangan Allah, serta kebebasan berkehendak (Ikhtiyar) untuk memilih antara ketaatan dan kekafiran, yang menjadi dasar pertanggungjawaban.

Penerimaan amanah oleh manusia diakhiri dengan deskripsi “amat zalim (ẓalūman) dan amat bodoh (jahūlā)”. Deskripsi ini dipandang sebagai peringatan preventif atas potensi manusia untuk mengkhianati atau melalaikan konsekuensi besar dari tanggung jawab tersebut.

Rasulullah Saw., mengingatkan dalam hadis sahih, “Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah, dan pada hari kiamat akan menjadi penyesalan kecuali bagi yang menunaikannya dengan benar.” (HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa kekuasaan bukan ruang untuk bermegah, melainkan ladang pengabdian. Dalam pandangan Islam, pemimpin sejati adalah pelayan, bukan penguasa. Ia dituntut adil, jujur, dan menjaga hak-hak rakyatnya, bahkan terhadap hal-hal kecil sekalipun.

Khalifah Umar bin Khattab adalah contoh nyata betapa seriusnya amanah jabatan. Ia pernah berkata, “Seandainya seekor keledai tergelincir di jalan Baghdad, aku khawatir Allah akan menuntutku: mengapa engkau tidak meratakan jalannya, wahai Umar?” Kalimat itu menggambarkan tingkat tanggung jawab moral yang luar biasa—bahwa jabatan bukan hanya urusan administratif, tetapi juga spiritual.

Sayangnya, dalam realitas modern, jabatan sering disalahartikan sebagai jalan menuju kenyamanan dan kekuasaan. Banyak orang berlomba-lomba meraih posisi tanpa kesiapan moral. Padahal, kekuasaan tanpa kesadaran amanah hanya akan melahirkan penyimpangan, korupsi, dan kesewenang-wenangan.

Islam mengajarkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Nabi Muhammad Saw., bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pesan ini berlaku universal—bagi pejabat publik, pimpinan organisasi, kepala keluarga, hingga individu yang memimpin dirinya sendiri. Jabatan apa pun, sekecil apa pun, adalah cermin tanggung jawab.

Karena itu, sudah seharusnya kita menata ulang cara pandang terhadap jabatan. Ia bukan hadiah untuk disyukuri dengan pesta, melainkan amanah yang harus ditunaikan dengan kerja, integritas, dan kejujuran. Pemimpin sejati bukan yang paling tinggi jabatannya, tetapi yang paling takut mengkhianati tanggung jawabnya.

Di akhirat kelak, jabatan tidak akan ditanya seberapa tinggi, melainkan seberapa adil. Maka, bagi siapa pun yang hari ini memegang kekuasaan—ingatlah bahwa setiap keputusan akan menjadi catatan amal. Jabatan bisa menjadi jalan menuju surga, atau sebab turunnya azab.

Dan yang membedakan keduanya hanya satu: apakah kita menunaikannya sebagai amanah, atau memanfaatkannya sebagai kebanggaan. Wallahua’lam bishshawab

** _Penulis Buku Bekerja Karena Allah dan Komisaris Utama BPR Kerta Raharja Kab Bandung_

Berita Terkait

Pemdes Sukau Mergo Mulai Realisasikan Dana Desa 2026, Bangun Jalan Usaha Tani dan Rabat Beton untuk Dorong Produktivitas Warga
Dispora Bandung Gelar Pelatihan Barista Cempor 2026, Cetak Pemuda Jadi Wirausaha Kopi
Lautan Obor dan Dongdang Warnai Tahun Baru Islam 1448 H di Limusnunggal, Ribuan Warga Bersatu dalam Semangat Hijrah
Ketua RW dan RT Resmi Dilantik, Pemdes Citeureup Perkuat Pelayanan Warga dan Akselerasi Pembangunan Desa
DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Hijrah
Satunews.id Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah
Wagub Jabar Dorong GAPENSI Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Konstruksi untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan
Car Free Day Cimahi Resmi Diluncurkan, Hadirkan Ruang Publik Sehat dan Dorong Gaya Hidup Aktif
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:26 WIB

Polda Sumsel Kawal Aksi Damai Mahasiswa UIN Raden Fatah, Pastikan Stabilitas Keamanan Kota Palembang

Minggu, 14 Juni 2026 - 05:18 WIB

Polda Sumsel Ungkap Kasus Curanmor di Palembang, Temuan Senpi dan Alat Pembuat Kunci Jadi Fokus Pengembangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:28 WIB

Polda Sumsel Bersama Bea Cukai dan Bareskrim Putus Jalur Distribusi Narkoba Lintas Provinsi

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

Kapolda Sumsel: Penanggulangan Senpi Ilegal Bukan Sekadar Penegakan Hukum, Tetapi Menjaga Kemanusiaan

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:54 WIB

Warga Indramayu Laporkan Pemilik Pabrik Beras ke Polisi atas Dugaan Perusakan dan Ancaman

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:28 WIB

Motip Penganiayaan Apep, Masih Dalam Penyelidikan Pihak Kepolisian

Kamis, 27 Februari 2025 - 13:00 WIB

Ciptakan Ramadan Kondusif, Kabupaten Bandung Gencar Razia Miras

Minggu, 16 Februari 2025 - 20:14 WIB

Viral !!.. Kades Sukaharja Diduga Miliki 13 Titik Lahan Ilegal di Wilayahnya

Berita Terbaru